
Hari berikutnya,,,
Tok
Tok
"Dinda,, abang mau wudhu" ucap Dika yang berdiri di depan pintu kamar mandi mereka
"Masuk aja bang, cuma wudhu kan?!" jawab Dinda yang tengah mandi didalam kamar mandi
Ceklek
Dika masuk kedalam kamar mandi bermaksud ingin wudhu namun matanya langsung berbinar saat melihat istrinya tengah membersihkan wajah dengan hanya mengenakan handuk mininya
"Wahh,,, rejeki nih!" Senyum Dika langsung sumringah
30 Menit kemudian, Dika keluar dengan memakai handuk sepinggang dengan rambut basahnya.
"Segeeerrrrrr!"
**
Dinda sudah bersiap untuk ke kampus pagi ini, begitu juga dengan Dika yang sudah rapi karena ada jadwal mengajar pagi ini di kelas Dinda. Karena semalam Dika sudah menelfon Santo dan Daru untuk bekerja lagi di warungnya.
Pagi pagi sekali Dika di bantu Dinda sudah memasak ayam untuk berjualan dan menyiapkan pelengkap lainnya. Dengan adanya Santo dan Daru yang membantu Dika warung mie ayamnya, mereka cukup membantu pekerjaan Dika.
"San, ru,, kami berangkat dulu ya, kalian sarapan saja dulu itu ibu tadi buat nasi gorengnya banyak" ucap Dika saat menghampiri Daru dan Santo yang tengah menata meja dan kursi di depan
"Oh iya pak, makasih. Nanti kami sarapan setelah ini selesai" jawab Santo
"Iya pak,," sahut Daru
"Ya sudah, kami berangkat dulu ya" Ucap Dika yang kemudian sudah siap berada di atas motornya bersama Dinda dan Fatih
"Hati-hati pak" ucap Santo
"Iya, Assalamualaikum" ucap Dika
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" jawab Santo dan Daru bersamaan
Kemudian Dika menjalankan motor vespanya meninggalkan rumah. Dengan cepat Santo dan Daru menyelesaikan pekerjaan mereka agar mereka bisa segera sarapan.
"Alhamdulillah dapet sarapan gratis" ucap Daru saat mengambil nasi goreng beserta tahu tempe dan juga lalapan mentimun
"Bisa nyicip masakan ibu Dinda, kayaknya enak banget" sahut Santo yang kemudian segera duduk dan menikmati sarapan paginya
"Mantap san!" ucap Daru
"Iya yah! sudah cantik, pinter masak lagi! bener bener istri idaman ya ru!" ucap Santo dengan mulut penuh nasi goreng
"Hus! jaga ucapanmu! itu istri boss kita! jangan macem macem kamu!" ucap Daru memperingatkan
"Iya tau aku! kan aku cuma bilang type kayak ibu Dinda itu type istri idaman. Bukan bilang suka !" jawab Santo nyolot
"Sudah sudah cepat habiskan makananmu! Setelah itu kerja lagi!" Daru menutup pembicaraan mereka soal Dinda.
**
Dinda, Dika dan Fatih baru saja sampai di kampus. Kemudian Dika mengajak Fatih ke ruang dosen, sementara Dinda berjalan ke kelasnya sendiri. Terlihat keduanya sudah begitu semangat untuk perkuliahan pagi itu.
Deg!
Perasaan Dika langsung tidak enak, dia masih trauma dengan kejadian beberapa hari lalu saat dia di berhentikan dari kampus Tunas Bangsa.
"Ada apa ya mba Rum? tapi saya ada jadwal mengajar" jawab Dika
"Saya kurang tau pak,,," jawabnya
"Oh ya sudah,,"
Kemudian Dika masuk keruangan dosen untuk menitipkan Fatih sebentar pada Edo dan setelah itu Dika keluar menuju ke ruangan Dekan Fakultas kedokteran.
Dilain tempat,,,
Dinda baru saja masuk kedalam kelas, dan Zara mengatakan jika Dinda disuruh keruang Dekan . Dinda cukup bingung kenapa dia di panggil sepagi itu.
__ADS_1
"Apa ada hal penting?! apa ya kira-kira?" Dinda sudah berjalan menuju ke ruang Dekan .
Dika yang sudah masuk keruangan Dekan lebih dulu pun menyapa pak Dekan yang sudah menunggu kedatangannya. Kemudian Dika duduk setelah pak Dekan mempersilahkan duduk.
"Ada apa ya pak saya di panggil?" tanya Dika
"Sebentar ya pak Dika, kita tunggu satu orang lagi" jawab pak Dekan
Tak lama pintu ruangan itu di ketuk
Tok
Tok
"Silahkan masuk" Pak Dekan mempersilahkan Dinda masuk kedalam ruangannya
Ceklek
Dinda mendorong pintu ruangan itu dan masuk kedalam, Dika yang penasaran pun menoleh ke belakang
"Permisi pak" Ucap Dinda
Deg!
"Dinda??"
"Abang??"
Keduanya membatin bersama karena kaget di panggil bersamaan seperti ini. perasaan keduanya pun jadi tidak enak sekarang,,,,
.
.
.
.
__ADS_1
Walah apa mereka beneran akan di keluarkan dari kampus?!