Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Awal Arjuna dan Dara


__ADS_3

Dika sudah menunggu Dinda di parkiran kampus utama. Dilihatnya sedari tadi banyak mahasiswa baru yang sudah mulai pulang namun Dinda masih tidak terlihat, mana cuaca sore itu mendung,


"Abang,,," Dika menoleh dan dilihatnya Dinda bersama seorang gadis


"Hay, ayo pulang. Mendung, nanti kita kehujanan" Ucap Dika akan memasangkan helm untuk Dinda


"Oh iya bang, kenalin ini namanya Zara, temennya Dinda" ucap Dinda


"Zara bang" ucap Zara dengan senyum ramahnya


"Dika" Jawab Dika


"Ya udah aku duluan ya Ra, besok kita ketemu di kampus" ucap Dinda


"Hati-hati" ucap Zara


Kemudian Dinda memakai helm yang diberikan Dika dan setelah itu kedua nya pun meninggalkan kampus.


Jalanan sedikit macet membuat keduanya sedikit lebih lama dari biasanya. Saat mereka berhenti di lampu merah, tiba-tiba hujan turun dengan begitu derasnya. Dinda pun berpegangan erat pada pinggang Dika.


"Kita gak bisa berteduh kayaknya Din" ucap Dika sedikit berteriak


"Iya bang, gak papa" jawab Dika


Dika melepas tangan Dinda setelah itu dia juga melepas jaketnya dan memberikannya kepada Dinda


"Pakai jaket abang Din" ucap Dika memberikan jaketnya


"Makasih bang" kemudian Dinda memakai jaket Dika dan tak lama mereka kembali melanjutkan perjalanan meski menerjang hujan.

__ADS_1


"Kita balik kerumah dulu ya Din. Tunggu reda baru jemput Fatih" ucap Dika lagi


"Iya bang,, kita pulang dulu" jawab Dinda


Lalu Dika membelok arah pulang kerumah nya bukan kerumah orang tuanya. Tidak mungkin menjemput Fatih dalam kondisi seperti ini, yang ada nanti Fatih akan kehujanan. Setelah beberapa menit menerjang hujan, keduanya pun sampai dirumah dengan selamat.


"Ayo cepat mandi, jangan sampai masuk angin" ucap Dika saat mereka masuk kedalam rumah


"Dinda ke kamar Fatih ya bang," ucap Dinda yang merasa tidak mungkin menggunakan kamar mandi yang sama dan dalam waktu bersamaan bersama Dika. Kemudian Dinda mengambil handuk dan pakaian ganti, lalu berlarian menuju ke kamar Fatih, sementara Dika sudah masuk lebih dulu ke kamar mandinya sendiri. Tidak membutuhkan waktu yang lama keduanya pun sudah keluar dari kamar.


"Abang mau dibuatkan teh hangat?" tanya Dinda


"Boleh" Jawab Dika yang kemudian memilih ke ruang tengah untuk menunggu Dinda. Tak lama Dinda datang dengan membawa dua gelas teh hangat.


"Bang kayaknya hujannya makin deres. Fatih gimana ya bang?" tanya Dinda saat ikut duduk di karpet rasfur bersama Dika


"Tadi abang sudah menelfon kerumah, kalau Sampai habis isya hujan belum berhenti, Fatih biar nginep disana malam ini, besok pagi abang jemput dia sekalian abang ajak ke warung" jawab Dika


"Besok sudah mulai kuliah ya?" tanya Dika


"Iya bang, kuliah perdana hehe" jawab Dinda tampak bahagia


"Makasih ya bang" ucap Dinda lagi


"Untuk apa? " tanya Dika dengan wajah bingung


"Karena bantuan abang, Dinda bisa kuliah. Bahkan Dinda gak pernah nyangka, Dinda punya kesempatan untuk kuliah seperti ini" ucap Dinda dengan mata berkaca-kaca


"Ehh ehh,, kok malah nangis? semua itu rejeki Dindaaa,, rejeki itu gak akan bisa kita duga datangnya dari mana, dan rejeki itu bukan hanya berupa harta, bisa kuliah itu juga rejeki, bisa punya temen baru juga rejeki, ataupun punya cinta baru, itu juga rejeki" Jawab Dika yang kemudian menggenggam tangan Dinda dengan begitu lembut

__ADS_1


"Abang paling bisa masukin omongan deh!" ucap Dinda malu malu


"Karena abang gak punya harta yang banyak, abang cuma bisa kasih cinta yang banyak kalau kamu mau" ucap Dika dengan menatap Dinda dengan lembut.


"Dinda mau bang" jawab Dinda dengan tersenyum Dika membalas senyum


"Jadi boleh gak Arjuna kenalan sama Dara?" tanya Dika


"Dara? dara siapa bang?" jawab Dinda bingung


Dika terlihat bingung akan menjelaskan bagaimana kepada Dinda. Daripada dia bingung, Dika pun menarik Dinda hingga dia berpindah duduk di pangkuannya


"Apa,, abang boleh ,,, meminta hak abang sebagai seorang suami?" tanya Dika dan seketika wajah Dinda merona dibuatnya


Dinda menggigit bibir bawahnya dan mengangguk pelan dengan sorotan mata sayu nya. Dika tersenyum senang saat mendapat anggukan dari Dinda


"Tapi,,," Belum Dinda melanjutkan ucapannya, Dika sudah menyatukan kedua bibir mereka dan


Peeeettt!


Mati lampu!


.


.


.


.

__ADS_1


Kaburrrrrrr🤣


__ADS_2