
Seminggu lebih Dinda menyelesaikan ujian semesternya. Kini tinggal menanti hasilnya seperti apa. Dinda sudah cukup berusaha semaksimal mungkin sesuai kemampuannya dalam menjawab soal. Kini tinggal pasrah dan berdoa saja, semoga dia bisa mencapai target nilai agar beasiswanya tetap ia dapatkan. Setelah ujian selesai, Dinda libur sambil menunggu nilai keluar. Kini waktunya teralihkan untuk merawat mama dan Keluarga kecilnya saja.
Sedangkan Sekar, setelah minggu lalu cek kesehatan bersama Dimas, hasilnya semua baik baik saja. Hanya Sekar dan Dimas butuh waktu berdua saja. Belakangan keduanya juga cukup banyak kegiatan, Sekar merawat mama, sedangkan Dimas juga di sibukkan dengan skripsinya yang sudah dia tinggalkan beberapa bulan ini karena sibuk bekerja. Namun kali ini dia ingin segera lulus dan menggantikan papa di perusahaan keluarganya. Beberapa hari juga, Dimas datang ke kantor papa dan banyak belajar dari assisten papanya.
Sesuai kesepakatan bersama, Dimas akan menjalankan perusahaan keluarga Dirdja sedangkan Dika akan mengurus restoran keluarga Dirdja karena pengalaman Dika di bidang kuliner cukup mumpuni. Tidak ada yang membantah keputusan ini, Dimas maupun Dika sudah sama sama sepakat dengan keputusan yang di ambil papa Dirdja.
Sebentar lagi, papa Dirdja juga akan lepas jabatan sebagai pak Camat dan akan di gantikan oleh Camat yang baru. Pak Dirdja memutuskan untuk istirahat dan dirumah saja momong cucu dirumah. Bagi papa, dia sudah cukup lelah bekerja, dan ingin menghabiskan masa tuanya bersama anak anak dan cucu cucu nya saja.
Dimas tengah mengerjakan skripsinya di kamar, di bantu Sekar yang dari tadi setia duduk di sampingnya. Sekar menjadi dosen pembimbing dadakan untuk suaminya, mengingat Sekar sudah lebih dulu lulus kuliah dan melewati masa sulit menyelesaikan skripsi.
Sedangkan Dika bersama papa sedang meninjau restoran keluarga. Lain halnya Dinda bersama Fatih berada di kamar mama, menemani mama sambil Fatih belajar mewarnai.
"Bunda,, Fatih mau walna coklat" ucap Fatih
"Ini,, ambilah" ucap Dinda
",,, nda" Dinda menoleh pada mama
"Mama panggil Dinda? ada apa ma?" tanya Dinda pada mama
"T,,u,,l,,is" Dengan susah payah mama mama menggerakkan mulutnya untuk berbicara
"Tulis? mama mau nulis?" tanya Dinda dan mama mengangguk pelan.
"Sebentar ya ma,,,," ucap Dinda yang kemudian meminjam buku gambar Fatih
"Sayang, bunda minjam bukunya yang ini ya, sama pensilnya. Nenek mau nulis" ucap Dinda
"Iya" Jawab Fatih
"Memang nenek mau nulic apa?" tanya Fatih pada mama Nadira
"Ini ma,," Ucap Dinda memberikan pensil di tangan mama dan mengarahkan tangan mama pada buku gambar Fatih untuk mulai menulis.
Dinda memegangi buku itu dengan kuat, sedang tangan mama Nadira bergerak dengan susah payah menulis
...M a a f i n m a m a y a a...
__ADS_1
Pensil itu langsung terjatuh setelah mama menulis dua kata itu. Dinda terdiam saat melihat tulisan itu, meski tidak beraturan namun Dinda cukup jelas bisa membacanya
"Dinda sudah maafin mama kok ma,, Dinda tidak pernah menganggap mama orang lain, Mama sudah seperti ibu Dinda sendiri, meski mama bicara ketus sama Dinda" ucap Dinda sambil memegang tangan mama.
"T-eri-ma Ka sih" ucap mama dengan meneteskan air matanya. Dinda mengangguk dan mengusap air mata yang menetes dari mata mama nadira.
"S e k a r,, m a n a" ucap mama lagi
"Sekar? dia ada di kamar, katanya bantuin Dimas menyelesaikan skripsinya. Mama mau ketemu?" Tanya Dinda dan mama mengangguk
"Sebentar ya ma, Dinda panggilkan dulu. Sayang kamu disini saja ya sama nenek. Bunda mau panggil aunty dulu" ucap Dinda pada Fatih dan Bocah itu mengangguk. Lalu Dinda beranjak dan keluar dari kamar mama menuju ke kamar Dimas dan Sekar.
Saat Dinda keluar dia bertemu Dika yang baru saja pulang bersama papa.
"Sayang" ucap Dika saat melihat istrinya keluar dari kamar mama
"Sudah pulang bang?" Dinda mencium tangan Dika dan papa bergantian
"Iya, baru saja,, mama sedang apa? Fatih mana?" tanya Dika
"Mama dan Fatih ada di kamar. Tadi mama bilang mau bertemu Sekar" ucap Dinda
"Ada apa mama mencari Sekar?" tanya papa
"Dinda juga tidak tau pa, tapi tadi mama minta maaf pada Dinda. Dan setelah itu mama mencari Sekar" ucap Dinda
"Abang saja yang naik ke atas. Kamu tunggu disini" ucap Dika yang kemudian naik ke atas tangga menuju ke kamar atas. Sedangkan Dinda menunggu dibawah bersama papa. Tak lama Dimas, Sekar dan Dika turun bersama
"Ayo kit ke kamar mama" ucap Dika
Kemudian mereka semua berjalan bersama menuju ke kamar mama. Mama Nadira cukup terkejut saat melihat semua anggota masuk bersamaan.
"Ma,, ini Sekar. Tadi mama cari sekar kan?" ucap Dinda
Sekar mendekat dan duduk di samping mama
"Mama cari Sekar? ada apa ma?" tanya Sekar sedikit tegang karena tiba tiba mama mencarinya. Hatinya bertanya tanya, ada apa, kenapa mama mencarinya?
__ADS_1
Semua orang tampak diam dan hanya memperhatikan mama yang mencoba menggerakkan mulutnya dengan susah payah untuk bicara
" M a a f i n m a m a,," ucap mama terdengar tidak terlalu jelas
"Mama bilang, maafin mama,," Dinda menterjemahkan ucapan mama
" Mama minta maaf sama sekar?" mama mengangguk
"Sekar gak benci mama, mama tidak perlu minta maaf sama sekar ma" Sekar terlihat menangis karena mama saat itu juga menangis
"M a m a j a h a t p a d a k a l i a n" mama kembali bicara namun masih tidak di mengerti
"Mama bilang,, mama,, jahat,, pada kalian" ucap Dinda mencoba mengerti kata demi kata yang mama ucapkan, dan mama mengangguk
"Gak, mama gak jahat, setiap orang tua pasti ingin anaknya bahagia, mama juga begitu, tapi mungkin tidak semua yang orang tua anggap benar, anak memiliki pendapat yang sama" ucap Sekar
"Papa bahagia kalau semuanya kembali akur dan bisa saling memaafkan. Kembali menjadi keluarga yang utuh dan saling menyayangi. Papa senang mama menyadari kesalahan mama dan mau meminta maaf pada anak anak. Papa harap ini menjadi pelajaran yang berharga untuk kita semua. Satu keluarga besar mau Saling memaafkan dan saling menguatkan satu sama lain" ucap papa Dirdja pada anak anak dan istrinya
"Iya papa benar. Ma,, Dika minta maaf karena ucapan Dika yang mungkin pedasnya ngalahin cabe setan, sampai buat mama seperti ini. Untung mama cepat sadar, jika tidak akan Dika tambahin level pedasnya sampai level 100" kekeh Dika
"Dikaaaaaa!"
"Abangggggg!"
"Ayahhhhh!"
Semua orang meneriaki Dika yang bicara asal.
Akhirnya, Dinda dan Sekar diterima jadi menantu di keluarga Dirja.
TAMAT
___________
Eh kok tiba tiba tamat?!
Tenang gaesss,, ini masih ada kelanjutan ceritanya kok. Cerita Dinda dan Dika bakal sampai anak Dinda lahir dan Dinda jadi dokter seperti yang dia cita citakan. Jadi jangan unfav dulu yah, karena masih ada kelanjutan ceritanya 🤗 Menanti update mampir ke AKU PUNYA PAPA
__ADS_1