
Setelah kejadian sore itu, Fatih ingin tidur di kamar Dika bersama Bunda dan Ayahnya, karena Fatih ingin memastikan keduanya benar benar sudah berbaikan bukan bohongan.
Malam itu Fatih mengambil posisi di tengah tengah antara bunda dan ayah nya. Dika tidak bisa menolak dan membiarkan saja Fatih tidur bersama mereka malam itu, meski sebenarnya dia ingin mengulang kejadian sore itu, minimal mengenalkan Arjuna pada Dara. Dika memangku kepalanya dan menatap Dinda dan Fatih bergantian dengan tersenyum.
"Unda,, baca kan celita dong" pinta Fatih
"Ohh boleh,,, Mau cerita apa sayang?" tanya Dinda
"Nabi Nuh" jawab Fatih
"Baiklah" Kemudian Dinda mengambil buku cerita nabi Nuh yang dia belikan waktu itu. Lalu Dinda mulai membacakan cerita dan Fatih sudah bersiap untuk mendengarkan.
"Nabu Nuh adalah nabi ke-3. Beliau keturunan ke-10 dari Nabi Adam. Nuh hidup di tengah kaumnya yang menyembah berhala. Mereka percaya berhala-berhala itu dapat memberikan pertolongan dan apa pun yang mereka minta......." Dinda terus bercerita hingga tanpa terasa Fatih pun tertidur.
Sementara Dika yang sedari tadi hanya menatap Dinda yang tengah membacakan buku cerita untuk putranya.
Dinda menutup buku dan meletakkan kembali diatas nakas
"Abang kenapa lihatin Dinda gitu sih?" Ucap Dinda malu malu
"Abang jadi iri sama Fatih,,," sahut Dika
"Kok gitu?" tanya Dinda
"Abang juga pengen di bobokin kayak fatih tadi" Jawab Dika dengan tersenyum dan Dinda terkekeh kecil
"Abang nih ada ada aja! tidur ya tinggal tidur bang" ucap Dinda
Dika bangun lalu beranjak dari tepat tidurnya. Dinda melihat Dika yang berjalan mengitari ranjang king size itu dan tak lama Dika merebahkan dirinya di belakang Dinda
__ADS_1
"Abang,,," Dinda kaget saat Dika memeluknya dari belakang
"Abang mau bobok kayak gini, pengen bobok sambil peluk bunda nya Fatih" bisik Dika dan Dinda tersenyum kecil dan membiarkan Dika memeluknya
"Boleh kan?" tanya Dika
"Boleh" Jawab Dinda
Dika tersenyum kemudian mempererat pelukannya. Ingin meminta lebih takut dikira ngelunjak. Dika pun memberanikan diri mengecup kepala Dinda sebelum tidur, setelah itu mereka pun tertidur bersama.
"Mimpi Indah Dinda ku"
Dika tersenyum dalam tidurnya
***
Dika terbangun dari tidurnya dan dia pun tersenyum kala melihat Dinda yang sudah berbalik badan dan tidak memunggunginya lagi. Melihat Dinda dan Fatih yang masih tertidur, Dika pun menunduk dan sedikit memberi sapuan hangat pada si merah jambu yang sepertinya melambai lambai kepadanya. Setelah melakukan itu, Dika cepat cepat turun dan ke kamar mandi untuk bersiap ke musholah.
Tak lama Dinda terbangun dari tidurnya saat mendengar suara adzan berkumandang. Tangannya bergerak mencari keberadaan Dika di sampingnya namun sudah kosong.
"Abang sudah bangun?" ucap Dinda melihat sisi kirinya kosong. Kemudian Dinda bangun dan merapikan rambutnya.
Ceklek
Dika keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk putih di pinggangnya. Saat Dika melihat Dinda sudah bangun, ia pun ingin memperlihat kan kegagahan nya
"Abang?" Dinda langsung menatap kaget kearah Dika
Cekgluk
__ADS_1
Dinda segera memalingkan wajah nya ke samping, dan wajah nya sudah berubah merona saja saat melihat pahatan pahatan indah yang terlihat jelas pagi itu, terlihat sangat gagah perkasa. Sementara yang punya sudah penuh percaya diri memamerkan apa yang dia miliki.
"Tuh kan Dinda terpesona!" batin Dika bangga
Dika melangkah dengan pasti dan tingkat percaya dirinya semakin naik saat Dinda belum berani menatapnya. Alih alih ingin menghampiri Dinda dan semakin mendekat
Sssuuutttt
Bruukkkk
Dika malah terpelesettt lalu terjatuh dan langsung menimpa Dinda diatas tempat tidurnya
"Uuhhhgg! berattt bang" Dinda merasa sesak saat di timpa Dika diatasnya.
Dengan cepat Dika bangkit dan Dinda pun langsung duduk bersamaan itu.
"Aaaa!!" Dinda menjerit saat handuk Dika terlepas
.
.
.
.
.
Eh apa tuh🤣
__ADS_1