Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Ospek


__ADS_3

Beberapa hari dirawat Dinda, Fatih sembuh total dan kini bisa ceria seperti biasanya. Fatih yang harus kehilangan berat badan meski hanya karena demam, kini sudah terlihat subur kembali dan terlihat lebih segar.


Namun Pagi ini, terpaksa Dika menitipkan Fatih kepada papa dan mamanya, karena Dinda akan mengikuti ospek kampus sementara Dika akan mengajar di kampus pagi ini . Rumah terasa sepi karena ternyata hanya ada mama dan papa Dika saja, sedangkan Dimas tengah dinas keluar kota dari beberapa hari lalu dan belum pulang sampai hari itu.


"Pantas saja beberapa hari belakangan ini aku tidak melihat Dimas menemui Dinda" Batin Dika


Setelah berpamitan, Dika dan Dinda pun akan meninggalkan kediaman orang tuanya.


"Nanti sore ayah jemput Fatih ya" ucap Dika dan Fatih mengangguk setuju.


"Sampai ketemu sore nanti ya Fatih" ucap Dinda dengan melambaikan tangan kepada Fatih


Lalu Dika menjalankan vespa nya meninggalkan kediaman orang tuanya menuju ke kampus Dinda. Kemudian Papa dika mengajak Fatih masuk kedalam rumah, sementara mama Dika baru saja keluar dari dapur.


"Kok Dika gak mampir pa?" tanya mama


"Dika mau nganter Dinda ospek. Hebat loh ma, Dinda bisa kuliah kedokteran di universitas unggulan gitu, dapet beasiswa lagi. Berarti pinter dong mantu kita" puji papa Dika


"Mama sudah tau" jawab mama


"Tau dari mana ma? perasaan Dika baru cerita tadi ke papa " tanya papa


"Dimas" jawab mama


"Apa?! anak itu masih deketin Dinda?!" Tanya papa


"Iya! malah mau berusaha balikan lagi sama Dinda. Pusing mama pa! makanya papa tuh jangan Dinas terus! lihat juga kelakuan anak papa itu! Dia yang mutusin gagal nikah, sekarang giliran Dinda nikah sama Dika malah gitu! jangan sampai itu terjadi, bisa malu kita! apa kata orang nanti, coba?!" tanya mama


"Nanti biar papa coba bicara sama Dimas kalau dia pulang Dinas" Jawab papa


Kemudian Kedua orang tua Dika pun menemani Fatih untuk bermain bersama dirumah itu.


**


Vespa gading Dika sudah sampai di kampus, terlihat kampus kedokteran itu begitu ramai mahasiswa baru yang baru saja sampai di kampus dan akan mengikuti ospek kampus, begitu juga Dinda. Setelah turun dari motor, dan Dika membantu Dinda melepaskan helem nya


"Nanti pulangnya abang jemput ya,,," ucap Dika


"Iya bang, Sorean mungkin, nanti Dinda kabari ya. Kita jemput Fatih dulu kan?" tanya Dinda

__ADS_1


"Iya, sore kita jemput Fatih dirumah mama. Semangat yahh ospeknya!" ucap Dika dan Dinda tersenyum


"Semangattttt!!" Jawab Dinda


Kemudian Dinda pamit untuk bergabung bersama teman-temannya. Dika masih berada diatas motornya, menatap Dinda pergi sampai tidak terlihat lagi, barulah Dika menjalankan Vespanya menuju kampus lain untuk mengajar.


Begitu sampai di lapangan, Dinda bisa melihat banyaknya mahasiswa baru di fakultas kedokteran, Dinda ikut berbaris bersama mahasiswa baru yang lainnya


"Hai,, boleh kenalan? namaku Zara" seorang gadis di samping Dinda menyenggol Dinda dan mengajaknya berkenalan


"Hai,, aku Dinda" Jawab Dinda dengan tersenyum ramah


"Mau berteman gak? aku dari daerah, belum punya temen di kota ini" ucap Zara


"Boleh,," jawab Dinda kemudian mereka berdua bertukaran Nomer WA saat itu juga.


"Hey kalian berdua! jangan main hp saat ospek berlangsung! kalian gak baca tata tertibnya ya?!" Suara seorang mahasiswa menegur Dinda dan Zara saat itu. Keduanya pun langsung melihat ke sumber suara


Deg!


Mahasiswa itu begitu kaget saat melihat kedua gadis itu.


"Dinda?!"


"Kamu kuliah disini juga?!" Tanya angga begitu antusias saat melihat Dinda


"Iya" jawab Dinda


"Jadi Dinda Asmarani yang dapet beasiswa itu beneran kamu Din?! aku gak nyangka kita ketemu lagi! " celoteh angga begitu panjang


"Hehe iya" Jawab Dinda


"Kamu tenang aja, Ospek mu akan berjalan lancar selama ada aku disini" Ucap angga membanggakan diri dan Dinda hanya tersenyum tidak enak.


"Iya,,"Jawab Dinda


Lalu Angga pamit untuk memimpin jalannya ospek hari itu. Angga pun semakin bersemangat untuk menunjukan jiwa kepemimpinannya saat itu.


"Kamu kenal sama kakak ganteng itu?!" tanya Zara

__ADS_1


"Iya, dia temen SMA ku" jawab Dinda lirih


"Oohhhh,,, pantes. Berarti harusnya aku panggil kakak dong ke kamu. Kamu kan lebih tua dari aku. Eh beneran ya kak kamu kuliah disini dapet beasiswa?" tanya Zara lagi


"Iya terserah kamu mau panggil gimana,, kalau gak dapet itu, mana bisa aku kuliah disini Ra" Jawab Dinda


"Beruntung banget yah kak, aku aja mau kuliah disini, bapak ku harus jual kebon Karetnya. Eh iya kak Dinda deket ya sama kakak ganteng itu? kayaknya dia ketuanya deh, tuh dia yang ngatur ngatur semua mahasiswa baru " cetus Zara memperhatikan Angga di depan sana


"Gak juga, temen biasa aja. Udah Ospek mau di mulai. Mending kita diam, daripada di tegur lagi kayak tadi" Jawab Dinda


"Kalau di tegur kakak ganteng, aku mah gak papa" Zara cengengesan sementara Dinda memutar bola mata jengah.


Tak lama ospek pun dimulai,,,,,,


Ospek berjalan dengan lancar sampai siang dan semuanya sudah beristirahat sebentar sebelum mereka melanjutkan kegiatannya lagi. Dinda bersama Zara memilih ke kantin untuk mengisi perut mereka, agar kuat menghadapi sesi keduanya. Saat sedang makan siang, ponsel Dinda bergetar dan Dinda melihat Dika mengirimkan pesan padanya.


Abang Dika


Assalamualaikum Dinda, Gimana ospek nya din? apa menyenangkan? jangan lupa makan siang ya :)


Dinda tersenyum lalu membalas pesan Dika


Abang Dika


Wa'alaikumsalam, lumayan bang, Dinda juga dapet temen baru disini, Ini Dinda lagi Makan siang sama Zara. Abang juga jangan lupa makan siang ya :)


"Eh, kenapa senyum senyum gitu kak?! lagi chat sama pacar ya?!" ledek Zara Dan Dinda hanya menjawab dengan senyumnya.


"Cie cie,,,, " Ledek Zara lagi


"Apaan sih kamu" Jawab Dinda dengan tersenyum malu malu


"Boleh gabung?"


.


.


.

__ADS_1


.


Mau tambah lagi? kirimi bunga atau kopi dulu dong, biar uni semangatšŸ¤—


__ADS_2