
Dinda masuk kedalam kelas, disana dia sudah di sambut oleh zara dan Angga meski sebenarnya Angga tidaklah satu tingkat dengan mereka. Dinda terlihat begitu senang karena kembali bisa bertemu dengan teman teman nya
"Selamat datang kembali kak Dinda" ucap Zara memberikan buket coklat yang sudah dia siapkan sebelumnya
"Makasih yah,,, karena bantuan kalian berdua, aku bisa kembali kuliah lagi" Ucap Dinda pada keduanya
"Sama sama" Jawab Angga dengan tersenyum
"Kak, manis banget sih senyummu!" kekeh Zara menggoda Angga
"Diam lu bocil!" Sahut Angga yang kemudian pergi meninggalkan Dinda dan Zara
"Ck! bocil! siapa yang bocil kak?!" Tanya zara dengan sedikit berteriak. Namun Angga tetap berlalu
"Ish! dia mengatai ku bocil! bocil darimana juga?! gede gini di bilang bocil?" cetus Zara kesal sendiri. Dinda tersenyum kemudian mengajak Zara masuk kedalam kelas
"Sudah,,, ayo masuk, sebentar lagi kelas di mulai" ucap Dinda
Tak lama kemudian Dika masuk kedalam kelas Dinda dengan wajah seperti biasa dia mengajar. Tidak berubah sedikitpun dari pertama dia memasuki ruang kelas itu. Tatapan sempat bertemu Dinda, Dinda tersenyum kecil dan Dika membalasnya dengan senyum kecil. Namun tak lama, Kemudian Dika memulai perkuliahan pagi itu.
Sementara di tempat lain...
Dimas baru saja sampai di area empang Sekar. Gara gara mama Nadira terus saja menerornya setiap hari, terpaksa Dimas akan menemui Sekar dan memintanya untuk kembali mengirimkan ikan gurame ke restoran keluarga mereka.
Setelah Dimas melalui jembatan yang beberapa waktu lalu tempat pertama kali bertemu dengan sekar dan bertengkar dengannya, kini Dimas melihat empang empang milik gadis ikan itu rupanya cukup besar. Bahkan ada beberapa orang yang tengah bekerja
"Permisi pak" ucap Dimas
"Iya mas, ada yang bisa saya bantu?"
__ADS_1
"Saya mau ketemu dengan ibu sekar, ada?" tanya Dimas
"Oh ada pak, itu ibu sekar di empang paling ujung" tunjuk pegawai itu
"Oh oke, terima kasih"
Dimas melangkah dengan pasti dan terlihat tegas, gagah menuju ke empang paling ujung milik sekar. Sementara Sekar masih sibuk membersihkan empang nya.
"Sekar" Ucap Dimas
Sekar menghentikan kegiatannya dan menoleh ke samping
"Kamu?!" Sekar kaget melihat kedatangan Dimas
"Mau apa kamu kemari hah?! ngajakin ribut?? ayo sini, siapa takut hah!" Sekar membanting jaring di tangannya dan menaikkan lengan bajunya ke bahu dengan raut wajah tak suka pada Dimas.
"Ora sudi! kan kamu sendiri yang bilang, kalau kamu tidak mau lagi mengambil ikan gurame dari Empang ku! tapi kenapa sekarang kamu mau aku kembali memasok ikan?! kata nya kamu mau mencari pedagang ikan lain! silahkan sana! aku tidak akan mau memasok ikan gurame ku ke restoran keluargamu lagi!!!" Jawab Sekar dengan berkacah pinggang
Dimas terpaksa menurunkan sedikit gengsinya demi ingin selamat dari amukan sang mama.
"Aku akan melakukan apapun , tapi kamu harus mau kembali memasok ikan di restoran keluargaku" ucap Dimas
Sekar tampak berfikir sebentar,,,
"Ini saatnya memberi pelajaran untuk pria sombong seperti dia!! Dia adiknya Dika kenapa sangat jauh sifatnya dari Dika?!" Batin Sekar
"Hey! kenapa bengong sih?!" tanya Dimas
"Aku sedang berfikir! oke, aku akan kembali memasok ikan gurame di restoran keluargamu tapi aku punya 2 syarat!" ucap Sekar
__ADS_1
"Apa?!" Sahut Dimas dengan cepat
"Pertama, kamu harus minta maaf padaku, karena kamu sudah menghinaku!" ucap Sekar
"Baik, Aku minta maaf sekar,,," sahut Dimas
"Apa apaan itu?! gak tulus!" cetus sekar
Dimas menghela nafas kasar dan menatap sekar dalam dalam
"Aku minta maaf" Dimas mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dada saat menatap Sekar.
"Ya, aku maafkan. Masih ada 1 lagi,,," ucap sekar menggantung kalimatnya
"Apa?!" tanya Dimas
"Jika kamu ingin pasokan ikan gurame dari empang ku, maka,,, kamu sendiri yang harus menjaringnya setiap hari!" Ucap Sekar dengan tegas
"Apa?!"
Dimas kaget sampai mulut nya menganga
.
.
.
.
__ADS_1