
"Istri saya hamil dok?" tanya Dika, Dika kaget, jika ia, dia tidak menyangka akan secepat itu. Meski tidak dipungkiri memang itu yang keduanya inginkan. Hanya saja tanda tandanya berbeda dari Sierra dulu saat mengandung Fatih, hingga Dika tidak menyadari sejak awal, kejanggalan istrinya.
Dokter, suster, dan Dinda menoleh bersamaan kearah Dika, Dokter tersenyum ramah
"Kita tes saja dulu ya pak, biar lebih pasti" ucap dokter yang kemudian menyuruh suster untuk mengambilkan alat tes kehamilan. Lalu dokter meminta Dinda untuk menggunakan alat tes kehamilan itu. Dinda paham , dia pun beranjak ke kamar mandi sementara Dika menunggu dengan rasa harap harap bahagia. Lalu Dinda masuk ke kamar mandi ....
Beberapa menit kemudian Dinda keluar dengan raut wajah sulit diartikan
"Bagaimana hasilnya sayang?" Tanya Dika dengan tidak sabaran
"Sepertinya garis dua, tapi masih samar" jawab Dinda dengan menggigit bibir bawahnya
"Bagaimana ini dok? positif atau negatif? " tanya Dika
Dokter meminta hasil testpack Dinda dan melihatnya
"Ini kemungkinan besar positif pak, hanya saja belum jelas garisnya. Untuk memastikan lagi kita langsung USG transvaginal saja bagaimana? ini kehamilan yang ke berapa?" tanya Dokter
"Pertama dok" jawab Dinda
"Ohh baiklah,, silahkan berbaring disana ya bu. Suster, tolong di bantu" ucap dokter menyiapkan alat dan setelah itu dokter melakukan tugasnya.
"Relaks ya bu,,, biar rasanya tidak sakit" ucap Dokter
"Bayangkan saja, ini punya abang, lebih besar punya abang tapi,,," bisik Dika
"Abang,,,," Dinda menatap ke arah dika yang tersenyum jahil
__ADS_1
"Apa perlu foreplay dulu biar kamu bisa relaks?" tanya Dika lagi
"Abang,,,bikin malu ihh sama dokter!, dinda bisa rileks sendiri,,,! " Jawab Dinda yang sangat malu karena kata kata Dika, sementara Dokter dan suster mengulum senyum
"Rileks ya bu,,,"
Dinda terlihat sudah rileks dan dokter mulai memasukan alat kedokteran itu.
"Nah bulatan kecil ini,, sudah terlihat ya bu, tapi masih sangat kecil. Kalau begini, kemungkinan besar ibu Dinda hamil. Usia kehamilan baru masuk 2 minggu, jadi masih sangat muda. Ibu Dinda jangan terlalu banyak fikiran, jangan kerja berat, dan kalau bisa di kurangi aktivitas yang cepat membuat lelah. Kehamilan yang masih awal seperti ini sangat rentan keguguran. Jaga juga pola makan sehat" Dokter sudah menyelesaikan pemeriksaannya
"Jadi istri saya beneran hamil dok?!" Tanya Dika untuk memastikan lagi yang didengarnya itu benar
Dokter paruh baya itu tersenyum kearah Dika
"Iya pak, istri anda hamil, selamat anda akan menjadi calon ayah" Ucap Dokter lebih jelas lagi kepada Dika
"Alhamdulillah ya bang" ucap Dinda merasa haru bahagia karena mendapat kabar bahagia ini
"Selamat yah, sekarang sudah menjadi calon ibu, kita harus menjaga calon bayi kita, adiknya Fatih..." Dika terlihat begitu bahagia sampai mengecup kening Dinda berkali kali tidak peduli di ruangan itu suster yang memalingkan wajah karena ikut baper melihat kebahagiaan mereka.
Kemudian Dinda turun dari bed dan akan kembali duduk mendengarkan penjelasan dokter
"Sayang, pakai dulu ini" Dika menenteng kain segitiga berwarna coklat itu dan menunjukkan pada istrinya
"Oh ya Ampun! dinda lupa bang!" Dinda begitu malu dan langsung menyambar kain segitiga yang di pegang suaminya. Dengan cepat Dinda memakainya
"Maaf ya dok,, saya sekarang seperti jadi pelupa akut" Ucap Dinda merasa sangat malu sementara Dika hanya tersenyum melihat kelucuan istrinya
__ADS_1
"Tidak masalah" Jawab Doker mengulum senyum
Kemudian dokter menjelaskan seputar kehamilan kepada Dinda, Dinda dan Dika juga terlihat begitu fokus mendengarkan penjelasan dokter. Dulu saat Sierra hamil, Dia sama sekali tidak memperbolehkan Dika untuk menemaninya ke dokter. Sierra selalu menolak dan lebih memilih pergi sendirian. Meski kadang Dika masih mengikuti sierra secara diam diam.
Setelah selesai memeriksakan kandungan, mereka berdua pergi dan akan ke kantor Tasya.
"Gak sia sia setiap malam arjuna main terus sama Dara" kekeh Dika saat mereka berada di atas motor
"Gimana gak hamil coba, kalau tiap malam di semburin terus bang" Sahut Dinda
"Kamu bahagia kan sayang dengan kehamilan mu ini?" tanya Dika
"Bahagia bang, sangat bahagia. Anak itu anugerah dan amanah yang dititipkan Allah untuk kita. Jadi Dinda akan menjaga dia, dan juga Fatih yang Dinda anggep sama seperti anak kandung Dinda sendiri meski dia tidak tumbuh dan terlahir dari rahim Dinda" Ucap Dinda
"Terima kasih, atas cinta yang sudah kamu beri untuk abang dan anak anak abang" ucap Dika sambil mengusap tangan istrinya yang memeluknya dengan begitu erat.
"Terima kasih juga, Abang yang sudah memberi kebahagiaan untuk Dinda" Keduanya tersenyum bahagia ....
.
.
.
.
Maaf ya, semalem gagal update, baru ke update pagi ini๐
__ADS_1