
Dika terlihat lesu dan sedih setelah Fatih dibawa pergi oleh mamanya. Bukan hanya Fatih, Dinda juga merasakan hal yang sama. Keduanya merasa benar benar kehilangan sesosok anak yang mewarnai hari-hari mereka.
"Bang,,, ini diminum dulu" Dinda membawakan segelas air putih untuk Dika
"Terima kasih" jawab Dika yang kemudian mengambil gelas itu dan meminum airnya. Lalu Dinda duduk di sebelah Dika dan mencoba untuk menenangkannya
"Abang yang sabar ya bang,,, " Dinda menyentuh bahu Dika dan mengusapnya perlahan dan membuat Dika menatapnya
"Iya,, tapi akan tetap mempertahankan Fatih" ucap Dika
"Emm,,, Tidak ada anak yang mau berpisah dengan orang tuanya, apalagi masih sangat dini seperti fatih" ucap Dinda
"Sierra tidak menginginkan Fatih Din" ucap Dika
"Maksud abang gimana? Dinda gak ngerti" tanya Dinda
Dika menghela nafas berat sebentar
"Setelah kami menikah, sierra menggunakan alat kontrasepsi diam-diam tanpa sepengetahuan abang. Dia sangat hobby keluyuran bersama teman-teman nya, nongkrong, shopping, atau sekedar jalan-jalan mungkin sampai hari ini pun masih begitu abang rasa. Abang sudah nasehati dia untuk mengurangi hobby nya itu karena dia sudah berstatus istri harusnya mengerti tugas-tugas sebagai istri. Berbulan bulan kami menikah, Sierra tak kunjung hamil, dan abang hanya berfikir positif saja mungkin belum rejeki, sampai pernikahan kami memasuki tahun pertama, abang menemukan pil kontrasepsi di laci lemari sierra. Abang sangat marah mengetahui hal itu dan abang langsung membuang nya ke kotak sampah. Setelah Sierra pulang dari hangout bersama temannya kami bertengkar, abang kalut dan disaat itu kami melakukan berhubungan lebih tepatnya abang yang memaksa, abang berniat membuatnya hamil, mungkin dengan begitu dia akan berubah. Setelah hari itu abang membawa Sierra ke Villa keluarganya selama seminggu lebih. Setelah hari itu Sierra hamil dan dia begitu marah kepada abang dan itu berlarut-larut . Hubungan kami membaik lagi setelah kehamilannya sudah memasuki bulan ke 9, selama menjalani kehamilannya Sierra dan abang tinggal dirumah mama, tapi dia bersikap datar saja kepada abang. Sierra meminta abang untuk membeli rumah sendiri, dan hasilnya abang membeli rumah ini. Fatih lahir, rumah ini masih tahap finishing jadi kami belum menempatinya. Setelah Sierra pulih, dia kembali berulah, dia kembali pada hobby nya lagi dan meninggalkan Fatih dirumah. Abang dan mama yang bergantian menjaga fatih. Abang sudah menasehati dia, tapi dia malah minta abang membelikan mobil karena temannya baru diberikan hadiah mobil, jadi dia ingin begitu juga namun tidak mau melihat bagaimana kondisi abang saat itu. Akhirnya kami kembali bertengkar dan berujung perceraian. Sierra pergi dari rumah tanpa memperdulikan fatih saat itu. Abang sangat ingat ucapan dia sebelum pergi, Urus saja anak itu, jangan membuatku susah" Dika menceritakan semuanya kepada Dinda
Dinda terdiam mendengarkan setiap hal yang diceritakan Dika, ternyata begitu cerita mereka terdahulu. Jika di lihat dari penampilan dan cara Sierra bicara pun sangat mungkin itu terjadi. Dinda juga sempat melihat Sierra melotot kearah Fatih saat mereka hanya dirumah bertiga dan tentu membuat Fatih takut.
"Jadi apa alasan dia kembali pada pria miskin seperti abang?!" ucap Dika lagi
"Abang,,,, "
"Tidak ada yang bisa diharapkan dari abang din. Kamu juga bisa melihat kondisi abang bukan? abang hanya orang biasa yang hidup pas pasan. Maka dari itu, abang juga tidak mau memaksa dinda untuk tetap bersama abang, karena abang tidak punya kemewahan yang bisa abang janjikan. Beginilah hidup abang" ucap Dika saat menatap Dinda
__ADS_1
Mata Dinda berkaca-kaca saat mendengar ucapan Dika,
"Dinda,, sudah terbiasa hidup susah bang, Dinda mau memberikan kesempatan kemarin karena Dinda melihat abang orang yang penuh kasih sayang, bukan karena abang kaya ataupun miskin. Harta itu hanya titipan bang, kita bisa cari dimuka bumi ini" Jawab Dinda
"Jadi,,, kamu menerima abang sepenuhnya?" tanya Dika
Dinda mengangguk pelan dengan tersenyum
"Bismillah iya bang" jawab Dinda
"Terima kasih"
Dika menggenggam erat tangan Dinda dan ia merasakan memiliki kekuatan lagi untuk mendapatkan fatih kembali. Dika hanya butuh dukungan itu saat ini, dan ternyata dia dapatkan juga.
"Jadi kita akan merebut anak kita lagi?" tanya Dika
"Ada cara ampuh supaya Fatih mau dengan sendirinya kembali" ucap Dika
"Gimana caranya bang?" Tanya Dinda
"Kita buatkan adik untuk nya" jawab Dika dengan tersenyum
"Abang,,,,"
"Iya iya abang tau kamu belum siap,," ucap Dika mengusap pipi Dinda perlahan
Sementara itu, keluarga Sierra baru saja sampai dirumah mereka, sepanjang perjalanan Sierra hanya banyak diam dan Fatih juga tidak banyak bicara seperti biasa nya.
__ADS_1
"Papa ingin bicara denganmu!" Suara bass itu menghentikan langkah sierra yang akan ke kamar nya
"Aku lelah pa" Jawab Sierra
"Sudah berani menentang papa kamu!!" Sarkas papa sierra
"Apa lagi sih pa?! paling papa cuma marahin aku! ceramahin aku! bosen dengernya pa!" Jawab Sierra malas
"Ma, bawa fatih ke kamar" perintah papa
Tanpa disuruh dua kali mama sierra langsung membawa fatih ke kamarnya.
.
.
.
.
Maaf yahh 2 hari uni gak update ceritanya.
Uni lagi menyesuaikan jadwal agar bisa tetep update seperti biasanya😀
Maklum emak2 rempong yah banyak yang diurus di dunia nyata🤭
Makasih yang masih setiaaaaa menunggu 😍
__ADS_1