
Dinda melihat Dika yang sepertinya lebih banyak ngelamun saat sedang mengajari susi untuk menghandle pesanan online. Terlihat beberapa kali Susi bertanya namun Dika terkaget dari lamunannya lalu melanjutkan menjawab pertanyaan Susi
"Abang kenapa ya? seperti banyak fikiran gitu" batin Dinda saat memperhatikan Dika dari jauh.
"Unda,, atih antuk" ucap Fatih kepada Dinda
"Ayo kita tidur di dalam" Lalu Dinda mengajak Fatih ke ruangan biasanya untuk menidurkan Fatih. Kemudian Dinda mengambil buku cerita yang ada di tempat itu dan membacakannya untuk Fatih.
Tak lama kemudian Fatih pun tertidur di pangkuan Dinda dan Dinda langsung memindahkan kepala Fatih ke bantal nya sendiri
"Pasti dia kelelahan,," ucap Dinda saat mengusap kepala Fatih
Ceklek
Dinda melihat ke pintu dan Dika masuk kedalam
"Fatih sudah tidur?" tanya Dika
"Iya bang, mungkin dia capek, baru pulang harus nya istirahat dirumah" jawab Dinda
"Iya, mungkin begitu" jawab Dika yang kemudian duduk di samping Dinda
"Bang,,,, abang kenapa? Dinda perhatiin abang kayak ngelamun aja dari tadi" ucap Dinda menatap Dika
"Kamu perhatiin abang?" tanya Dika dengan tersenyum pada Dinda dan dinda tergagap
"Ma,,ksud,, Dinda,,,"
"Apa Din?" tanya Dika penasaran
"Abang,,, jangan malah godain Dinda! Dinda tuh tanya ke abang" ucap Dinda sebal dengan Dika
"Abang cuma tanya apa dari tadi Dinda perhatiin abang?" tanya Dika menegaskan
__ADS_1
"Iya,, iya,," jawab Dinda dan Dika tersenyum
"Sekarang jawab Dinda bang, abang ada masalah apa?" tanya Dika
"Beenran kamu pengen tau?" tanya Dika
"Abaaang,,,," ucap Dinda panjang terdengar manja
"Mamanya Fatih ingin kembali" jawab Dika
Deg!
Dinda langsung menutup mulutnya dan wajahnya berubah mendung. Hatinya kembali berdenyut nyeri mendengar ucapan Dika.
"Tuh kan,,,, wajahnya jadi beda gitu, ngerti gitu abang gak cerita" ucap Dika menangkup wajah Dinda dengan kedua tangan nya dan sekarang tatapan mereka beradu
"Jadi,, abang mau balikan lagi sama Mama nya Fatih?" tanya Dinda takut-takut
"Kenapa abang tanya Dinda?" jawab Dinda
"Kamu kan istri abang sekarang, maka nya abang tanya sama kamu" ucap Dika menatap Dinda dengan penuh harap. Dika berharap, Dinda keberatan akan hal itu
"Abang,,, masih cinta sama mamanya Fatih?" tanya dinda
"Kalau kamu tanya sama abang,,, sejak kami berpisah,perasaan itu juga abang kubur dalam-dalam. Abang sudah pernah katakan pada mu, abang tidak akan mau masuk lagi ke dalam lubang yang sama. Jadi, abang tidak akan kembali lagi dengan mama nya Fatih" jawab Dika dengan tegas
Wajah pucat pasi Dinda kini kembali berseri-seri mendengar jawaban Dika.
"Jadi,, apa yang abang bingungkan?" tanya Dinda
Lalu Dika melepaskan Dinda dan terlihat guratan kebingungan di kening nya.
"Abang, bingung bagaimana caranya mengusir mamanya Fatih dari rumah. Jika fatih tidak mengizinkan mamanya tinggal, abang tidak masalah, mudah saja abang bisa mengusirnya saat itu juga, tapi,,, ini fatih menginginkan nya juga" jawab Dika
__ADS_1
"Apa perlu Dinda bicara pada Fatih?" tanya Dinda
" Mama nya Fatih menghasut Fatih, jika dia bisa memberikan adik yang lucu untuk fatih. Abang bisa apa?" jawab Dika
"Adik??" tanya Dinda
"Iya,,, Fatih sangat excited akan hal itu dan sekarang Abang bingung dengan hal itu. Abang sudah coba jelaskan kepada fatih, memberi pengertian jika hal itu tidak akan mungkin karena abang sudah menikah dengan kamu, , namun fatih malah bertanya,,,, apa KITA bisa memberikan adik untuk nya" jawab Dika dengan kata yang sangat pelan namun penuh penekanan
Deg
Deg
Deg
Dinda menatap Dika dengan tatapan bingung. Dinda masih bingung dengan perasaan nya sendiri, apa dia sudah mencintai Dika atau belum? namun rasa nyaman selalu Dinda rasakan saat bersama Dika. Dika pun begitu, tapi dia juga tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri. Dika melihat Dinda yang terdiam saja setelah dia mengatakan hal itu
"Kamu tidak perlu berfikir terlalu keras," ucap Dika terlihat lesu
"Abang tau kalau pernikahan kita hanya untuk menyelamatkan nama baik keluarga pada awalnya, namun,,, hampir sebulan menjalani hubungan pernikahan ini bersamamu, abang rasa,,, abang terlalu egois. Abang,,, mengingkari niatan awal pernikahan ini Din,,,, " Dika menggantung kalimatnya dan meraih tangan Dinda dan di genggamnya dengan lembut
"Abang,,, jadi merasa begitu nyaman bersamamu, abang ingin membangun rumah tangga yang sesungguh nya bersamamu. Sebenarnya Abang,,, sudah jatuh hati saat pertama kali kita bertemu"
Deg!
.
.
.
.
Piyeeeee gaesss?!
__ADS_1