
"Buk,,! Sekar kok di dandanin gini sih bu?!" Sekar terlihat kesal saat bercermin dirinya di dandani sang ibu sudah seperti pengantin saja make up nya. Terlalu tebal menurut Sekar namun tidak bagi Ibu Sekar yang lebih mengerti, maklum ibunya Sekar mantan assisten MUA dulu saat masih muda.
"Ah kata siapa?! udah cantik gini kok. Ayo berangkat, telat nanti!" ibu tidak mau banyak di protes, lalu Sekar langsung di tarik keluar pondok dan menghampiri bapaknya Sekar.
"Kang Bowo, tolong ikut kita ya, jadi supirnya Sekar" ucap bapaknya sekar
"Siapp pak!" jawab Bowo yang langsung mengambil motornya
"Memangnya kita mau kondangan kemana sih buk? Sekar kok di seret seret gini?! disini lagi banyak kerjaan,,, dan lagi ini baju kebayak jaman kapan kayak gini modelnya?!" protes sekar
"Kamu mau protes?! ini kebaya jaman ibu muda dulu, hitss pada jamannya. Terus kalau gak pake kebaya ini kamu mau pake kebayak apa? kebayak yang sudah kamu gunting gunting itu?!" jawab ibu sambil terus menyeret Sekar
"Ya enggak bu, tapi jawab dulu,, kita mau kondangan kemana sepagi ini?! perasaan kalau pesta itu mulai jam 10, ini masih jam 8 lewat sedikit, kepagian bu,,,, apa kita mau jadi panitia?! apa kita bantuin masak?" tanya Sekar
"Banyak banget sih nanya nya?! ibu sampe pusing. Udah nanti saja di jelaskan, kamu itu cerewet sekali" jawab ibu
"Ibu juga cerewet" jawab Sekar
"Ada apa sih?! kenapa kalian ribut?!" tanya bapaknya sekar
"Ini loh pak, anakmu banyak nanya, padahal tinggal ikut saja banyak protes" jawab Ibu
"Pak, memangnya kita mau kemana sih?! kondangan kemana?" tanya Sekar
"Loh, Kok Sekar malah tanya? bukannya dia tau kalau hari ini dia akan menikah?! ini bagaimana sih sebenarnya?" batin bapaknya sekar
"Sudahlah, kamu ikut saja. Toh hanya sebentar. Kamu bonceng kang Bowo ya" ucap bapak
__ADS_1
Sekar tidak ingin membantah lagi meski di benaknya terdapat ribuan pertanyaan. Lalu Sekar naik ke atas motor kang Bowo sementara ibu dan bapak pun berada di depan, kemudian mereka menuju ke kantor KUA terdekat.
Sementara itu,,,
Mobil Dika sudah sampai di kantor KUA sesuai yang di share lok oleh Dimas sebelumnya. Melihat titik yang di temukan, Dika sempat kaget ketika melihat titik map berada di depan kantor KUA
"Loh kita kok ke kantor KUA bang?" tanya Dinda
"Iya yah? tapi ini sesuai map yang dikirim Dimas" jawab Dika yang menghentikan mobilnya di depan kantor KUA
"Itu mobil Dimas" Dika melihat di parkiran ada mobil Dimas yang sudah terparkir disana. Lalu Dika menjalankan mobilnya dan mencari tempat untuk parkir.
"Kenapa kita kesini ya bang? ada apa?" tanya Dinda
"Abang juga tidak tau, kita lihat saja yah,," Lalu Dika dan Dinda keluar dari mobil mereka dan tak lama Dimas keluar dari kantor KUA itu.
Kemudian Dika dan Dinda berjalan bergandengan menghampiri Dimas yang berdiri di depan pintu masuk, sudah seperti resepsionis saja dia dengan senyum sumringahnya
"Ck! Gandengan terus!" decak Dimas pada Dika dan Dinda
"Kereta aja gandengan! ngiri aja kamu!" Sahut Dika
"Ada apa kamu menyuruh abang kesini?" tanya Dika langsung tanpa mau basa basi
"Aku akan menikah bang" jawab Dimas dengan tersenyum
"Menikah?!" ucap Dika kaget
__ADS_1
"Iya" Jawab Dimas
"Sama siapa? mana mama dan papa?" tanya Dika
Dimas menghela nafas kasar sebentar
"Mama gak tau soal ini bang, tapi papa tau" jawab Dimas
"Nekad kamu! kamu tau kan bagaimana mama Nadira?!" ucap Dika sedikit meninggi, menurutnya kali ini Dimas terlalu gegabah
"Dimas tau bang, setelah menikah nanti Dimas akan bicara lagi sama mama bang,, mama menentang keras. Tapi papa mendukung bang" jawab Dimas
"Terserah padamu, kamu sudah besar. Harusnya kamu bisa menghadapi semuanya dengan sikap dewasa" Ucap Dika
"Iya" jawab Dimas, dia sedikit merasa tidak enak karena saat itu ada Dinda. Wanita yang dulu pernah ia sakiti hatinya.
Dinda sedari tadi hanya diam, bahkan mulut tidak mampu berucap sama sekali sejak tadi, rasa sakit kembali berdenyut saat mengingat dulu Dimas meninggalkan dirinya ketika mereka hampir saja menikah. Meski dia sudah tidak cinta, namun nyatanya luka itu kembali menganga. Ingin rasanya Dinda menangis, tapi dia tidak ingin terlihat lemah sekarang.
"Jadi kamu akan menikah dengan siapa?" tanya Dika
"Itu mereka bang" Dimas menunjuk rombongan keluarga Sekar memasuki area kantor KUA
"SEKAR?!"
.
.
__ADS_1
.