Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Dosen Ganteng Ku


__ADS_3

Pagi pagi sekali, Zara sudah bersiap untuk ke kampus. Dari kemarin Zara menghubungi Dinda nyatanya tidak juga di angkat, bahkan pesannya pun tidak di balas. Bukan karena apa, Dinda memang sengaja mematikan ponselnya dan ingin menghabiskan waktu liburnya bersama suami anaknya.


Zara membawa kotak makanan yang berisi nasi uduk dua porsi. Pertama untuk Angga, dan kedua untuk Dinda sebagai permintaan maaf soal kejadian sabtu kemarin sudah meninggalkannya. Setelah semuanya siap, Zara segera berangkat ke kampus.


Sampai di kampus, Zara berpapasan dengan Angga yang baru saja sampai


"Kak Angga," ucap Zara dengan tersenyum


"Ada apa Ra?" tanya Angga


"Sudah sarapan ya?" tanya Zara


"Sudah" jawab Angga


"Yah,,, padahal Zara bawain Nasi uduk" Zara jadi cemberut sedih


"Kamu gak usah repot repot beliin aku sarapan" ucap Angga


"Gak beli kak, Zara masak sendiri. Lagian sebenarnya gak repot, cuma kalau kak Angga gak suka masakan Zara ya sudah" ucap Zara tertunduk lesu


"Zara ke kelas dulu" Ucap Zara memilih untuk pergi meninggalkan Angga. Melihat Zara sedih, hati Angga terasa sesak


"Udah mana sarapan untuk kakak?" ucap Angga menghentikan langkah gadis polos itu. Zara berbalik dengan tersenyum


"Inih,," Zara memberikan kota makanan untuk Angga


"Terima kasih" ucap Angga


"Sama sama, zara kekelas ya" ucap Zara dengan tersenyum lalu melangkah pergi lebih dulu. Sedang Angga masih diam mematung melihat gadis itu pergi


"Gadis itu pandai sekali mencari perhatian, kalau dibuatkan makanan seperti ini terus, bisa bisa aku jatuh hati dari masakannya! apalagi masakannya benar benar memanjakan lidaahku" gumam Angga saat melihat kotak makanan yang di berikan Zara.

__ADS_1


Zara tengah menunggu kedatangan Dinda, dia berharap Dinda akan memaafkan dirinya atas kesalahannya dan mereka kembali berbaikan. Zara tidak bisa tenang bahkan terus kepikiran hingga membuat tidurnya tak tenang.


Satu persatu teman kelasnya masuk namun Zara belum juga melihat kedatangan Dinda. Tak lama kemudian Dinda masuk kelas bersama salah satu teman kelas mereka.


"Kak Dinda" Panggil Zara dengan wajah ceria, Dinda melihat kearah Zara sekilas, lalu dengan cepat Zara menghampiri Dinda


"Duduk di tempat biasa ajaaa yah" Ucap Zara menarik Dinda agar tidak duduk dengan teman yang lain. Dinda masih bingung dengan Zara, padahal Dinda masih ingin mengobrol dengan teman nya tadi tapi terputus karena Zara menariknya dan mereka duduk di tempat biasa.


"Aku minta maaf ya kak, aku gak sadar kalau aku ninggalin kak Dinda. Aku salah tarik dan kak Angga diem aja waktu Zara tarik, bukan kasih tau eh malah ikut terus sampai perpus. Tapi saat aku inget kak Dinda, Aku balik kelas tapi kak Dinda udah gak ada. Dan aku baru tau pas lihat hape, kak Dinda udah pulang. Zara coba hubungin kak Dinda tapi gak di angkat telfonnya. Terus Zara ke rumah pak Dika tapi rumahnya kosong kemarin. Zara sampai kepikiran kak Dinda marah sama Zara sampai hapenya di matiin gitu. Maaf ya kak,,, ini sebagai permintaan maaf Zara, Zara bawain nasi uduk buatan Zara" Zara tersenyum manis berharap Dinda mau memaafkan Zara. Sementara Dinda mematung mendengarkan Zara bicara seperti suara kereta api yang tidak berhenti.


"Kak Dinda kok diem aja sih? Aku dimaafin gak?" tanya Zara bingung melihat tidak ada respon apapun dari Dinda


"Udah ngomongnya?" jawab Dinda


"Udah" Jawab Zara mengangguk juga


"Kamu itu kalau ngomong panjang banget kayak kereta jalan gak berhenti berhenti. Jadi mana dulu yah mau di bahas?" tanya Dinda


"Fuh! Aku sudah maafin kamu. Jadi kamu gak usah ngerasa bersalah lagi. Hari itu aku pulang bareng abang, kalau kemarin memang aku gak hidupin hape karena jalan bareng abang dan Fatih. Makasih yah di bawain bekel segala" ucap Dinda


"Alhamdulillah deh kalau di maafin heheh" ucap Zara yang kemudian memeluk Dinda


"Zara takut kak Dinda marah,, terus aku gak punya temen lagi" ucap Zara saat melepaskan pelukannya


"Gak lah, masak gitu aja marah. Jadi gimana soal kamu sama dia?" tanya Dinda dengan tersenyum


"Hem,,,! abu abu! Zara di tolak!" jawab Zara


"Gitu yah? jadi patah hati dong" jawab Dinda


"Sedikitt!"

__ADS_1


"Karena kak Angga ngajakin jadi temen deket aja, itu berarti Zara masih ada kesempetan dong buat masuk kedalem hatinya kak Angga! hehe" kekeh Zara


"Haha!! bolehlah, kak Dinda salut sama semangat kamu! Kak Dinda doain kamu bisa mendapatkan Hatinya dan berjodoh! aamiin!" ucap Dinda


"Aamiin" Sambung Zara


"Selamat pagi semuanya,,," Dika masuk kedalam kelas dengan wajah seriusnya saat menyapu pandangan sekilas seluruh mahasiswanya


"Selamat pagi pak,,," Sahut semua mahasiswa bersamaan.


"Ssstt,, dosen ganteng ku sudah masuk! waktunya belajar!" bisik Dinda kepada Zara saat melihat Dika sudah duduk di tempatnya dan bersiap untuk memulai perkuliahan pagi itu.


"Oke!" sahut Zara


Sementara di kelas lain,,,


Angga sudah duduk di kursi tempat biasa dia duduk. Karena dosen belum masuk, Perhatian Angga tertuju pada kotak makanan yang ada di dalam tasnya. Dia tersenyum sendiri saat melihat didalam kotak makanan itu ada nasi uduk yang diberikan kartu ucapan 'Semangat yah :)'.


"Bekal dari siapa?" Annya datang menghampiri Angga yang tengah memperhatikan kotak makanan itu


"Gak ada urusannya denganmu" sahut Angga tanpa melihat Annya


Annya terlihat kesal lalu pergi meninggalkan Angga dan kembali duduk di kursinya sendiri.


"Ngeselin banget sih dia! di tanya baik baik malah nyolot!" ucap Anyya pada teman temanya. Teman teman Annya tidak ada yang berkomentar karena memang hubungan mereka menjadi tidak baik juga karena ulah Annya sendiri, Tapi kini seolah Annya ingin balikan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2