
Dika baru saja sampai di sebuah rumah yang cukup besar bersama Dinda, rumah itu adalah rumah pak Anjas. Lalu Keduanya turun dan berjalan menuju rumah itu. Dika mengetuk pintu dan tak lama keluarlah seorang pria paruh baya keluar
"Assalamualaikum pak Anjas" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam Dika, Silahkan masuk" keduanya masuk kedalam dan mereka di persilahkan duduk.
"Ada apa ya pak, bapak mencari saya tadi?" tanya Dika
"Oh,, begini. Bapak ingin sampaikan. Sewa tempat itu akan bapak naikkan" Jawab Pak Anjas tanpa basa basi
"Berapa pak?" tanya Dika langsung
"Setahun 15juta dan harus dibayar 5 tahun langsung" Jawab Pak Anjas
Deg!
Dika tercengang saat mendengar nominal uang sewa tempatnya berjualan naik begitu drastis. Dari sewa yang hanya 35juta untuk 5 tahun kini menjadi 75juta.
"Ya Allah Dapat uang dari mana sebanyak itu?!" batin Dika
"Pak,, maaf kenaikannya begitu signifikan ya. Apa tidak ada keringanan buat saya pak?" tanya Dika
__ADS_1
"Semua sama saja Dika, bapak juga memberlakukan sama untuk yang lain. Bapak sudah tidak bekerja lagi dan hanya mengandalkan tempat itu" jawab pak Anjas beralasan. Yang sebenar nya tempat itu nanti akan di buat jualan sendiri oleh anak pak Anjas melihat ramai nya warung Dika beberapa bulan belakangan ini.
Dika tertunduk lesu mendengar jawaban pak Anjas
"Kalau dibayar per bulan pun itu sama saja abang akan kesulitan dan abang gak akan dapat apa apa! kenapa tiba tiba pak anjas menaikannya berkali lipat?" batin Dinda merasa ada yang tidak beres
"Keputusan saya sudah bulat, kalau kamu mau memperpanjang tempat itu, akhir bulan ini saya tunggu pembayarannya" Ucap pak Anjas
"Saya fikirkan dulu ya pak, karena saya perlu berdiskusi dengan istri saya" Jawab Dika
"Iya saya tunggu secepatnya, karena banyak yang mau menyewa tempat itu" jawab pak Anjas
Kemudian Dika pamit pulang dan langsung pulang kerumah karena Dinda akan bersiap untuk ke kampus.
"Abang bisa saja menyewa tempat itu, tapi,,, kita gak ada modal lagi dan gak akan bisa bayar karyawan. Belum lagi harga makanan dan minuman tentu akan naik " ucap Dika terduduk lesu di ruang ramu rumahnya.
"Bang,,, kalau menurut Dinda,,, kita cari tempat lain saja bang" ucap Dinda
"Gak mudah cari tempat jualan, apalagi di kota Dinda,," jawab Dika
"Kita coba dulu aja bang, kita coba cari tempat lain, siapa tau dapat kan?" tanya Dinda meyakinkan suaminya. Sejenak Dika berfikir lalu menganggukkan kepala tanda setuju.
__ADS_1
Setelah itu Dinda bersiap untuk ke kampus dan Dika akan ke warung mie ayamnya. Sebelum mereka ke kampus, Dika dan Dinda menjemput Fatih lebih dulu dirumah orang tua Dika.
Selama di warung Dika mencoba mencari cari tempat jualan yang baru melalui jejaring internet dan juga menghubungi beberapa temannya. Namun belum juga mendapatkan hasil. Setelah jam makan siang, Dika mengajak Fatih untuk menjemput Dinda dan setelah itu ketiganya berkeliling mencari tempat yang di sewakan untuk jualan.
Beberapa tempat yang mereka datangi rata-rata sewanya juga mahal dan Dika tidak akan mampu untuk membayarnya, kalau pun mampu akan membebankan customer nya. Ketiganya tidak berhenti disana, mereka masih terus berusaha mencari kios ataupun warung yang disewakan sampai waktu sudah menjelang maghrib ketiganya baru sampai dirumah.
Lelah? iya jelas mereka bertiga lelah setelah berkeliling kota selama berjam jam namun belum juga membuahkan hasil.
Dinda memandikan Fatih terlebih dulu di kamarnya sementara Dika juga membersihkan dirinya di kamar mandi. Pikirannya masih ruwet memikirkan kelangsungan usahanya yang sudah ia rintis sejak dia kuliah.
"Haruskah semuanya Berakhir sekarang?"
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa yah kasih uni kembang kopinya😍 Biar ada tambahan tenaga nulis pas puasa gini😁 Makasihhh💖