Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Mabok Perawan


__ADS_3

Dinda yang baru saja sampai di kampus namun hari itu dia terlihat tidak segar seperti biasa, padahal hari itu Dinda harus menghadapi jadwal kuliah yang padat hingga sore nanti. Bagaimana tidak lelah, raga Dinda semalaman suntuk di gempur habis habisan oleh suaminya, ditambah ekstra part setelah subuh semakin membuat tenaga Dinda terkuras.


Membayangkannya saja Dinda bergidik ngeri sendiri ketika Dika terus menggila diatas tubuhnya. Dika sudah melarang Dinda untuk kuliah, namun gadis yang sudah bukan perawan lagi itu tetap ngeyel ingin kuliah dan tidak ingin ketinggalan mata kuliah. Ingin menolak ajakan suami tapi Dinda juga sangat menikmati.


"Dinda masuk dulu ya bang" ucap Dinda datar saja


Dika melihatnya sangat kasihan, namun dia bisa apa sekarang?! Dinda kekeh mau tetap kuliah dan juga Dika merutuki dirinya sendiri yang seperti mabok perawan. Dia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri saat merasakan miliknya begitu terasa di jepit dengan kuat, dan menimbulkan rasa ingin lagi dan lagi setelah merasakannya. Setelah hampir setahun terpedonya non aktif dan kini kembali aktif dengan mendapatkan sasaran yang masih orisinil. Tentu rasanya seperti baru pertama lagi.


Melihat wajah Dinda lesu dan terlihat kelelahan, membuat Dika mengingat bagaimana panasnya ruangan 4x4 miliknya terasa menguap dengan campuran keringat yang bercucuran sebagai saksi betapa panasnya perrcintaan mereka tadi malam. Bahkan Dika tidak merasa kelelahan meski bermain lama dengan jeda waktu sebentar untuk beristirahat, kemudian di lanjutkan lagi. Ditambah tadi pagi setelah sholat subuh, Dika kembali merengkuh kenikmatan bersama Dinda sampai hanya sarapan roti, susu dan selai karena Dinda tidak sempat memasak untuk sarapan pagi.


"Beneran mau tetep masuk kuliah?" tanya Dika saat mereka baru saja turun dari motor.


"Iya bang, sudah sampai kampus juga. Dinda masuk ya" ucap Dinda


"Bunda kuliah dulu ya Fatih" Dinda mengusap kepala Fatih


"Iya unda" Jawab Fatih

__ADS_1


Kemudian Dinda pamit dan berjalan lebih dulu menuju ke kelasnya, sementara Dika dan Fatih berjalan ke arah lain menuju ke ruang Dosen. Dika akan mengajar kelas Dinda pagi ini.


"Pagi Kak Dinda" Sapa Zara saat Dinda baru saja masuk


"Pagi" Jawab Dinda dengan lesu lalu duduk di sebelah Zara


"Kok lesu banget?! ada apa kak?!" tanya Zara bingung


"Gak papa, masih ngantuk, aku tidur sebentar ya, nanti kalau dosen masuk bangunin aku" ucap Dinda yang kemudian meletakkan tasnya dan merebahkan kepalanya di meja. Dinda sudah tidak bisa menahan kantuknya lagi hingga dia cepat sekali tertidur.


10 Menit berlalu, Dika masuk kedalam kelas dan menyapa semua mahasiswanya. Tatapannya mencari cari keberadaan istrinya dan Dika menemukan sosok Dinda yang masih ambruk didepan mejanya


"Kak Dinda! Dosen udah masuk!" Senggol Zara dan Dinda langsung terbangun kaget, wajahnya kusut dan matanya masih merah sembab.


"Dinda, kamu keluar dulu, cuci wajahmu!" Ucap Dika dengan tegas


"Baik pak!" Dinda segera berdiri dan berjalan cepat keluar dari kelas

__ADS_1


"Saya tidak suka ada mahasiswa tidur di kelas! kalau mau tidur mending tidak usah kuliah! tidur saja dirumah!" Ucap Dika dengan tegas


Dika memperingatkan semua mahasiswanya agar mereka tidak mencontoh Dinda yang sampai tidur di kelas. Sementara Dinda yang mendengar ucapan Dika pun sedikit ngedumel dan menyalahkan suaminya.


"Ini semua kan juga karena abang! coba gak di ajakin lembur sampai pagi, pasti aku gak ngantuk!" batin Dinda yang terus berjalan ke toilet dan mencuci wajahnya. Setelah segar kembali, Dinda berjalan kembali menuju ke kelas dan disana kelas sudah dimulai. Tatapan Dika dan Dinda bertemu namun raut wajah Dinda tidak bersahabat.


"Wah, apa Dinda marah padaku?!" batin Dika


.


.


.


.


Maaf yah telat update🤭 lagi riweh di dunia nyata, habis d Vaksin lemessss🤐

__ADS_1


__ADS_2