Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Hadiah Kecil


__ADS_3

"Nafkah batin?,,, maksudnya gimana bang?" tanya Dinda bingung.


Dika tersenyum dengan masih menatap istrinya " Apa istri abang ini belum dewasa hem?" Dika malah balik tanya dan Dinda merasa malu, tentu Dinda langsung mengerti apa yang di maksud Dika saat itu dan wajahnya berubah merona


"Abang seneng banget godain Dinda!" ucap Dinda tersipu malu


"Bawa ke kamar gih barangnya" ucap Dika dan Dinda mengangguk


"Makasih ya bang,," ucap Dinda


"Iya" Jawab Dika dengan tersenyum


Kemudian Dinda membawa paperbag nya masuk kedalam kamar. Sementara Dika dengan cepat masuk kedalam ruang kerjanya untuk mengajar mahasiswanya secara virtual.


Dinda duduk di tepian tempat tidur Fatih dan membongkar barang-barang belanjaannya.


"Abang bener-bener baik, tidak ada satupun yang terlewat. Ini buku fatih,,, pasti dia begitu senang karena dibelikan buku cerita baru" Dinda mengeluarkan satu persatu barang- barang itu


"Eh,,, ini apa?" Dinda melihat semua kotak merah dengan pita putih diatasnya. Lalu Dinda mengambil kotak persegi panjang berukuran sedang itu dan membukanya dengan rasa penasaran


"Jilbab?" ucap Dinda saat melihat isi dari kotak itu. Lalu Dinda melihat ada tulisan singkat didalamnya


...Semoga kamu suka ya, Dinda :)...


Dinda jadi senyam senyum sendiri saat melihat hadiah kecil yang diberikan Dika untuknya.


"Suka bangettt,, cantik warnanya, bahannya juga bagus, halus" Dinda tak sabar untuk mencoba jilbab yang diberikan Dika untuknya.


Dinda bercermin setelah beberapa menit memakai jilbab pemberian Dika. Setelah Memasangnya dengan benar, tampak Dinda begitu cantik saat mengenakan jilbab itu


"Emm,,, apa aku harus tunjukkan pada abang? tapi aku malu,,,,!" Dinda kesemsem sendiri saat bercermin


"Aku akan berterima kasih kepada Abang" ucap Dinda yang kemudian melepas jilbab, merapikan rambutnya dan berlari keluar dari kamarnya.


Tok


Tok

__ADS_1


"Abang,,"


Tok


Tok


"Abaaanggg,,"


Ceklekkkk


Dinda terkejut bukan main saat pintu sebelah yang malah terbuka dan Kepala Dika menyembul keluar


"Ada apa Din?"


"Astagfirullah! abang di sebelah? kirain di kamar. Bikin kaget aja bang" jawab dinda mengusap usap daadanya kaget


Dika keluar dan menutup pintu ruang kerjanya dan berdiri di depan pintu


"Ada apa?" tanya Dika


Dika tersenyum dan merasa senang karena Dinda mau menerima hadiah kecilnya


"Sama-sama,,, abang ikut seneng kalau Dinda juga seneng sama hadiah dari abang. Karena abang gak tau apa yang Dinda suka" ucap Dika


"Abang gak perlu repot-repot bang, abang udah banyak kasih Dinda. Dinda yang malah gak enak, karena Dinda gak bisa kasih apa-apa buat balas kebaikan abang" jawab Dinda dengan serius


Dika meraih tangan Dinda dan menggenggam nya erat,


"Abang tidak pernah merasa di repot kan, abang justru seneng kamu ada di sini bersama abang dan Fatih. Rumah ini jadi makin rame semenjak kamu datang kerumah ini. Jadi, jangan merasa kamu merepotkan abang atau kamu merasa menjadi beban untuk abang. Abang tidak pernah merasa dan berfikir seperti itu" ucap Dika saat menatap Dinda dengan begitu dalam


Mata Dinda berkaca-kaca, dia begitu tersentuh atas ucapan Dika. Dika seolah sudah menjawab kegelisahan hatinya dan Dinda merasa bingung, kenapa Dika seolah tau apa yang tengah dipikirkannya.


"Kok malah nangis? abang salah ngomong ya?" tanya Dika jadi bingung dan Dinda menggelengkan kepala nya


"Enggak, abang gak salah. Dinda,, Dinda hanya terlalu terbawa suasana saja" jawab Dinda


"Boleh peluk bang?" tanya Dinda dan Dika merentangkan tangannya sangat lebar untuk menyambut istrinya. Dengan cepat Dinda memeluk Dika dan Dika mempererat pelukannya. Keduanya pun saling mengeratkan pelukan.

__ADS_1


"Ini baru awal,,, Aku akan mempertahankan Istriku dan tidak akan ku biarkan orang lain merebutnya, meskipun itu adik ku sendiri. Aku rasa tidak masalah untuk sedikit egois, karena selama ini aku sudah sering mengalah untuk nya" Batin Dika


Sementara di tempat lain, Fatih tengah bersama Sierra. Mereka beristirahat sebentar sebelum nanti malam akan kembali pulang bersama keluarga lainnya.


"Fatih sayang,,,"


"Iya ma?" jawab Fatih yang sibuk memainkan ponsel baru pemberian mamanya


"Fatih sayang mama gak?" tanya sierra


"Iya" jawab Fatih singkat


" Fatih,,, tante yang di rumah ayah itu siapa? kok tinggal dirumah ayah?" tanya Sierra penasaran


"Unda atih ma,,," jawab Fatih


"Pengasuh Fatih?" tanya Sierra namun Fatih tidak mengerti


"Unda tu baik, cayang cama atih. Cuka buatin atih uding, cake, acakan unda enak" ucap Fatih nyerocos


Sierra terlihat sebal karena putranya malah memuji-muji bundanya itu.


"Fatih pengen gak mama dan Ayah bersatu lagi?"


Fatih kaget


.


.


.


.


Kira-kira Fatih mau gak yahhhhhh????? 😀


__ADS_1


__ADS_2