
Dika sudah sampai di kampus utama, lalu Dinda turun dan Dika membantu Dinda melepaskan helm yang dipakainya.
"Nanti abang jemput pulangnya ya" Ucap Dika dengan lembut pada Dinda
"Iya bang, abang mau ke warung ya?" jawab Dinda
"Iya nanti abang ke warung. Kamu jangan terlalu memikirkan soal dirumah tadi. Fokus saja pada kegiatan hari ini" ucap Dika
"Iya bang, abang juga,, jangan terlalu memikirkan hal tadi" ucap Dinda
"Enggak, abang sudah yakin, Dindanya abang akan tetap jadi milik abang" Ucap Dika sambil meraih tangan Dinda dengan lembutnya. Dinda tersenyum sebentar lalu menarik tangannya saat merasa malu karena mereka di tempat umum
"Dinda ke sana dulu ya bang" Dinda malu malu dan menunjuk ke arah lapangan kampus utama
"Iya,, abang juga akan pergi. Assalamualaikum" Ucap Dika sambil menghidupkan vespanya
"Wa'alaikumsalam, hati-hati bang" ucap Dinda
"Iyah,,, semangat ya" ucap Dika
"Semangatttt!" jawab Dinda dengan senyum sumringahnya
Kemudian Dika menjalankan motornya meninggalkan kampus utama, sementara Dinda bergabung bersama mahasiswa baru lainnya dan akan mengikuti agenda kampus pagi itu.
Sampainya di kampus ke dokteran, Dika menuju ke ruang dosen. Dia mengambil absen lalu berjalan lagi menuju ke kelas tempatnya mengajar pagi itu Ruangan A.04 lantai dasar.
"Assalamualaikum" Dika masuk kedalam ruangan dan semua mahasiswanya sudah bersiap untuk menerima pelajaran pagi itu
"Wa'alaikumsalam" Jawab mereka semua.
Dika meletakkan tas dan juga buku bukunya diatas meja. Setelah itu Dika mengeluarkan satu buku dan menatap satu persatu secara cepat para mahasiswanya. Pandangannya terhenti saat melihat ada Angga yang duduk di tengah berdekatan dengan temannya dan saat itu juga Angga tengah menatap Dika.
__ADS_1
"Okay, let's start this morning's material and continue last week. Please open your book page 45..." Kemudian Dika menjelaskan lebih lanjut materi pagi itu kepada para mahasiswanya.
"Any Question?" tanya Dika
Beberapa mahasiswa bertanya kepada Dika tentang materi yang belum mereka mengerti, Dika pun kembali menjelaskan dan memberi contoh sekali lagi agar mereka paham. Dika sangat senang jika kelasnya aktif, para mahasiswanya aktif bertanya dan akan terjadi feedback yang bagus kedepannya. 2 Jam terlewati, kelas Dika akhirnya selesai. Lalu Dika keluar kelas lebih dulu.
"Pak Dika, tunggu,,"
Langkah Dika terhenti saat mendengar suara Angga menghentikannya. Dika berbalik dan menatap kearah Angga yang berlarian mengejarnya.
"Ada apa? apa ada materi yang belum jelas?" tanya Dika seolah tidak tau, pasti ada hubungannya soal Dinda
"Bukan itu pak, saya mau bicara dengan bapak hal lain" ucap Angga
"Kita ketemu di perpustakaan" jawab Dika yang kemudian kembali berjalan menuju ke ruang dosen. Sementara Angga lebih dulu ke gedung perpustakaan. Setelah Dika menyimpan absen mahasiswanya, Dika menyusul Angga ke gedung perpustakaan itu juga.
Sampainya Dika di perpustakaan...
Dika menoleh dan menghampiri Angga yang sudah duduk di kursi baca. Suasana perpustakaan disana masih sedikit sepi, hanya ada beberapa mahasiswa yang berada disana. Lalu Dika duduk tak jauh dengan Angga
"Ada apa?" Tanya Dika
"Begini pak, Kemarin,, saya melihat bapak pulang bersama Dinda. Em itu,, Dinda Asmarani mahasiswa baru itu teman SMA saya pak. Saya ingin tau, ada hubungan ala bapak dan Dinda? karena setahu saya, Dinda memang punya kakak, tapi bukan bapak" ucap Angga dengan serius
"Dinda itu istri saya" jawab Dika
Deg!
Angga kaget dengan rasa tidak percaya
"Isteri?"
__ADS_1
"Iya, istri saya, kami baru sebulan lebih menikah" Jawab Dika dengan wajah tak kalah serius
"Tapi,,, seperti tidak ada pemberitahuan sama sekali pak? dosen dosen juga tidak heboh tanya Angga lagi
"Iya karena dadakan. Dan saya minta, kamu jangan mendekati istri saya, meski saya juga tau jika kamu adalah teman SMA Dinda" ucap Dika dengan tatapan tajam menusuk kearah Angga
"I,,iya pak,,, saya mengerti,,," Jawab Angga gagu.
"Saya rasa sudah cukup jelas, dan saya tidak perlu berulang ulang menjelaskan kamu pasti sudah paham. Permisi bapak harus kembali mengajar" Ucap Dika yang kemudian pergi meninggalkan Angga di tempat itu.
Angga masih tidak menyangka, Dinda sudah menikah secepat itu. Setelah lulus SMA mereka loss kontak karena ponsel Angga kecopetan. Sementara Dinda juga mengganti nomer telfonnya setelah Dimas meninggalkannya dan tidak tau nya mereka kembali di pertemukan dengan situasi seperti itu. Gadis yang dulu diam diam di sukai nya kini sudah menjadi milik orang yang tak lain adalah dosen Angga sendiri Cinta dalam Diam maksudnya.
"Bagaimana bisa Dinda menyukai pria yang jauh lebih tua dari dia?! belum lagi,, pak Dika itu kan Duda. Masak iya Dinda jadi simpanan pak Dika?! Oh God! Aku harus memperjelas ini semua saat bertemu Dinda nanti.
"Apa tidak ada lelaki lain yang bisa di pilih Dinda daripada pak Dika, contohnya aku,, aku kan ganteng, kaya, calon dokter lagi! aaarrgghhh!! kenapa dulu aku gak langsung nembak dia aja sih! " Angga keluar dari perpustakaan sambil mengomel sendiri
Sementara itu, Dika cukup tenang karena sudah memberitahukan semua nya kepada Angga, dengan harapan pemuda itu berhenti mengejar Dinda. Dika tidak akan membiarkan satu orang pun mengambil Dinda, Dika akan melakukan apapun untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga nya.
.
.
.
.
Mau dapet double update lagi?
Kasih bunga dulu dong, biar semangat🌹
Semangat yah puasa nya😍
__ADS_1