Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Bala Bantuan


__ADS_3

"Selamat pagi pa" Sapa Angga saat sampai di meja makan dan melihat sudah ada papa dan mamanya


"Pagi," jawab papa Angga


"Papa gak ke kantor hari ini?" tanya Angga


"Papa akan ke Aceh, apa kamu lupa?" jawab papa


"Astagfirullah! Lupa pa,, Karena banyak tugas kampus, Angga jadi lupa kalau hari ini papa akan ke Aceh" Jawab Angga


"Masih muda sudah pelupa kamu" sahut mama dan Angga hanya tersenyum saja


"Pa,,"


"Hem,,"


"Angga boleh minta tolong papa?" tanya Angga


"Tolong apa?" jawab papa Angga menatap putranya dengan serius


"Em,, begini pa, Angga punya temen SMA, jadi dia kuliah di kampus kedokteran dengan beasiswa. Tapi kemarin Dia memutuskan untuk berhenti karena pihak kampus mencabut beasiswanya" ucap Angga


"Kenapa pihak kampus mencabutnya? tentu mereka ada alasan yang jelas" Sahut papa


"Begini pa, Dia itu sebelum kuliah sudah nikah sama salah satu dosen disana, Dosen itu juga dosen Angga pa. Angga kenal Dinda, dia itu anak yang cerdas jadi kecil kemungkinan KKN itu terjadi"


"Kamu punya buktinya?" tanya papa


"Hasil ujian Dinda, papa lihat ini" jawab Angga menunjukkan ponselnya. Disana ada foto foto hasil ujian Dinda yang dikirimkan Edo semalam


"Dapat darimana kamu?" tanya papa


"Dari salah satu dosen pa, dia yang bantuin Angga dapetin ini. Nilai dia itu murni pa. Angga rasa ada orang yang ingin melihat Dinda jatuh"


"Apa yang papa dapat kalau papa membantu dia?" tanya papa


Angga menghela nafas berat sejenak


"Dia calon dokter, papa bisa angkat dia nanti menjadi salah satu dokter di rumah sakit kita pa" jawab Angga


Papa Angga terlihat serius menatap putranya


"Oke! papa akan bantu! tapi papa ingin bertemu dengan dia setelah papa pulang dari Aceh nanti" jawab papa


"Oke pa! makasih!" jawab Angga terlihat begitu senang.

__ADS_1


**


Di kampus, Zara menemui pegawai yang kemarin menyuruhnya menyampaikan pesan saat Dinda di panggil oleh Dekan. Sengaja Zara datang pagi pagi agar tidak tumburan dengan jadwal kuliah paginya


"Mba Sari,," sapa Zara


"Eh kamu, ada apa?" Sari yang tengah membereskan mejanya berhenti ketika melihat Zara


"Ini aku bawa sarapan dua, mau sarapan bareng gak mba?" tawar Zara


Sari melihat Zara yang tidak biasa mengajaknya sarapan. ketemu saja baru kemarin, tapi Sari juga tidak mau menolak rejeki mana sepertinya makanan yang di bawa Zara terlihat enak.


"Boleh, aku juga belum sarapan" Jawab sari


Kemudian Zara duduk di kursi bersama Sari dan menikmati sarapan berdua.


"Mba sari, aku boleh nanya gak?" ucap Zara


"Nanya apa?" jawab Sari


"Mba, apa sebelum temen ku Dinda, di panggil ada orang atau siapa gitu mba, yang nemuin pak Dekan? aku kasihan mba, masak temenku di keluarin dari kampus, padahal dia itu anaknya baik, dan cerdas" ucap Zara


"Kalau gak salah sehari sebelumnya ada anak pak Sekda datang ke kampus ini. Tapi aku gak tau ada urusan apa dia menemui pak Dekan" jawab Sari


"Isu itu nyebar kan baru paginya di kampus ini..." Jawab Sari


Zara tampak berfikir,


"Apa ada hubungannya dengan anak pak Sekda? tapi apa hubungannya ya?" batin Zara


"Aku kasihan aja mba sama temenku itu. Dan aku rasa dia dan pak Dika gak kayak gitu. Ya sudah ya mba, aku mau ke kelas. Makasih sudah mau nemenin sarapan"


"Iya sama sama" jawab sari


Kemudian Zara pergi ke kelas untuk mengikuti perkuliahan pagi. Saat Zara akan kekelas, dia berpapasan dengan Angga


"Kak Angga" Panggil Zara


"Ada apa?" jawab Angga dengan wajah datarnya


"Aku punya Info kak tapi gak tau ada hubungannya apa enggak sama Dinda"


"Info apa?"


"Dua hari lalu, kata mba Sari yang jaga didepan ruangan dekan itu, ada anak pak Sekda datengi pak Dekan. Apa mungkin ada hubungannya sama Dinda ya kak? soalnya setelah itu kan besoknya dinda di panggil bareng pak Dika " Ucap Zara

__ADS_1


"Tapi apa hubungannya?!" Angga tampak berfikir


"Aku juga gak tau, coba nanti aku temuin Dinda. Apa dia kenal sama anak pak Sekda itu" Ucap Zara


"Aku ikut! nanti sebelum jam makan siang, kita kerumah pak Dika" Sahut Angga dengan cepat


"Iya boleh, Zara duluan ya kak, sudah hampir telat masuk kelasnya" Zara pun segera berlalu meninggalkan Angga yang masih berdiri di tempatnya


"Sepertinya aku keterlaluan kemarin, dan Aku belum minta maaf pada gadis itu" ucap Angga saat masih melihat Zara yang semakin menjauh.


Sementara itu,,,


Dinda yang ikut riweh menyiapkan dagangan pagi itu, selain buka di rumah, Dika pun tengah menyiapkan bahan mie ayamnya yang akan di jual di pasar malam nanti. Di pasar malam, Santo dan Daru yang akan menunggu disana nanti, sementara yang dirumah akan di handle Dinda dan Dika untuk sementara waktu.


"Kalau capek istirahat sayang,," Dika memperhatikan istri nya yang terlihat kelelahan


"Iya bang,, " Dinda duduk di kursi dan mengambil air putih lalu meminum nya


"Kamu gak enak badan ya? muka kamu pucet banget sayang" ucap Dika saat menghampiri istri nya dan menatap wajah pucat Dinda. Tidak seperti biasanya,,,


"Lemes aja bang, Dinda ngerasa cepet lelah belakangan ini" Jawab Dinda dengan lesu


"Apa kita ke dokter saja? abang khawatir sama kamu" jawab Dika meraih tangan Dinda dan menggenggamnya lembut


" Mungkin kecapekan aja kali bang,,, Dinda gak papa. Kalau capek ya istirahat dulu, nanti lelahnya juga ilang" jawab Dinda


"Nanti abang belikan vitamin ya,,," Ucap Dika dan Dinda mengangguk.


"Ya sudah abang selesaikan kerjaan abang dulu, kamu duduk saja di dalam sama Fatih" ucap Dika


"Iya" Jawab Dinda


Kemudian Dika kembali melanjutkan pekerjaannya sementara Dinda masuk dan duduk didalam bersama Fatih.


.


.


.


.


Selamat berakhir pekan 🤗


Makasih sudah mampir yahh

__ADS_1


__ADS_2