Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Sebuah Kebenaran


__ADS_3

Dika berjalan didepan bersama Dinda dengan berpegangan tangan begitu erat. Sedangkan Dimas dan sekar mengikuti dari belakang. Saat Dimas menautkan jari jemarinya pada tangan istrinya, Sekar terlihat kaget dan menatap nya tanpa berkedip. Dimas tersenyum namun Sekar memasang wajah datar


"Kita bicara disini saja" ucap Dika saat mereka sampai


"Iya" Jawab Dimas


Dua pasang suami istri itu memilih duduk di kantin rumah sakit yang saat itu terlihat masih sangat sepi pengunjung. Dinda yang masih belum tau cerita dari awal pun terlihat sedikit bingung lantaran sejak tadi Sekar sama sekali tidak mau melihatnya. Dinda yang tidak bisa diam saja, langsung melontarkan pertanyaan karena rasa penasarannya


"Apa yang akan di bahas?" tanya Dinda pada suaminya.


"Sekar, kamu perlu tau kebenaran yang ada. Bahwa dulu memang Dinda dan Dimas pernah akan menikah" Ucap Dika


Deg!


Dinda langsung menoleh pada Dika, bukan hanya Dinda, Dimas dan Sekar pun sama.


Wajah Dinda berubah tegang, Dimas dan Sekar pun sama tegangnya.


Dinda beralih menatap Sekar dan Dimas bergantian

__ADS_1


"Bu,, bapak ingin katakan pada ibu. Sebenarnya bapak tidak ingin menutup nutupi semuanya, tapi memang bapak belum ada kesempatan untuk menceritakan semuanya. Sebelum bertemu ibu,, bapak dan kakak ipar ,,, memang hampir menikah. Tapi,, pernikahan itu gagal karena bapak sendiri yang pergi meninggalkan Dinda saat acara pernikahan itu akan berlangsung...bapak terlalu pengecut untuk menghadapi semuanya"


Deg


Deg


Deg


Jantung Sekar berdetak semakin cepat, dadanya terasa semakin sesak ketika mendengar ucapan Dimas. Bukan hanya sekar, Dinda pun sama, rasanya kembali sakit saat teringat kembali masa lalu yang membawa luka.


"Saat itu,, bapak terlalu gegabah, hingga akhirnya mengambil keputusan yang membuat bapak sangat menyesal melakukannya. Namun saat bapak akan kembali dan ingin memperbaiki semuanya ,,, Dinda sudah menikah dengan bang Dika. Jujur saja, setelah itu bapak benar benar menyesal melakukannya. Bapak ingin kembali namun Dinda tidak mau kembali lagi sama bapak. Bapak sudah berusaha, namun tetap saja, Dinda tidak mau kembali. Hingga akhirnya kita bertemu, dan lambat laun ibu menggeser posisi Dinda di hati bapak" wajah Dimas tertunduk dengan penuh penyesalan.


"Jadi benar, ibu hanya sebagai pelarian bapak selama ini?" dengan bibir bergetar Sekar memberanikan diri untuk bertanya


"Iya" jawab Dimas dengan mengangguk pelan


Sekar sudah tidak bisa berkata apa apa lagi, air matanya pun sudah terjun bebas tanpa bisa di bendung. Kenyataannya begitu pahit, begitu perih padahal sebelumya dia sudah persiapan diri, namun ternyata rasanya begitu sakit ketika tau hanya sebagai pelarian. Sekar menangis dengan menutup wajahnya, meluapkan semua rasa sesaat yang memenuhi di dalam dadaanya. Sedang dua wanita itu sama sama sedang menangis, Dika menatap tajam pada adiknya.


Luka hati harus di rasakan Sekar untuk yang kedua kali. Dulu Sekar juga memiliki kekasih, dan mereka juga hampir menikah. Namun, takdir berkata lain keduanya harus berpisah karena keluarga calon suami Sekar dulu juga tergolong keluarga berada dan mereka tidak bisa menerima Sekar karena kondisi keluarganya.

__ADS_1


"Lelaki mana mau menikahi wanita yang memiliki tanggungan hutang yang sangat besar"


"Kau itu hanya memanfaatkan anakku untuk melunasi hutang hutang mu, kau itu hanya akan jadi benalu di keluarga kami!"


"Jangan pernah bermimpi untuk menjadi bagian keluarga ini!"


Potongan potongan kalimat itu selalu terngiang ngiang di memori ingatan Sekar sampai saat ini, masih sangat membekas. Dan Sekar menjadikan cerminan untuk dirinya, dia tidak ingin mencari suami kaya, Maka dari itu sejak awal Sekar begitu ragu saat harus menikah dengan Dimas yang jelas di depan mata, ibu nya tidak setuju. Yang di takutkan Sekar kini benar benar terjadi.


Namun bukan hanya sekar yang menangis tapi Dinda juga masih berderai air mata saat berada di dalam pelukan Dika. Nyatanya sakit hatinya masih terasa.


"Bu,,,," Dimas menyentuh tangan Sekar namun ditepis wanita itu


"Jadi, apa sampai sekarang kamu masih tidak bisa melupakan perasaanmu pada Dinda?!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2