
Dinda yang hanya mengenakan pakaian rumahan berdiri di depan teras rumah pagi itu sambil menyapu, Dinda menunggu tukang sayur lewat didepan komplek. Sementara Dika tengah bersama bapak-bapak komplek bergotong royong sejak pagi-pagi tadi.
"Sayuuuuurrrrr!"
Terdengar suara teriakan tukang sayur dan Dinda langsung meletakkan sapunya dan berjalan kedepan.
"Sayur pak" ucap Dinda memanggil tukang sayur
"Ohh iya neng,,, " jawab Tukang sayur
Bukan hanya Dinda yang keluar, tapi juga ada beberapa ibu-ibu lain. Karena hari itu hari minggu jadi komplek itu terasa ramai karena semua orang ada dirumah, tidak seperti biasanya sepi karena mereka berangkat bekerja pagi-pagi.
Terlihat Dinda tengah memilih sayur dan lauk pauk untuk di masak nanti. Sementara dari kejauhan terlihat rombongan bapak-bapak sedang bekerja
"Penghuni baru ya neng?"
"Iya"
"Saudaraan sama Dika?" tanya ibu-ibu
"Saya Istrinya bu" jawab Dinda sopan
"Ohhh,,, sudah lama menikahnya? karena baru tau kalau Nak Dika sudah menikah lagi" tanya ibu yang lain
"Belum lama bu, baru akan sebulan" jawab Dinda cukup ramah menanggapi mereka
"Ohh,,,, pinter yah Nak Dika cari istri, Cantik " Dinda tersenyum kecil ketika mendapat pujian itu. Lalu Dinda memberikan belanjaannya kepada tukang sayur untuk di totalkan
"Kangkung 3ribu, tomat 2ribu, cabe 5ribu, Cumi 30ribu, tempe 5ribu, udah neng ini aja?" tanya tukang sayur
"Iya,, yang lain masih ada stocknya. Jadi berapa pak?" tanya Dinda
"45ribu aja"
Dinda mengeluarkan lembaran biru untuk membayar belanjaannya, setelah di kembalikan sisanya, Dinda pamit lebih dulu kepada ibu-ibu yang lain. Dinda tidak mau terlalu lama disana, apalagi ikut menggosip.
"Dinda"
Dinda menoleh dan melihat Dika yang baru pulang
"Abang,,, udah selesai kerja baktinya?" tanya Dinda
"Udah,, abang laper makanya langsung pulang" jawab Dika
"Yah,, tapi Dinda baru belanja bang, belum ada sarapan" jawab Dinda, Dika merangkul pundak Dinda dan mengajaknya masuk kedalam rumah
"Gak papa, kita bisa masak bareng. Abang bantuin biar cepet" jawab Dika dan Dinda tersenyum.
Para tetangga pun melihat keduanya berinteraksi dari kejauhan nampak bercakap-cakap, ntah apa yang mereka bicarakan.
Sampainya di dapur, Dika membersihkan cumi-cuminya dan Dinda menyiapkan bumbu cah kangkung, dan tempe gorengnya. Mengingat Dika yang katanya sudah sangat lapar, Dinda pun dengan cepat memasak makanannya.
"Ini sudah cuminya" ucap Dika
__ADS_1
"Makasih bang"
Lalu Dinda menggoreng tepung cumi yang sudah di bersihkan oleh Dika dan ia pun membatu Dinda menggoreng cuminya. Sesekali keduanya saling lirik-lirikan dan tersenyum kecil
Lirikan matamu,,,
Menarik hati,,,,
Oh senyuman mu,,,,
Manis sekali
Sehingga membuat, aku tergodaaa,,,
(Pasti bacanya sambil nyanyiðŸ¤)
Beberapa menit kemudian, masakan sudah terhidang diatas meja dan sudah siap untuk di santap. Dinda melayani Dika layaknya seorang istri melayani suaminya dan tentu saja membuat hati Dika berbunga-bunga
"Abang gak ke warung?" tanya Dinda
"Ke warung, setelah sarapan abang kesana. Kenapa din?" jawab Dika
"Dinda ikut ya bang? sepi kalau dirumah sendirian" jawab Dinda
"Emm,, boleh, setelah sarapan kita siap-siap" ucap Dika
"Oke" jawab Dinda
Keduanya terus menikmati sarapan mereka pagi itu. Setelah selesai makan dan membereskan meja makan, keduanya pun ke kamar masing- masing untuk bersiap. Hari itu Dinda akan memakai salah satu hijab pemberian Dika.
Tok
Tok
"Dinda,," Panggil Dika didepan kamar Fatih
Dengan cepat Dinda menyambar tas kecilnya dan membuka pintu kamar
Ceklekkkk
Deg!
Dika mematung saat melihat Dinda yang keluar dari kamar dengan memakai hijab yang dia belikan kemarin. Terlihat cantik
"Abang"
"Bang?"
"Abang???????"
Dinda memanggil-manggil Dika namun Dika masih saja diam menatapnya. Dinda melambai-lambaikan tangan, tapi Dika belum sadar. Lalu Dinda menyentuh lengan Dika dan barulah Dika sadar dari lamunannya
"Eh iya, ada apa din?" tanya Dika gugup
__ADS_1
"Abang kenapa jadi malah ngelamun? nanti ke sambet loh!" tanya Dinda
"Iya abang kesambet bidadari cantik" ucap Dika dengan tersenyum, Sontak saja Dinda tersipu dengan wajah merah meronaa
"Iiiihhh abang bisa aja gombalnya!" sungut Dinda padahal begitu senang karena di puji
"Abang gak gombal, tapi beneran kamu cantik" ucap Dika dengan jujur
"Makasih ya bang, tapi itu juga karena jilbabnya bagus" jawab Dinda
"Dasaran kamu juga udah cantik" jawab Dika dan Dinda tersenyum malu-malu
"Yuk berangkat" ajak Dika dan Dinda mengangguk
Kemudian Dinda melangkah beriringan dengan Dika yang merangkul bahunya. Sempat Dinda menoleh kaget, namun dia juga tidak protes dan membiarkan Dika melakukannya, ntah Dinda juga suka dengan sikap Dika seperti itu.
Saat mereka keluar dari rumah, langkah mereka terhenti saat melihat mobil Sierra berhenti di depan rumah. Tak lama Sierra turun bersama Fatih
"Undaa,," teriak Fatih berlarian ke arah mereka
"Fatih" Panggil Dinda dan Dika bersamaan
Fatih pun langsung memeluk Dinda saat sudah sampai didepan mereka
"Bunda kangennnnn banget sama Fatih" ucap Dinda dengan menciumi wajah Fatih dengan gemas.
"Atih uga angen" jawab Fatih
"Jadi, cuma kangen sama bunda?" tanya Dika seolah iri
"Angen uga cama ayah" jawab Fatih berganti memeluk Dika
"Mas Dika" Sierra menghampiri mereka dengan membawa koper besar
Dika melepaskan pelukan nya pada Fatih dan melihat kearah Sierra
"Ada apa Ra?" tanya Dika
"Aku akan tinggal disini juga bersama Fatih dan kamu mas" jawab Sierra
"Apa?!"
.
.
.
.
.
Walah,,,,, nekat banget dah,,,!! 😒
__ADS_1
Kira-kira gimana ya sikap Dika?! dan Dinda juga gimana ya?? hemmm🤔