Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Kau Yang Menabur Luka


__ADS_3

Dika baru saja sampai di rumah kedua orang tuanya. Saat dia sampai, Dika sudah di sambut hangat oleh Fatih yang sedang bermain di halaman bersama eyang kakungnya. Kemudian Dika turun dari motor dan menyapa mereka


"Ayah" Fatih bersorak gembira


"Sayang" jawab Dika yang langsung di tubruk tubuh gembul putranya.


"Assalamualaikum pa" sapa Dika


"Wa'alaikumsalam" Jawab Papa


"Motor ini masih awet saja ya Dik, suaranya juga masih enak" ucap papa saat melihat motor Vespa Dika


"Iya pa, mesinnya masih bagus, Dika kan sering service biar awet" Jawab Dika


" Bagus itu, ini motor dari jaman kamu masih SMA kan? Apa kamu gak mau beli mobil? Jatah mobil kamu dari papa gak mau kamu ambil?" tanya Papa


"Dika masih sayang motor ini pa,, lagian nanti kalau punya mobil, motor ini jadi pensiun" jawab Dika dengan tersenyum


"Tapi pikirkan juga, anak dan istrimu.,," jawab papa


"Nanti kalau sudah ada anggota baru, mungkin Dika akan membeli mobil" Jawab Dika yang tidak ingin melihat wajah papanya kecewa.


"Terserah kamu" Jawab papa


"Dimas masih dirumah kan pa? belum ke kantor?" tanya Dika


"Ada di dalam dia, kenapa?" tanya Papa


"Dika ada perlu, Dika kedalam dulu ya pa" Jawab Dika yang kemudian masuk kedalam untuk menemui Dimas. Saat masuk Dika bertemu dengan mamanya dan dia menyapa seperti biasa. Hanya ngobrol sebentar, tak lama Dimas terlihat sudah keluar dari kamar dan turun kebawah.

__ADS_1


"Dimas, abang mau bicara sama kamu" ucap Dika langsung tanpa basa basi


"Ada apa bang?! tumben cariin aku!!" jawab Dimas ketus


"Bagaimana hubungan kamu dan Tasya?!" tanya Dika


"Kenapa abang tanyakan itu?! untuk apa mengurusi urusanku??" Jawab Dimas


"Karena itu penting untuk abang!" Jawab Dika dengan tak kalah ketus


"Adik mu sudah membatalkan pertunangan itu!" sahut mama


"Apa alasanmu memutuskannya?" tanya Dika


"Apa urusanmu bang?!" Sarkas Dimas


"Tentu menjadi urusan abang! abang yakin kau memutuskan hal itu sepihak dan dengan caramu yang tidak berperasaan! kau tidak pernah belajar dari masa lalu Dimas!" ucap Dika dengan nada tinggi


Bug!


Dika yang tidak sempat menangkis akhirnya limbung akibat pukulan Dimas hingga merobek ujung bibir Dika.


"DIMAS!!" Teriak mama


"Minggir ma! mama gak usah ikut campur! ini urusanku dan abang!" Ucap Dimas meledak ledak


Dika bangkit dan mengusap ujung bibirnya yang berdarah. Dika mendengus kasar lalu bergerak cepat mengarah ke Dimas


Bug!

__ADS_1


Bogeman keras dilayangkan Dika hingga merobek ujung bibir Dimas juga. Kini keduanya sama sama terluka. Lalu Dika mencengkram kuat kerah kemeja Dimas dengan tatapan penuh amarah


"Dimana otakmu berfikir! kau sendiri yang membuang Dinda!!" Hardik Dika


Bug!


Satu bogeman keras lagi mengenai wajah Dimas.


"Aaa!! BERHENTI!!" Teriak mama Nadira yang menghentikan mereka. Jika tidak di berhentikan, Dimas akan babak belur di tangan Dika yang memiliki kemampuan karate sabuk hitam.


"Kau yang menabur luka! jangan salahkan aku yang mengobati luka itu dan menyembuhkannya! harusnya kau malu masih mengejar Dinda , sama halnya kau menjilat ludahmu sendiri! Cih!" Dika bedecih lalu mendorong Dimas hingga tersungkur di lantai


"Ada apa ini?!"


Pak Dirdja datang tergopoh gopoh setelah menitipkan Fatih pada art dirumah itu. Pak Dirdja kaget saat melihat kedua putranya terluka


"Jelaskan pada papa!" Ucap pak dirdja meninggi


"Karena ulah Dimas pa, beasiswa Dinda di cabut dari kampus! dan aku di keluarkan dari pekerjaan ku!" Ucap Dika


"Kenapa aku yang disalahkan bang?!" Ketus Dimas


"Karena Tasya dibalik semua nya! Dia datang ke kampus menemui Dekan Fakultas dan mengancam dekan dengan kekuasaan papanya!" Ucap Dika membuat semua orang diam. Semalam, Dika mendapat infomasi itu dari Angga yang sudah berhasil meyakinkan papanya. Mudah saja papa Angga menggali informasi itu karena dirinya adalah salah satu pemegang saham. Semua orang disana tercengang


"Abang tidak masalah jika abang harus kehilangan pekerjaan abang! tapi abang tidak rela jika impian ISTRI abang di hancurkan orang lain! Abang tidak akan tinggal diam!" Tatapan Dika tajam menusuk kearah Dimas.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2