Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Singkong dan Keju


__ADS_3

Dimas yamg tidak sempat sarapan karena bertengkar dengan ibunya pun akhirnya membeli makanan cepat saji,


"Apa Sekar aku belikan juga? ah nanti dia jadi GR lagi! tapi,,, " Dimas tampak berfikir saat sedang berdiri di depan kasir


"2 porsi Ayam goreng dengan saus keju dan yang pedas 1 ya mba" ucap Dimas


Setelah mendapatkan pesanannya, Dimas pun segera melajukan mobilnya menuju ke empang Sekar.


"Mama benar benar keterlaluan, selalu saja membahas perusahaan! kenapa harus aku semua yang mengurus! lagian ada bang Dika yang lebih Dewasa dari aku. Daripada dia buka warung mie ayamnya itu, mending suruh saja bang Dika! toh sama saja" Dimas ngedumel sendiri karena masih kesal dengan mamanya.


Dimas sudah sampai di empang sekar, kedatangan Dimas membuat Sekar jadi teringat akan kalimat yang di lontarkan mamanya saat mereka bertemu di restoran tempo hari


"Oh. Oh iya saya mau bilang, tolong jauhi Dimas ya! Ingat, kita hanya bekerja sama dalam urusan perdagangan. Saya tidak suka kamu mendekati anak saya. Terlebih lagi kalau sampai kamu berharap untuk mendapatkannya! saya tidak akan setuju. Cukup berkaca saja, kalian ibarat langit dan bumi"


Saat Dimas semakin mendekat, Sekar berjalan menuju ke pondok dan sengaja menghindari Dimas. Sementara Dimas melihat gerak gerik Sekar yang sepertinya menjauhi dirinya


"Hay" sapa Dimas saat Sekar duduk dan tengah membuka kota makanan yang dia bawa


"Ngapain kesini?" sahut sekar


"Cuma mau ngecek ikan sebelum kamu anter ke resto" jawab Dimas yang kemudian duduk di samping Sekar


"Kamu gak perlu datang kesini, nanti ada pihak resto yang diutus ibumu untuk mengecek kondisi ikannya. Jangan buang waktumu disini" jawab Sekar sembari menikmati singkong goreng yang dia bawa dari rumah


Dimas menoleh dan menatap wajah manis meski terlihat jutek gadis yang usianya lebih tua darinya itu.

__ADS_1


"Kamu ngelarang aku kesini?! aku loh yang punya resto, aku ada hak dong jika aku ingin melihat sendiri ikan yang akan di anter" jawab Dimas sedikit nyolot


"Terserah kamu! ke empang sana, itu pak Iwan sudah menjaringkan ikan gurame yang akan di antar ke resto. Katanya kamu ingin memastikan sendiri ikannya" cetus Sekar dan membuat Dimas gelagepan.


"Emm,, yaaa aku kan belum sarapan tadi dirumah, gak sempet tadi. Jadi aku mau sarapan dulu" jawab Dimas yang kemudian membuka plastik dan mengeluarkan kotak makanan dari dalam plastik, sementara Sekar seolah tidak peduli meski bau ayam goreng yang di bawa Dimas sangat menggoda di Indra penciumannya


"Kamu makan apa?" tanya Dimas saat melihat Sekar menikmati makanannya


"Apa kamu gak tau, jelas ini singkong goreng! Oh iya aku lupa, aku kan bicara dengan orang kaya, pasti dirumah mu tidak ada makanan seperti ini. Ini hanya makanan kampung" jawab Sekar dan Dimas mengernyitkan alis


"Rasanya seperti apa?" Batin Dimas


"Makanan ini tidak akan cocok dengan lidahmu. lebih baik kamu makan saja makananmu itu, aku tidak akan menawari ini, bisa bisa kamu masuk rumah sakit hanya karena makan singkong!" ucap Sekar dengan nada ketus


"Kalau begitu, bahaya dong! udah kamu makan ini saja, aku beli dua" ucap Dimas memberikan kotak makanannya kepada Sekar


"Rasanya,,, tidak terlalu buruk. Tapi,,, masih enak keju dibandingkan ini. Mungkin lebih enak lagi di makan pake keju" Kemudian Dimas mencocolkan singkong goreng yang ada di tangannya pada saus keju.


"Enak juga" Dimas manggut manggut sendiri.


Setelah menghabiskan beberapa potong singkong goreng Sekar, Dimas beranjak dan menghampiri Sekar yang sedang menimbang ikan.


Sementara itu,,,


Di kediaman keluarga Angga,,,

__ADS_1


Angga baru saja keluar dari kamarnya, seperti biasa, setiap pagi keluarganya akan sarapan bersama. Angga pun tak lupa menyapa semua keluarganya pagi itu, saat sedang makan, Angga teringat Zara yang hampir setiap pagi membawakan dia makanan. Dia tersenyum kecil lalu kembali melanjutkan makannya


"Kamu kenapa senyum gitu?" tanya mama Angga


"Gak papa ma,, cuma keinget hal lucu saja" Jawab Angga


"Apa?" tanya mama


"Ada lah pokoknya" Angga terus menikmati sarapannya


"Bagaimana kuliah kamu?" tanya papa


"Alhamdulillah lancar pa. Libur semester ini Angga mau kerumah Nenek" ucap Angga


" Angga kangen juga sama kakek dan nenek" sambung Angga lagi


"Hem,, kalau gitu ya kamu kesana saja beberapa hari kan bisa. Tapi jangan lama lama ya, dirumah sepi nanti" Jawab Mama


"Iya ma" Jawab Angga.


Angga ingin kerumah Nenek bukan semata mata hanya karena rindu pada kakek dan neneknya, tapi karena rumah keluarga Zara satu Desa dengan rumah nenek Angga.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2