Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dua kepribadian


__ADS_3

Setelah baca, jempolnya di goyang sedikit yah buat like dan komen. Biar semangat yang nulis gulali ini. Awas baper🤗


________________________________


"Nemu berlian? dimana bang?" tanya Dinda dengan antusias


"Disini!"


CUP!


Dinda kaget dengan gerakan cepat Dika yang menyatukan mereka. Namun sebentar Dinda kaget lalu memejamkan mata saat Dika mulai menyesapnya. Oh ya ampun, bahkan mereka sudah lupa daratan sekarang saling bergulat dan bertukar rasa , Untung saja Fatih masih tertidur pulas dengan memeluk guling kesayangannya sekarang.


Dinda sudah berpindah tempat duduk, tempat ternyaman saat ini adalah duduk di pangkuan suami. Memadu kasih, meneguk manisnya cinta. Sekuat mungkin Dinda menahan suaranya yang hampir meledak saat bayi besarnya sudah bermain main di tempat Favoritnya.


"Oh ya ampun,,,, Rasanya,,,,aku ingin meledak saja" batin Dinda semakin menarik rambut Dika, menekan kuat dan meremass remass rambutnya.


"Bang,,, cukup,,," suara Dinda terdengar bergetar, namun Dinda masih enggan melepas tangannya di rambut Dika


"Sebentar lagi, manis banget ini" Dika menjawab namun terdengar seperti gumaman saja


"Kita,,, di Warung bang,,,ada,,, fatih,, nanti bangun,, " Dika tersadar lalu mendongak ke atas menatap Dinda yang juga menatapnya dengan tatapan sayu penuh damba


"Sumpaaaahhhh! bang Dika ganteng banget , demi apapun! Oh masyaa Allah!" batin Dinda menjerit sendiri


Cup!


"Abang kebabalasan ya? maaf ya" Dika membetulkan kembali kemeja Dinda yang sudah berantakan . Wajah Dinda memerah, dia pun memalingkan wajahnya karena malu


"Abang mesum nya gak tau tempat, kalau ada yang lihat gimana?" ucap Dinda yang masih berada di pangkuan Dika dan menunggu Dika membenarkan pakaiannya


"Habis kamu itu bikin abang ,,,,," Ucapan Dika terpotong lalu berbisik di dekat telinga Dinda dan membuat Dinda geli

__ADS_1


"Abangg!! jail banget!" cetus Dinda dengan manja


" kalau kamu kayak gini, abang beneran gak kuat Din! pengen abang ajak gelut!" ucap Dika yang kemudian menangkup wajah Dinda dan mengecupi keseluruhannya.


"Abang sayang sama Kamu" ucap Dika dengan tatapan tulusnya


"Dinda juga sayang sama pak Dosen" Dinda tersenyum lebar


"Oh iya, tadi Dinda sedikit takut, kok abang bisa berubah 180° sih? di kelas abang kelihat jutek abis! tatapannya tajem banget! kelihat bener bener killer! tapi sekarang kok beda?! abang punya dua kepribadian ya??" tanya Dinda bingung tapi Dika malah tersenyum


"Iya abang punya dua kepribadian. Di kampus, abang harus bersikap tegas dan profesional saat mengajar. Itu agar tidak ada yang main main di kelas saat abang sedang mengajar. Berbeda kalau di rumah, abang sebagai seorang ayah, dan suami jadi harus sayang sama istri dan anak" jawab Dika


"Serem tau pas abang melirik Jonas tadi. Dinda aja kaget abang bisa gitu" jawab Dinda


"Jangan galak galak yah sama Dinda, kan dinda istri abang" kekeh Dinda


"Kalau Dinda nakal yah abang hukum dong! masak abang pilih kasih?! apa mau dihukum yang enak?" tanya Dika tersenyum jahil


"Duh duh,,, istriku polos sekali,,, nanti deh abang tunjukkan hukuman yang enak gimana! tunggu Arjuna ketemu Dara!" jawab Dika yang kemudian memeluk Dinda


Dinda pun tersenyum lalu membalas pelukan Dika.


Tak lama kemudian, Dika keluar untuk mengontrol pekerjaan para pegawainya , sedangkan Dinda di ruangan itu menunggu Fatih bangun dan mengerjakan tugas kuliahnya. Meski Dinda tidak menyukai pelajaran bahasa inggris, tapi dia cukup paham.


"Mending aku disuruh ngerjain soal Fisika dan kimia daripada harus ngerjain bahasa Inggris! Oh ya ampun,,," Dinda ngedumel sendiri


**


Waktu sudah beranjak sore, Dika pun mengajak Dinda dan Fatih pulang kerumah. Begitu sampai dirumah, Dinda langsung mengajak Fatih untuk membersihkan diri, kemudian menyiapkan makan malam dan setelah itu barulah Dinda membersihkan diri, sedang Dika dan Fatih tengah duduk di depan TV.


"Fatih, Ayah ke masjid, fatih mau ikut gak?" tanya Dika

__ADS_1


"Mau" jawab Fatih


"Oke, tunggu sebentar ya , ayah ganti baju dulu, baru kita ke masjid" Ucap Dika dan diangguki oleh Fatih


Lalu Dika beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju ke kamarnya.


Ceklekk


Langkah Dika terhenti di depan pintu dengan mata yang tak ingin berkedip


Deg!


"Ya Allah,,, dia sudah halalkan untukku?!"


.


.


.


.


.


.


Kira kira bang Dika lihat apa yahh??🤭 dan


Mungkin kayak gini yah juteknya Mr. Dika di kelas 🤭


__ADS_1


Foto hanya pemanis aja ya gaessssssss😍


__ADS_2