
Dika baru saja sampai di rumah bersama Fatih. Karena Fatih dalam kondisi tidur, membuat Dika sedikit pelan menjalankan motornya sehingga lebih lama sampai dari biasanya. Kemudian Dika menggendong Fatih dan membawanya masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum" Ucap Dika saat masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam,,,sudah pulang bang?" Jawab Dinda yang baru keluar dari belakang.
"Fatih tidur yaaa?" Dinda melihat Fatih yang berada di gendongan Dika
"Iya, abang bawa Fatih ke kamar dlu ya" ucap Dika
"Iya bang" Dinda menutup pintu rumah, Lalu Dika melangkah kan kaki nya menuju ke kamar Fatih, sementara Dinda menuju ke kamar. Dinda ingin mengambilkan Es jeruk yang sudah dia buat sebelumnya untuk Dika sementara Dika setelah menidurkan Fatih di kamarnya pun keluar, setelah itu ke kamar untuk membersihkan diri nya.
Tak lama Dika keluar dari kamar mandi dan melihat Dinda yang sudah duduk di tempat tidur mereka.
"Dinda" Panggil Dika
"Sini bang,, duduk. Ini Dinda buatin Es jeruk untuk abang" ucap Dinda kemudian memberikan gelas berisi es jeruk
"Makasih,, maaf ya tadi abang telat jemput kamu. Ban Vespa abang bocor, jadi tadi nampal ban dulu deh. Pas kamu telfon kayaknya abang gak denger, begitu sampai di kampus abang baru baca pesan mu" ucap Dika menjelaskan meski Dinda belum bertanya. Kemudian Dika meminum es buatan Dinda hingga setengah dan setelah itu meletakkan diatas nakas.
"Gak papa bang, maaf juga tadi Dinda pulang duluan" jawab Dinda
"Naik apa tadi pulangnya?" tanya Dika
"Angkot" jawab Dinda
"Hemm,,, lain kali jangan naik angkot ya, abang takut ada apa apa sama kamu" Dika meraih tangan Dinda dan mengusapnya perlahan.
"Bang,,, tadi,,, Dimas ke kampus" ucap Dinda pelan pelan
Deg!
__ADS_1
"Apa?! Dimas ke kampus?! dia nemuin kamu lagi?!" tanya Dika sedikit emosi
"Iya bang,,,," Dinda menceritakan semua yang terjadi tadi saat di kampus, Dika yang mendengarkan cerita itu pun langsung meradang. Semua terjadi Karena keterlambatannya menjemput Dinda, jadi Dimas dan Angga memiliki kesempatan untuk mendekati Dinda. Tentu hal itu membuat Dika tidak suka, jiwa posesifnya langsung aktif saat dirinya sudah menemukan belahan jiwanya.
Dika menggenggam erat tangan Dinda dan satu tangannya menyentuh pipi Dinda dengan tatapan yang dalam.
"Abang akan bicara dengan Dimas! " ucap Dika yang sudah memanas
"Dia tidak akan percaya begitu saja bang, dia sudah mengatakan itu kepada Dinda" ucap Dinda
"Terus kita harus bagaimana?" tanya Dika
"Yuk bang, kita buat anak!" Ucap Dinda dengan wajah serius
Deg!
"Hah?!" Dika menganga kaget
"Iya! Dinda serius! kita buat anak sekarang bang! Dinda yakin dengan Dinda hamil, Dimas gak akan ngejer ngejer Dinda lagi" Jawab Dinda
Wajah Dika terlihat serius memikirkan ucapan Dinda. Dia pun juga setuju, namun juga memikirkan Dinda yang baru saja kuliah. Bagaimana kedepannya Dinda akan begitu repot mengurus Fatih dan juga bayi mereka jika sudah lahir, Dika berfikir sudah sejauh itu, tapi Dika juga tidak mau kehilangan Dinda.
Sementara itu Dinda sendiri juga masih takut takut untuk hamil, usianya yang masih terbilang muda dan juga dia baru saja masuk kuliah tentu akan menguras tenaga dan fikiran nya jauh lebih ribet dari sekarang. Tapi Dinda sudah mantap untuk menjalani hubungan yang baru bersama Dika, tentu dia pun ingin keluarga kecilnya semakin lengkap dan tentunya Dimas tidak akan lagi mengejarnya seperti sekarang.
Yang biasanya para suami ingin istrinya hamil, ini berbalik, istri yang ingin
"Gimana bang?!" tanya Dinda membuyarkan lamunan Dika
" Kamu serius Dinda?! gak lagi main main kan?!" tanya Dika meyakinkan
"Serius bang!" Dinda mendekat kearah Dinda dan mengalungkan tangannya di leher Dika, Keduanya saling menatap dalam dan memantapkan hati keduanya
__ADS_1
"Baiklah, ayo kita buat anak!" Jawab Dika dengan mantap, baru saja akan memulai
Tok Tok
"Ayah,,,,"
Dika dan Dinda menoleh kearah pintu yang di ketuk
"Fatih bangun bang!" ucap Dinda
"Iya, kita tunda dulu, malam saja kita buatnya ya" Ucap Dika dengan senyum nakal
"Setuju!" jawab Dinda dengan semangat
"Oke! kita buka pintu dulu!" Kemudian Dika bangkit dari duduknya
"Bang!" panggil Dinda dan Dika menoleh kebelakang
"Iya" Jawab Dika
"Nanti pake gaya apa?!" tanya Dinda dengan wajah polosnya
.
.
.
.
.
__ADS_1
Hahahahaha pake gaya apa yaa kira-kira?!ðŸ¤ðŸ¤£