
Dika, Dinda dan Fatih sudah bersiap untuk kerumah keluarga Dinda. Santo dan Daru membantu Dika memasukkan box berisi jualan mie ayam Dika yang rencananya hari ini akan di buka perdana di rumah keluarga Dinda. Tak hanya mereka yang sibuk, Dinda pun juga sibuk menyiapkan bekal Fatih dan juga pakaian ganti untuknya. Setelah semuanya masuk kedalam mobil, Dika dan Dinda bersiap untuk berangkat
"San jangan lupa nanti ayamnya di anter jam 4 ke pasar malam, kayaknya malam bapak baru pulang" ucap Dika
"Baik pak, nanti kami antarkan sekalian yang lain" jawab Santo
"Baiklah, kami berangkat dulu, Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam, hati hati ya pak, bu,," ucap Santo
Lalu Dika menjalankan mobilnya menuju ke rumah keluarga Dinda.
"Alhamdulillah,,, usaha pak Dika makin berkembang pesat. Cabangnya sudah mulai tambah. Rejeki orang baik,,, selalu saja ada jalan meski sering di jahatin orang" gumam Santo seiring mobil Dika yang sudah semakin menjauh.
"Semoga hari ini jualannya lancar ya bang,,, laris manisss" Ucap Dinda
"Aamiin,,, Semoga Allah limpahkan rejeki lebih untuk kita, berkah dan kita bisa berbagi dengan yang lain. Rencana abang, Jumat ini, abang ingin ajak kalian berdua ke salah satu panti yang sering abang datengin,," ucap Dika
"Abang sering ke panti?" tanya Dinda
"Dulu sering, tapi semenjak abang ngajar dan jadwal ngajar padat, abang jarang menjenguk mereka langsung. Palingan abang titipkan sedikit bahan makanan untuk mereka. Kan di rincian pengeluaran abang itu ada sayang" Jawab Dika
"CSR itu bang?" tanya Dinda
"Iya,, yang itu. Sebagian abang kasih ke mereka. Kamu gak keberatan kan?" ucap Dika
"Sama sekali tidak, justru Dinda seneng kita bisa bantu orang lain" jawab Dinda
"Alhamdulillah" jawab Dika
Beberapa menit setelah membelah jalan raya, mobil Dika sampai juga di rumah keluarga Dinda. Tepat didepan rumah, mereka sudah melihat beberapa ibu ibu yang tengah berbincang dengan ibunya Dinda. Kemudian mereka melihat ke jalan saat ada mobil Dika berhenti didepan jalan.
"Itu mereka" Tunjuk salah satu tetangga
"Irfan,,, Dinda sudah sampai" teriak ibunya Dinda
Dinda turun dari mobil bersama Fatih dan juga Dika. Kemudian mereka di sambut Bapak, Irfan dan ibu yang turut membantu menurunkan dagangan Dika. Mereka membawanya masuk dan menyiapkan untuk jualan pagi itu.
__ADS_1
"Dinda,,, mau buka mie ayam disini?" tanya salah satu tetangga, padahal sudah jelas ada tulisan Mie ayam Dika, namun mereka masih bertanya
"Iya bu Dini, bismillah kami buka cabang kecil kecilan disini, selain buka dirumah, kan disini juga belum ada yang jualan mie ayam. Silahkan bu kalau mau icip icip mie ayamnya" ucap Dinda dengan ramah
"Geratis?" sambung salah satu tetangga yang mendengarkan
"Ojo geratis to buibu! bayar lah mosok geratisss? ini loh masih usaha kecil kecilan, kasihan sama Dinda, baru juga buka udah minta gratisan" sahut ibunya Dinda
"Hehe siapa tau kan geratissss buk" jawab mereka
"Berapa seporsi Din?" tanya tetangga lain
"Ada beberapa pilihan menu bu, mie ayam biasa 7ribu, mie ayam ceker 9ribu, mie ayam bakso 12 ribu, mie ayam komplite 15ribu. Dijamin enaaakkk bu, porsi banyak, higenis dan pasti kenyang. Ibu ibu wajib coba ya" jawab Dinda
"Wahh murah yah, terjangkau. Mau deh coba kalau gitu. Saya minta bungkuskan mie ayam komplit 3 ya,,,"
Ibu ibu itu langsung mengantri untuk memesan mie ayam Dika yang baru saja akan buka pagi itu
"Sabar ya bu, ngantri hehehe" ucap ibu Dinda terlihat begitu senang karena sudah ada pembeli sepagi itu.
Para pembeli di layani oleh pegawai Dika yang baru di rekrut nya. Sedang Dika dan Dinda harus segera ke kampus untuk kuliah pagi mereka.
"Gak papa Dik, ibu malah seneng, disini makin rame. Lagian bapak dan kakakmu juga belum ke pabrik, paling sebentar lagi" ucap ibu
"Sekali lagi kami ucapkan terima kasih ya bu" ucap Dika
"Iyah,," jawab Ibu
"Buk, ini tas isinya pakaian ganti Fatih, bekelnya ada di tas ini juga. Dinda nitip ya bu, nanti jam 1 Dinda udah balik dari kampus langsung kesini. Abang baliknya sore karena harus ngajar di lain kampus" ucap Dinda
"Iya,, Ibu juga seneng disini di temenin Fatih"Jawab Ibu
"Kami pamit ya bu,," ucap Dinda dengan Mencium tangan sang ibu, bergantian dengan Dika
"Bapak sama Irfan juga sekalian mau ke pabrik,," ucap Bapak yang baru keluar dari rumah dengan memakai pakaian lengkap seragam dari pabrik
Lalu Dinda dan Dika pamit pada Bapak, setelah itu keduanya masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kediaman keluarga Dinda menuju ke kampus. Begitu juga bapak dan Irfan yang sudah keluar rumah menuju ke pabrik tempat mereka bekerja. Sementara ibu dan Fatih duduk di teras sambil melihat banyaknya orang yang tengah mengantri menunggu giliran pesanannya di buat
__ADS_1
"Semoga larisss manisss,,,"
"Aamiin" ucap Ibu dan Fatih dengan tersenyum
Sampai di kampus,,,
Dika memarkirkan mobilnya di antara mobil Dosen yang mengajar di kampus kedokteran. Setelah itu keduanya sudah akan turun
"Bang" ucap Dinda
"Iya sayang? ada apa?" tanya Dika
"Nanti siang kita makan siang bareng yuk, Dinda bawain bekal makan siang untuk kita" ucap Dinda
"Emm,,, boleh,, tapi makannya di mobil aja ya nanti. Gak papa kan?" tanya Dika
"Ohh,, gak di ruangan abang?" tanya Dinda
"Sebenarnya tidak masalah, tapi abang hanya menjaga pandangan dosen lain pada kita. Kita kan sedang berada di lingkungan kampus sayang, kalau dirumah gak masalah" Jawab Dika dengan selembut mungkin agar istrinya tidak marah
"Ohh gitu,,, ya sudah gak papa,, nanti setelah jam kedua, abang langsung ke mobil ya, Dinda tunggu" ucap Dinda dengan tersenyum
"Baiklah istri ku,,," Dika tersenyum sambil mengusap usap kepala istrinya
"Ya sudah,, berarti makanannya biar di mobil aja, Dinda turun yah" Dinda memakai tasnya dan bersiap akan turun
"Tunggu!" Dinda langsung berbalik badan dan
Cup!
"Semangat yahh belajarnya!"
Dika tersenyum tulus saat memberikan semangat pada istrinya, wajah Dinda pun langsung merona dengan seulas senyum yang langsung merekah.
"Iyaaa" Jawab Dinda
.
__ADS_1
.
.