
Cup!
Kedua bibir bertemu kala Sekar mendorong Dimas untuk melepaskannya sementara Dimas yang enggan pun menarik pinggang Sekar hingga keduanya terjatuh diatas tanah dengan Sekar berada diatas pria itu.
Sempat saling diam saat merasa benda kenyal itu beradu hingga keduanya tersadar dan saling membulatkan mata kaget, lalu dengan cepat Dimas mendorong tubuh sekar hingga terguling di sampingnya
"Bisa bisanya ya kamu!!!!" Sekar benar benar terlihat begitu kesal
Cuih cuihhh !
Berkali kali Sekar membuang salivahnya dan mengusap bibirnya dengan kasar
"Bisa bisanya kamu cium aku!! ngeselin bangettt sihhh!!" Teriak Sekar
"Kok kamu yang marah?! kan kamu yang cium aku?! harusnya aku dong yang marah sama kamu!" Jawab Dimas
"Apa?! kamu menyalahkan ku?! sudah jelas ini gara gara kamu DIMASSS!! kamu sudah mengambil ciuman pertamaku!! ngeselinnnnnnn!!!!" Sekar tak henti hentinya ngomel dan memukuli lengan Dimas
"Hah Ciuman pertama?!" Dimas membatin, bahkan gadis dewasa seperti sekar belum pernah sekalipun melakukannya?! apa gaya pacaran Sekar sangat kolot?.
"Itu salahmu sendiri, lagian nepel doang juga!" sahut Dimas dengan begitu entengnya dan sukses membuat Sekar membulat sempurna
"Ngeselin ngeselin ngeselin!! sarkas Sekar bertubi tubi
"Hentikan Sekar! atau aku akan,,,"
"Akan apa hah?!" Tanya Sekar menatap kesal Dimas
"Atau aku akan mengulangnya lagi sampai bibirmu bengkak!" Ancam Dimas
Sekar menatap Dimas sangat tajam, kemudian dia mendorong dada lelaki itu dan berlalu pergi
"Kau pikir aku suka dengan ciumanmu hah!" Sekar ngedumel sendiri sambil berlalu pergi. Sementara Dimas bergeming di tempatnya .
"Awas saja kalau kau sampai ketagihan!" Ucap Dimas yang kemudian beranjak dan mengikuti langkah sekar
"Aku balik ke kantor" ucap Dimas pada Sekar yang masih manyun saja
"Terserah! siapa juga yang mau kamu disini!" jawab Sekar dengan ketus
"Dari tadi marah marah! cepet tua baru tau rasa!" ucap Dimas
"Udahhh sana pulangggg!!" ucap Sekar
__ADS_1
Dimas tidak menjawab lagi dan dia pun berbalik meninggalkan Sekar.
"Nanti kau akan rindu denganku jika aku lama tak datang" ucap Dimas sambil melangkah pergi
"Gak akan! aku gak akan rindu! memangnya kau siapa ku? Pede sekali!" Sahut Sekar
Dimas hanya melambaikan tangannya ke belakang dan terus menjauh dari Sekar.
"Pede sekali dia bilang aku akan rindu?! ck! kayak kurang kerjaan saja! memangnya siapa dia?! Oh ya ampunnn,,, kenapa harus dia yang mengambilnya?! aku benar benar gak ikhlas!" Ucap Sekar sambil mengusap bibirnya lagi.
Dari kejauhan Sekar bisa melihat mobil Dimas sudah bergerak meninggalkan empang Sekar.
"Aku masih tidak percaya, jika itu yang pertama untuk Dia! apa dia tidak pernah pacaran?! Oh ya ampun,, bahkan aku lupa dulu Dinda juga tidak mau aku cium meski aku memaksanya! memalukan sekali!" gumam Dimas sendiri di dalam mobilnya.
**
Waktu menjelang sore, Dinda masih duduk sendiri di bangku koridor kampus sambil menunggu Dika pulang. Rencananya nanti mereka akan menjemput Fatih lebih dulu sebelum pulang. Dinda sudah terlihat bosan, karena Dika tak kunjung keluar.
Tak lama kemudian Dika muncul dan tersenyum saat melihat istrinya yang sepertinya sangat bosan
"Dinda" sapa Dika saat sudah semakin Dekat
"Abang,,, lama bangett katanya sudah selesai rapatnya?" tanya Dinda
"Pak Dika,,"
Dika dan Dinda menoleh bersama, Mereka berdua melihat Ibu Nency menghampiri mereka berdua.
"Ada apa bu?" jawab Dika
"Hari jumat nanti saya bisa pesen mie ayam 50 porsi gak ya pak Dika? dirumah ada arisan keluarga" ucap ibu Nency
"InsyaaAllah bisa bu, jam berapa?" tanya Dika
"Acaranya jam 2, kalau bisa sebelum jam itu sudah dirumah"
"InsyaaAllah bisa bu, nanti kami antar sebelum jam 2" jawab Dika
"Ini DP nya, nanti lunasnya pas sudah di antar ya" Ibu Nency memberikan amplop berisi uang dan Dika menerimanya.
"Terima kasih bu" jawab Dika
Kemudian Dika dan Dinda pamit dan mengajak pulang istrinya.
__ADS_1
Setelah beberapa menit perjalanan, keduanya sampai dirumah keluarga Dika bersamaan dengan Dimas yang juga baru saja sampai. Lalu mereka keluar dari mobil masing masing
"Baru pulang kamu?" tanya Dika
"Iya, abang mau jemput Fatih?" tanya Dimas sedikit melirik kakak iparnya yang sedari tadi hanya Diam
"Iya, mungkin Fatih di dalam sama papa. Dimas duluan" Ucap Dimas yang langsung masuk kedalam rumah lebih dulu. Perasaan canggung masih saja menyelimuti dirinya saat melihat kakak iparnya. Sementara Dinda juga tidak terlalu berminat untuk berbicara dengan mantan kekasihnya itu. Lalu Dika mengajak istrinya masuk kedalam.
Sampai didalam mereka disambut oleh Fatih dan juga papa
"Assalamualaikum pa" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam,, kalian mau langsung pulang? gak nginep aja disini?" tanya papa
"Dilain hari saja ya pa, besok Dika masih ada jadwal ngajar, tapi Dinda besok libur jadi bisa jagain Fatih" ucap Dika
"Ya sudah kalau begitu,, kalian hati hati ya" ucap Papa
"Iya pa, sama buat mama" ucap Dika
"Nanti papa sampaikan" jawab papa
Kemudian Dika dan Dinda pamit pulang. Setelah mengantarkan Dika dan keluarga pulang, papa kembali masuk kedalam rumah.
"Fatih sudah dijemput?" tanya mama
"Sudah barusan" jawab papa
"Oh,, gak masuk dulu mereka?" tanya mama
"Sudah sore, lagian mereka pasti capek habis dari kampus. Dapet salam dari Dika" jawab papa
"Wa'alaikumsalam, yah setidaknya minum dulu apa gimana, mentang mobil baru jadi gak mau lagi lama lama di rumah ini" ucap mama
"Mama kenapa ngomongnya gitu sih?! papa gak suka ya ma, lihat sikap mama ke Dika kayak gitu. Selama ini papa diam saja, tapi papa bisa melihat perbedaan sikap mama pada Dimas dan Dika. Apa mama lupa, Dika itu anak papa juga dan itu berarti dia juga anak mama. Harusnya mama tidak bersikap seperti ibu tiri yang jahat!" ucapan papa sedikit meninggi hingga membuat mama terjingkat kaget, kemudian papa berlalu pergi meninggalkan mama Nadira.
"Karena Dimas anakku pa, darah daging ku" batin mama sedikit kesal karena di bentak papa Dirdja
.
.
.
__ADS_1
.