
"Bang,,,, sampai kapan sih mati lampu?" tanya Dinda yang masih bersembunyi di ceruk leher Dika karena takut gelap
"Ntah, abang juga gak tau" jawab dika santai saja, bahkan dika merasa senang karena mendapat pelukan gratis dari dinda
"Emang sering ya bang?" tanya Dinda
"Gak juga sih, mungkin lagi ada gangguan aja. Ehem,, mau sampai kapan kamu pelukin abang gini? katanya takut di terkam?" kekeh Dika
Deg!
Setelah dipikir-pikir lagi, jelas Dinda salah karena terus memeluk Dika, meski refleks karena takut gelap, tapi kondisi saat ini dia malah seperti menyerahkan dirinya saja. Perlahan dinda melepaskan pelukannya dan merosot turun dari pangkuan Dika
"Maaf bang,,, gak maksud apa-apa,, cuma refleks karena Dinda takut gelep" jawab dinda jadi malu. Dika cukup mengerti dengan ketakutan Dinda saat itu, dia pun tidak mau mengambil kesempatan dalam kesempitan, jika dia memanfaatkan itu, tentu saja saat itu dinda sudah di terkamnya dan di lahab habis-habisan.
"Tunggu ya, abang ke kamar dulu cari senter" ucap Dika namun kemudian tangannya di cekal
"Tunggu bang! Dinda takut" jawab dinda dengan cepat karena takut di tinggal sendiri. Kemudian Dinda ikut berdiri dan mengikuti langkah dika membawanya ke kamarnya. Dika meraaba-raaba samping kanan dan kiri sambil berjalan pelan menuju ke kamar yang gelap gulita. Tak ketinggalan, tangan satunya menggenggam erat tangan dinda untuk mengikutinya.
Dug!
"Aduh!" ucap Dika kaget
"Kenapa bang?" tanya Dinda
"Kaki abang Nabrak pintu!" ucap dika mengusap-usap kakinya yang sedikit nyeri
"Padahal di kaki ada mata kaki bang, tapi masih bisa nabrak ya" kekeh Dinda
"Jangan ngetawain, nanti kamu nabrak yang lain, pingsan lagi!" ucap dika
"Apaan bang?!" tanya Dinda
__ADS_1
"Ntahlah, kamu kan di belakang abang!" ucap Dika menakut-nakuti dinda
Plaaakkkkkk
"Astagfirullah! ngagetin deh! kenapa di pukul sih?!" tanya Dika kaget ketika lengannya di pukul Dinda
"Makanya jangan nakut-nakutin!" sungut dinda
"Gitu aja takut!" ucap Dika sambil kembali berjalan masuk kedalam kamar
"Dinda gak takut bang, asal mereka gak nampakin aja!" jawab dinda semakin erat menggenggam tangan dika
"Hahahaha itu mah sama aja!" jawab Dika terkekeh.
Dika terus berjalan menggunakan kaki dan tangannya untuk merabaa-raaba mencari keberadaan tempat tidurnya. Seingat Dika, ponselnya dia letakkan diatas tempat tidur sebelum keluar dari kamar untuk makan malam.
"Nah ini dia,,," ucap dika saat kakinya menyentuh tempat tidur
"Ketemu bang?" tanya Dinda
Bruuukkkk
"Aduuhhhhh,,,!" teriak Dika kaget ketika daadanya tertabrak hingga terjatuh diatas tempat tidur
"Uussss sakittt!" ucap Dinda merasa hidungnya kesakitan karena menabrak dika. Dinda yang awal nya akan melangkah maju malah terpeleset karena sandal nya tiba-tiba putus lalu menabrak dika hingga membuat keduanya terjatuh diatas tempat tidur.
Dinda mengusap-usap hidungnya yang seakan sudah patah, disaat bersamaan lampu langsung menyala dan membuat keduanya saling menatap satu sama lain.
"Aduh,,, maaf bang,,," ucap Dinda merasa tidak enak berada diatas Dika
"Sengaja ya? mau jatuh bareng abang?" tanya Dika dengan tersenyum jahil
__ADS_1
"Apaan sih bang, Dinda tuh ke peleset pas mau jalan, eh malah nabrak abang. Lagian gelep jadi gak kelihatan" jawab Dinda
"Beneran?? atau kamu emang seneng di peluk abang?" goda Dika
"Iiihhhh apaan sih! Udah lepasin tangannya, Dinda mau turun" ucap Dinda karena tangan Dika masih mengikat pinggangnya. Dinda tidak ingin Dika tau bagaimana debaran jantungnya saat berada di posisinya sekarang. Menatap Dika dengan jarak begitu dekat membuat Dinda teringat sesuatu.
Kemudian Dika melepaskan tangannya dan membiarkan Dinda turun dari atasnya, lalu dika duduk bersama dinda di tempat itu
"Lampunya udah hidup, Dinda balik ke kamar ya" ucap Dinda salting sendiri saat di tatap dalam oleh suaminya
"Gak, tidur disini? fatihkan gak ada" ucap Dika
"Gak ah,,, takut sama abang" jawab Dinda yang kemudian berdiri
"Takut sama Abang? abang bukan hantu kok" jawab Dika
"Udahhh ahh,, ngomong sama abang gak ada ujungnya. Dinda balik kekamar, Selamat malam" Ucap dinda yang buru- buru pergi meninggalkan kamar dika. Sementara dika hanya tersenyum
"36B"
Pettttt!
"Abangggggg!! Mati lampu lagiiiiii!!!" Teriak Dinda dari balik pintu kamar dika. Dika langsung menghidupkan senter ponselnya dan berlari menghampiri Dinda, ternyata Dinda sama sekali tidak beranjak sampai Dika datang.
"Abang"
.
.
.
__ADS_1
.
To be Contunue yaahh🤣