
Setelah mama selesai sarapan, Dinda memberikan obat yang harus di minum mama. Sedangkan yang lain tengah sarapan bersama papa dengan makanan yang disiapkan Dinda dari rumah.
"Dinda, ayo sini ikut sarapan" ucap papa
"Iya pa,," Jawab Dinda yang kemudian beralih ikut duduk di karpet berdekatan dengan Dika. Dinda pun ikut sarapan bersama.
"Pa, setelah ini kami berdua pulang dulu ya, mungkin sore nanti baru ke sini lagi. Dari kami kan harus mengecek kerjaan pegawai, dari kemarin mereka di tinggal" ucap Dimas
"Iya gak papa, disini biar papa yang jagain mama" jawab papa
"Papa gak ke kantor camat?" tanya Dika
"Papa ke kantor saja gak papa pa, Dinda libur kuliah hari ini. Nanti biar Dinda dan Fatih yang jaga mama" ucap Dinda
"Sekar juga gak ada kerjaan pa, kan sekarang ada anak papa yang handle kerjaan. Tapi nanti pulang dulu bersih bersih baru kesini lagi" ucap Sekar
"Ya sudah kalau memang begitu, papa menurut saja" jawab papa
Setelah mereka selesai sarapan, Dimas dan Sekar pamit pulang lebih dulu. Sedangkan Dinda, Dika dan Fatih Izin pada papa sebentar untuk memeriksakan kandungan Dinda. Jadi setelah anak anak pergi, tinggal papa dan mama di dalam ruangan itu. Papa Duduk di samping mama dan menatap mama
"Harusnya mama lihat kebaikan kedua mantu kita. Mereka memang bukan dari kalangan berada, tapi keduanya memiliki hati yang baik dan tulus. Mama lihat mereka mau merawat mama, menjaga mama. Harusnya mama bisa melihat itu dan menerima mereka" ucap papa namun mama tidak memberikan respon apapun
" Mama lihat sendiri, Dimas bahagia dengan pilihannya, Dika pun juga begitu. Apa yang mama cari lagi?! bukan kah kebahagiaan anak anak itu lebih utama daripada keegoisan mama?!" ucap papa
...**...
Dika, Dinda dan fatih sudah sampai depan ruang kedokteran. Kemudian Dinda dan Dika mendaftar lebih dulu dan setelah itu mengantri di ruang tunggu. Dinda pun mengikuti serangkaian pemeriksaan sebelum di panggil untuk masuk kedalam ruangan Dokter. Beruntung pagi itu, Dokter Dita praktek di jam pagi.
"Ibu Dinda Asmarani, Silahkan masuk" ucap Suster
"Ayo sayang kita masuk" Ucap Dika menggandeng Dinda dan Fatih lalu masuk kedalam
"Selamat pagi,,," Sapa Dokter Dita dengan begitu ramah
"Pagi dokter, Assalamualaikum" Ucap Dinda saat masuk kedalam
"Wa'alaikumsalam, mari sini silahkan duduk" Ucap Dokter Dita dengan ramah.
Lalu Dinda , Dika dan Fatih duduk di kursi yang sudah di sediakan.
"Maaf dok, kemarin gak jadi periksa, mama gak ada yang jaga" ucap Dinda
__ADS_1
"Iya gak papa,, ada keluhan gak selama kehamilan di trimester pertama ini?" tanya Dokter
"Gak ada sih dok, cuma awal awal itu Dinda kayak lemes aja gitu, dan nafsu makan juga berkurang" ucap Dinda
"Kalau sekarang?" tanya Dokter
"Sekarang sih enggak, cuma makan nasinya kurang, paling suka makan sayur, buah dan yang manis manis" jawab Dinda
"Boleh makan yang manis tapi jangan berlebihan yah, gak baik juga untuk janinnya. Ayo kita periksa dulu" ucap Dokter mengajak Dinda untuk di periksa
"Hayo Fatih mau adik perempuan apa laki laki?" tanya Dokter Dita
"laki Doktel , nanti main bola " jawab Fatih dan semua orang terkekeh
"kalau perempuan?" tanya Dokter
"Yah,,, atih ndak au main boneka!" jawab Fatih
"Sayang,, mau adik laki laki ataupun perempuan itu sama saja. Yang penting bunda sehat, dedek bayi juga sehat" Ucap Dika pada putranya
"Iyah" Jawab Fatih
"Wah,, Maasyaa Allah,, janinnya sehat,, air ketubannya cukup, pertumbuhannya juga baik. Tapi ini sepertinya ibunya kelelahan yah,, tensi darahnya renda tadi" ucap Dokter Dinda
"Sepertinya begitu Dok, karena kan sebentar lagi ujian, jadi Dinda juga sibuk sibuknya di kampus" jawab Dinda
"Tapi harus tetap istirahat yang cukup, asupan makanan juga di perhatikan. Nanti saya resepkan vitamin untuk membantu mencukupi kebutuhan ibu hamil. Jenis kelaminnya belum terlihat jelas, mungkin 5 bulan ke atas nanti sudah bisa kita lihat" ucap dokter Dita
"Tidak perlu di beri tahu dok, nanti biar surprise" sahut Dika
"Yah,, boleh,, nanti kontrol rutin yah Dinda, jadi kita tau perkembangan bayinya setiap bulannya" ucap Dokter Dita
Kemudian mereka kembali ke meja Dokter Dita dan berbincang di sana.
"Kalau ada apa apa, tanyakan saja ke saya Din, jangan sungkan" ucap dokter
"Iya dok,," jawab Dinda
Cukup lama mereka berkonsultasi, lalu Dika dan Dinda pamit karena harus kembali menjaga mama bergantian dengan papa yang harus kembali Dinas di kantor Kecamatan.
Sesampainya mereka di ruangan mama, ternyata papa sudah di temani Sekar disana.
__ADS_1
"Ayo pa, kita pergi. Dika antar papa ke kantor" ucap Dika
"Baik lah, kalian berdua, kalau ada apa apa sama mama, segera hubungi papa" ucap Papa pada Dinda dan Sekar
"Iya pa" Jawab Dinda dan Sekar bersaman
Kemudian papa pamit dan pergi bersama Dika. Sedangkan Dinda, Fatih dan Sekar menjaga mama Nad di ruang inapnya. Mama Nad tengah memejamkan mata, sedangkan Dinda, Sekar dan Fatih duduk di sofa. Keduanya mengobrol ringan untuk lebih saling mengenal.
Tak berselang lama, Mama membuka mata dan Dinda yang saat itu melihat mama pun langsung beranjak menghampirinya. Sekar pun juga ikut melihat kondisi mama Nad.
"Mama sudah bangun? mama mau apa?" tanya Dinda
Mama Nad hanya melihat Dinda, namun begitu sulit untuk berbicara padanya. Bibir dan anggota badan yang lain masih tidak bisa di gerakkan sama sekali.
"Mungkin mama haus mba" ucap Sekar
"Mama haus?" tanya Dinda namun mama diam saja. Lalu Dinda mengambil air minum dan sendok untuk memberikan minum.
"Kata dokter, kalau kondisi mama terus membaik, besok mama sudah boleh pulang dan di rawat dirumah. Nanti kami yang akan merawat mama sampai sembuh. Iya kan Sekar?" tanya Dinda
"Iya ma,, kami akan merawat mama sampai sembuh" Jawab Sekar
"Jadi nenek bica main cama Fatih" sambung Fatih
Terlihat mama Nadira mengedipkan kelopak matanya
" Tuh mama kedip kedip tandanya mama setuju. Jadi mama harus semangat yah!" ucap Dinda saat melihat respon mama Nadira
"Iya,, kami yakin mama pasti akan sembuh" Sambung Sekar.
Kemudian Sekar mengambil potongan kuku dan membersihkan kuku kuku mama Nad, sedangkan Dinda menemani Fatih bermain puzzle nya.
.
.
.
Maaf yah updatenya telat,
Baby uni lagi demem jadi seharian gak bisa di tinggal sedikitpun😰 jdi baru bisa di sempatkan update meski kemaleman. Mohon doanya yahh semuanya, semoga baby uni diberi kesembuhan dan ceria lagi, Jadi bisa update lagi, terima kasih semuaaaaaaa 🥺🙏
__ADS_1