
Dinda baru saja sampai di rumah keluarga Dirdja. Pulang sendirian dengan naik taksi, Dika tidak bisa mengantarkan pulang karena harus kembali mengawas ujian di jam siang. Saat Dinda Sampai, rumah terasa sepi, dia hanya bertemu dengan pekerja dirumah besar itu
"Yang lain pada kemana bik?" tanya Dinda
"Tuan besar dan den Fatih sedang pergi sebentar, katanya mau beli eskrim tadi. Terus nyonya besar ada di kamar istirahat, dan Ibu Sekar kembali ke kamarnya sebentar" jawab bibik.
"Oh gitu,," Dinda berjalan menuju ke kamar mama dan membuka pintu kamar itu. Dilihatnya mama membuka mata dan Dinda segera menghapirinya
"Mama sudah bangun? mama mau apa?" tanya Dinda
Bibir mama Nadira bergerak dengan susah payah hingga terdengar sama sama di telinga Dinda
",,,,num"
"Num,, mama mau minum?" tanya Dinda mencoba mengartikan ucapan mama, tanpa di sangka mama mengangguk pelan sekali
"Wahh,, mama sudah ada kemajuan, alhamdulillah" ucap Dinda segera mengambilkan air minum untuk mama
"Sini Dinda bantu" Dinda sedikit mengangkat badan mama dan memberikan air minum padanya. Setelah Dinda merasa cukup dia menyudahi dan merebahkan mama lagi
"Pasti semuanya seneng jika tau mama sudah ada kemajuan seperti ini. Mama harus terus mengikuti saran dari dokter biar mama cepet sembuh" ucap Dinda, Kemudian Sekar masuk kedalam kamar
"Loh mba, sudah pulang?" tanya Sekar yang masuk
"Iya, baru saja sampai. Oh iya, tadi mama sudah bisa bilang num,, maksudnya minum dan mama bisa gerakin kepalanya" ucap Dinda dengan antusias
"Benarkah? Alhamdulillah kalau mama ada kemajuan begitu. Pasti mama akan segera sembuh" jawab Sekar
"Aamiin,, mudah mudahan. Apa mama sudah makan?" tanya Dinda
"Sudah, tadi juga sudah minum obat" jawab Sekar
"Ma,, mama mau apa lagi? katakan pada kami" ucap Dinda pada mama Nadira
Mama Nadira menatap Dinda dan Sekar bergantian, lalu dia menggelengkan kepala sangat pelan.
"Ohh mama gak mau apa apa lagi, bagaimana kalau kita ke taman samping saja? biar mama lebih santai lihat taman bunga di samping rumah" usul Dinda
"Iya boleh juga. Tapi lebih baik mba istirahat saja. kan baru pulang, nanti kelelahan" ucap Sekar
__ADS_1
"Aku gak papa, toh disana juga bisa istirahat sambil duduk" jawab Dinda
"Ya sudah kalau begitu, aku siapkan kursi roda mama dulu" ucap Sekar
Lalu Sekar mengambil kursi roda dan memanggil pembantu dirumah itu untuk membantu memindahkan mama ke kursi roda. Setelah mama duduk aman di kursi roda, Sekar mendorong kursi roda itu ke samping rumah untuk melihat taman bunga.
"Kita cari udara di luar ya ma, pasti mama bosen di kamar terus,, yah meskipun siang siang tapi kan gak panas" ucap Dinda
Setelah sampai, Dinda dan Sekar duduk menemani mama yang tengah memandangi taman bunga disana.
"Mau makan apa? biar aku siapkan. Mama juga mau makan apa?" tanya Sekar
"Apa yah? bingung" jawab Dinda
"Gimana kalau kita buat rujak aja?" ucap Sekar
"Rujak? emm boleh, siang siang gini enak juga sambil ngerujak" jawab Dinda
"Iya, kamu temenin mama biar aku yang ambil buah dan bahannya. Mama nanti aku buatkan jus saja ya" ucap Sekar yang kemudian beranjak dari tempat duduk dan berjalan menuju ke dapur.
Dinda menatap mama yang menatap lurus ke depan sana, tak lama Papa dan Fatih pulang dan menghampiri mereka.
"Bundaaa"
"Beli ecim, nih,," Fatih menunjukkan eskrim yang dia beli bersama kakeknya
"Sudah pulang kamu Din?" tanya papa
"Sudah pa,, belum lama. Tadi pas Dinda masuk ke kamar mama dan mama bangun, jadi Dinda temenin. Mama sudah bisa sedikit berkata loh pa, dan bisa mengangguk dan menggeleng meski masih sangat pelan" ucap Dinda
"Benarkah?" jawab papa
"Iya, tadi mama bilang 'Num' saat dinda tanya apa mama mau minum, mama mengangguk"
"Wah bagus itu, berarti mama ada kemajuan yah, bisa cepat sembuh kalau mama di rawat sama mantu mantunya" ucap papa tersenyum bangga.
"Aamiin,, semoga mama cepat sembuh seperti sediakala" ucap Dinda.
Kemudian Sekar datang bersama bibik membawa buah, sambal rujak dan juga Jus buat mama.
__ADS_1
"Kalian buat apa?" tanya papa
"Rujak pa, kayaknya seger siang siang gini makan rujak. Papa mau pa? gak pedes kok" Ucap Sekar lalu Dia memberikan jus alpukat untuk mama
"Ini jus alpukat buat mama. Gak pake gula dan gak pake susu. Ini baik untuk kesehatan mama" Sekar memberikan pipet agar mama bisa meminum jusnya.
Papa tersenyum senang karena Dinda dan Sekar benar benar perhatian pada mama Nadira. Meski mama sering berkata ketus, bahkan terang terangan menolak, namun mereka masih saja perhatian.
"Papa coba pa rujaknya, ini buah manis semua yang di rujak Sekar kayaknya" ucap Dinda melihat buah buahan yang di jadikan rujak
"Gak kok, itu ada mangga muda, tadi Sekar petik dari pohon di halaman belakang. Hehe maaf ya pa,, Gak izin papa dulu buat petik buahnya. Papa kan gak ada, dan Sekar tergoda banget lihat buah mangga papa gede gede di belakang" ucap Sekar menatap papa dengan wajah memelas
"Haha iya gak papa, ambil saja kalau kalian mau makan" Jawab papa
"Alhamdulillah,,, gak di marahin" kekeh Sekar
"Bunda,, bunda,," ucap Fatih
"Apa Fatih??" tanya Dinda
"Apa di pelut aunty ada dedek bayi kayak bunda?" tanya Fatih
Deg!
Semua orang diam dan melihat ke arah Fatih yang tengah memakan es krimnya
"Dari mana Fatih tau nak?" tanya Dinda
"Tayak bunda kan, cuka makan lujak acem!" Fatih meringis menunjukkan wajah keaseman.
"Pinter kamu nak! bisa jadi kan,, aunty lagi ngidam" Kekeh Dinda
Eh!
.
.
.
__ADS_1
Mampir yuk ke Novel nya Zara dan Angga, sambil nunggu updatean hehe... Di Novel Zara dan Angga ada Rangga loh yang gak kalah comel dan pinter dari Fatih๐ Jangan lupa mampir yahhhhhhhhh gaess, makasihhh ๐