
Hari berikut nya..
Mama Nadira sudah di perbolehkan untuk pulang kerumah dan menjalani rawat jalan, tentunya setiap hari dokter keluarga Dirdja yang akan mengawasi perkembangan kesehatan mama Nad. Setelah menyelesaikan semua administrasi rumah sakit, keluarga langsung membawa mama pulang.
Sementara mama Nad pulang bersama papa, Dika dan Dinda , tapi Sekar dan Dimas pulang ke pondok lebih dulu untuk mengambil pakaian mereka. Sesuai kesepakatan sebelumnya, semua anak akan tinggal dirumah keluarga Dirdja untuk memudahkan merawat mama sampai sembuh.
Begitu mobil Dika sudah sampai di depan rumah, Mama langsung di bawa papa menuju ke kamar untuk beristirahat, Dika Dinda dan Fatih pun mengikuti di belakangnya
"Kalian istirahat saja, biar papa yang menunggu mama" ucap papa setelah merebahkan mama di tempat tidur di bantu Dika
"Iya pa, Dika ajak Dinda istirahat dulu. Fatih,, ayo ikut ayah" ucap Dika mengajak Fatih
"Iya yah" Jawab Fatih yang segera turun dari tempat tidur kakek dan neneknya
"Ma,, Dinda ke kamar dulu ya,," ucap Dinda pada mama
Kemudian mereka bertiga keluar dari kamar mama dan menuju ke kamar Dika untuk beristirahat. Tak lama Dimas dan Sekar sudah sampai dirumah itu juga. Lalu Dimas meminta pegawainya untuk membawakan kopernya ke atas dan dia akan menemui mama
"Bik, mama di temani siapa?" tanya Dimas pada pembantu dirumah itu
"Sepertinya Tuan besar, Tadi saya melihat den Dika ke atas sama nak Fatih dan mba Dinda" jawabnya
"Ohh,, mungkin mama Istirahat. Kita ke atas saja langsung" Dimas menggandeng tangan Sekar dan mengajaknya naik ke lantai atas.
"Gak jadi nemuin mama?" tanya Sekar
"Nanti saja, jangan ganggu mama istirahat" jawab Dimas tersenyum dengan penuh arti.
" Kopernya sudah saya taruh di kamar tuan" ucap pegawai dirumah itu
"Terima kasih" jawab Dimas, kemudian dia masuk kedalam bersama Sekar.
Setelah keduanya masuk, Dimas langsung mengunci pintu kamarnya. Hingga membuat Sekar menoleh saat mendengar suara kunci diputar
"Kok di kunci?!" Tanya Sekar
__ADS_1
Bukan menjawab, Dimas malah menyeringai
"Aku-mau beres beres dulu" Ucap Sekar terlihat gugup lalu segera menarik koper dan membawanya ke lemari pakaian
"Udah nanti aja sih beres beresnya,, " Dimas sudah melingkarkan tangannya pada pinggang ramping yang kini pemiliknya sudah tegang
"T-a-p-i,, nanti mama cariin kita" jawab Sekar kembali di buat meremang saat tangan besar itu mengusap perutnya
"Gak,, mama pasti lagi tidur di temenin papa,, kita,, sayang sayangan dulu yuk,,," Bisik Dimas dengan mengigit basah daun telinga sekar. Sumpah demi apapun, Sekar ingin kabur sekarang!
"Aku mau ke toilet!" Sekar mencoba melepaskan diri dari jeratan Dimas namun Dimas sangat sulit untuk di kelabui
"Eeiittss! jangan alesan!" Dimas sama sekali tidak mau melepaskannya
"Beneran ini mau pipis, nanti ngompol loh!" Ucap Sekar
"Bilang aja mau kabur! iya kan?!" ucap Dimas
"ihh beneran ini mau pipis! lepasin dulu!" ucap Sekar
"Benar benar menggemaskan!" Kekeh Dimas.
...**...
Di kamar Dika,,,
Dika bangun dari tidurnya dan melihat Fatih sudah tidur, sedangkan Dinda ikut membuka mata saat merasakan ada pergerakan dari tempat tidur itu. Dia yang berada di tengah tengah antara Fatih dan Dika pun berbalik melihat Dika yang saat itu tengah menatapnya.
"Abang gak jadi tidur?" tanya Dinda
"Gak bisa tidur, mungkin karena gak biasa tidur siang" jawab Dika
"Jadi mau apa sekarang?" tanya Dinda yang kemudian ikut duduk
"Um,, abang haus, mau minum susu" jawab Dika terus menatap Dinda dengan penuh damba
__ADS_1
"Ohh,, ya sudah Dinda buatkan dulu ke bawah yah" Ucap Dinda yang kemudian akan turun dari tempat tidur. Dika pun juga ikut turun
"Eh, bukan susu itu maksud abang," ucap Dika menahan Dinda yang akan keluar
"Terus apa?" Tanya Dinda bingung
Dika tidak menjawab dan menggiring Dinda dengan lembut hingga Dinda duduk di sofa sedangkan Dika berlutut didepan istri nya
"Abang gak mau susu sapi, tapi abang mau susu yang ini!" Pelan Dika sudah mendorong ibu hamil itu hingga bersandar pada headboard sofa, tangan besar itu pun sudah menempel saja pada sumber kehidupan calon bayi mereka.
"Abaanggggg,," terdengar begitu lembut dan juga sangat manja
"Masih siang bang, nanti Fatih bangun" ucap Dinda saat tangan besar itu sudah menyusup masuk kedalam
"Seminggu loh, abang gak di kasih,," sahut Dika
"Iya namanya juga banyak halangan,, sekalian latihan nanti kalau sudah lahiran kan bakal libur juga, lama lagi" kekeh Dinda
"Kangen tau,," Dika sudah mengusak wajahnya pada tempat yang begitu memabukkan.
"Ya sudah, tapi sebentar aja ya,, jangan lama lama, nanti Fatih bangun" ucap Dinda
"Terima kasih" Mata Dika berbinar binar saat melihat kedua sumber kehidupan itu tumpah ruah di depan wajahnya.
"Semakin menggemaskan!"
.
.
.
Sebelum anaknya lahir, bapaknya puas puasin ya😅
Terima kasih yang sudah mendoakan debay uni yah ☺️🙏 InsyaaAllah nanti kalau sudah sembuh bisa update lebih banyak🤗
__ADS_1