
"Ayah,, Unda,,,"
"Heem!" Keduanya menoleh ke samping dan Fatih bangun dan menatap kedua orang tuanya itu dengan bingung.
Mata kedua orang tua itu pun melebar karena kaget bersama. Sontak saja Dinda menarik tangannya yang bertengger di pundak Dika dan Dika pun terlihat cepat menarik tangannya dari pinggang Dinda. Dinda merosot turun dari pangkuan Dika detik itu juga dan keduanya terlihat kikuk
"Fatihh sudah bangun yaaa?" ucap Dika dengan lembut
"Iya,, ayah dan unda agi apa? kok unda duduk di pangku ayah?" tanya Fatih dengan polosnya
Wajah Dika dan Dinda langsung memerah seketika, malu ketahuan anak
"Emm,,, itu,, tadi,,,ayah mau lihat matanya bunda, kayaknya ada kotoran...iya kan bun? tuhh lihat di matanya bunda ada kotoran kecilnya" ucap Dika yang menunjuk kearah Dinda
"Ah? apa iya bang?" Dinda balik tanya dan Dinda langsung membersihkan matanya. Dika menggaruk keningnya sendiri saat Dinda malah bertingkah seperti itu.
"Wah,, gak kompak nih!" batin Dika
"Fatih,,,, ayah mau bicara sama fatih, ini serius" ucap Dika yang langsung mengalihkan perhatian fatih
"Apa yah?" tanya Fatih
"Fatih sayang,,, ayah dan bunda itu sudah menikah, sementara ayah dan mama itu sudah tidak ada hubungan pernikahan lagi. Mama sudah memilih untuk berpisah dengan ayah. Jadi,, ayah dan mama tidak bisa bersatu lagi seperti yang mama katakan pada Fatih. Ingat,, Kita sudah punya bunda" ucap Dika memberi pengertian pada putranya
"Apa ayah dan unda bica membelikan atih adik?" tanya Fatih
Deg!
Dika dan Dinda saling menatap, keduanya tampak saling menatap dalam kebingungan
__ADS_1
"Insyaa Allah bisa, tapi tidak dalam waktu dekat. Kan bunda masih mau kuliah, Bunda juga kan nemenin fatih bermain dirumah, jadi nanti bundanya repot kalau punya adik bayi. Memangnya fatih sudah siap kalau sayangnya ayah dan bunda terbagi sama adik fatih nanti?"tanya Dika dan Fatih nampak sedang berfikir
"Fatih dengerin ayah yah,, " ucap Dinda mengusap kepala Fatih dengan sayang
"Iya,, tapi ayah dan unda haluc janji buatin atih adik ya?!" ucap Fatih menatap Dika dan Dinda bergantian
"InsyaaAllah" Jawab Dika dan Dinda bersamaan dan setelah mengatakan hal itu, keduanya pun saling tersenyum.
***
Waktu beranjak sore, Dika mengajak Dinda, Dika, dan Fatih pulang kerumah. Apapun yang akan terjadi nanti, Dika dan Dinda sudah sepakat untuk menghadapinya bersama. Sampainya di rumah,,,
Rumah Dika terbuka lebar, sudah dipastikan Sierra ada didalam rumah. Benar saja, tak lama sierra keluar dengan memakai pakaian rumahan
"Assalamualaikum" ucap Dinda
"Wa'alaikumsalam" jawab Sierra datar namun tidak memandang keberadaan Dinda
"Ayah kekamar dulu"
Saat mereka masuk kedalam, Dika dan Dinda dikagetkan dengan keberadaan koper Sierra yang berada di depan kamar Dika
"Kenapa koper mu disini?" tanya Dika sebal namun tetap menjaga bahasanya didepan fatih.
" Aku kan sudah bilang mas, aku akan tinggal disini. Dulu mas selalu ingin aku dirumah saja menjaga anak dan mengurus suami, Aku akan lakukan itu mas,,," ucap Sierra
"Dinda bawa Fatih ke dalam dulu ya bang" ucap Dinda mengajak Fatih ke kamar demi menghindarkan fatih agar tidak mendengar dan melihat orang tuanya bertengkar
"Untuk apa kamu kembali?! aku sudah mengubur dalam-dalam masa lalu kita! meski tidak bisa aku pungkiri Kamu ibunya Fatih, Tapi kamu harus ingat, kamu sendiri yang tidak mau merawat Fatih! Harusnya kamu malu datang lagi kerumah ini!" Sarkas Dika
__ADS_1
Sierra mengeratkan giginya karena menahan rasa kesalnya kepada Dika.
"Aku ingin kita kembali mas! kita perbaiki lagi rumah tangga kita! aku tau, kamu masih cinta sama aku, dan wanita itu, wanita itu hanya pelarian kamu aja kan?! aku tau itu mas!" ucap Sierra
"Pede sekali kamu bicara hah?! Cintaku padamu sudah musnah bersamaan saat aku menandatangani gugatan cerai darimu! dan satu lagi! Aku dan Dinda sama-sama saling cinta! kami saling menyayangi dan dia jauh lebih baik daripada KAMU!" ucap Dika dengan penuh penekanan
"Lebih baik kau pergi dari sini!" Sarkas Dika
"Aku gak mau! aku mau tinggal disini!" Jawab Sierra setengah berteriak
Braaakkkkk
Dika melempar koper Sierra ke lantai yang menghalangi jalan ke kamarnya. Sierra pun kaget setengah mati melihat Dika yang berubah kasar padanya.
Dika masuk kedalam kamarnya, sementara sierra yang kesal namun masih tidak ingin menyerah sekarang. Dia pun menarik kopernya menuju ke kamar Fatih dan mengejutkan Fatih dan Dinda
"Heh kamu, bereskan barang-barang mu sekarang! aku akan tidur bersama anakku!" ucap Sierra dengan nada kesal
Deg!
.
.
.
.
.
__ADS_1
Wah Dinda di usir dari kamar Fatih😀