
"SEKAR"
Dika kaget sekaget kagetnya saat melihat keluarga sekar yang baru saja tiba di tempat itu, Sedang Dimas terlihat begitu senang karena mereka datang tepat waktu.
Kemudian Sekar turun dari motor begitu juga dengan ibunya. Sekar terlihat bingung kenapa mereka malah ke kantor KUA, Sekar tambah di buat kaget sekaligus bingung saat melihat di depan pintu masuk ada Dimas, Dika dan istrinya. Mulutnya sampai menganga dengan mata membulat ketika melihat mereka berpakaian rapi, terutama Dimas
"Itu mereka, Ayo kita kesana" ucap bapak Sekar
"Pak Tunggu! kita mau kemana?! kenapa kita ada disini?! bukannya kita mau kondangan?!" tanya Sekar menahan kedua orang tuanya.
"Siapa yang bilang mau ke kondangan?!" tanya Bapak
"Ibuk!" jawab Sekar sudah dag dig dug saat melihat Dimas, Dika dan Dinda berjalan menuju ke arah mereka. Sekar sangat malu karena berpakaian sangat mencolok, bahkan dia sudah seperti seorang mempelai wanita saja
"Eh ngawur! ibu gak bilang kondangan ya! kamu sendiri yang menyimpulkan jika kita akan ke kondangan. Lawong kita mau kesini, ya kan pak?" tanya Ibunya Sekar
"Iya,," jawab bapaknya Sekar
"Terus ngapain disini?!" tanya Sekar masih bingung
"Karena kita akan menikah" sahut Dimas
"MENIKAHH?!" Sekar di buat menganga sangat syok mendengar ucapan Dimas
"Iya, kita akan menikah hari ini" jawab Dimas lagi dengan tersenyum
"Iya, bukannya kamu hari ini akan menikah dengan nak Dimas?" tanya Bapaknya Sekar
"Hah??" Sekar terlihat semakin bingung dengan situasi saat itu
"Menikah? menikah? menikah? aku,, akan menikah hari ini? siapa yang bilang begitu?" batin Sekar
"Menikah? siapa yang akan menikah dengan mu?" tanya Sekar pada Dimas
"Ya kamu, memangnya siapa lagi?" tanya Dimas
"Aku??" Sekar menunjuk dirinya sendiri
__ADS_1
"Iya kamu" jawab Dimas,
Dika, Dinda, Bapak ibunya Sekar dan kang Bowo terlihat bingung dengan Dimas dan Sekar yang terlihat malah tidak kompak.
"Aduh...duhh.. duh.." Sekar oleng dan langsung di tahan oleh bapaknya sekar karena hampir ambruk di tempat.
"Eehh" Ibu Sekar pun terlihat khawatir karena putrinya tiba tiba lemas begitu
"Kamu gak papa?" tanya Dimas
"Aduh pak,, Sekar lemes pak,, sekar mau pingsan,, rasanya,," Sekar semakin melemah hingga pandangannya sudah menjadi gelap
"Sekar?!" Dimas, Bapak dan ibu Sekar kompak memanggil nama Sekar, sedang sekar sudah benar benar ambruk di pelukan bapaknya
"Ayo pak, kita bawa ke mobil saya saja pak,,, " Ucap Dika pada bapak Sekar, lalu mereka membawa Sekar kedalam mobil Dika yang sedikit lebih luas dari pada mobil Dimas, dan Sekar di temani ibunya juga Dinda didalam.
"Abang mau bicara sama kamu!" ucap Dika menyeret Dimas
Dimas tidak menolak, dia pun mengikuti kemana Dika membawanya. Mereka sedikit menjauh dari keluarga Sekar sementara menunggu Sekar Sadar.
"Ada apa bang?" tanya Dimas
"Apa yang perlu,,,,"
"Semuanya!" Dika terlihat sangat serius kali ini
"Um, baiklah" Jawab Dimas yang kemudian menarik nafas dalam dan menghembuskannya kasar
"Sebenarnya,,,, " Dimas menceritakan semua tentang dirinya dan Sekar dari awal hubungan mereka. Dimas juga menceritakan tidak sukanya Mama Nadira pada Sekar saat tau Dimas mendekati gadis Dewasa itu dan Dika pun mulai mengerti bagaimana hubungan Dimas dan Sekar bisa terjalin
"Jadi,, semalem itu Dimas bilang ke Sekar untuk mengajaknya nikah, terus dia jawab besok. Jadi Dimas persiapkan semuanya bang" ucap Dimas
"Tapi kenapa Sekar seperti bingung dan kaget? apa jangan jangan kamu salah paham?" ucap Dika
"Gak mungkin lah bang, dia itu juga cinta sama Dimas, cuma dia itu gengsi dan takut sama mama. Udah itu aja, selebihnya Dimas yakin dia itu cinta sama Dimas!" ucap Dimas
"Pede sekali kamu!" cetus Dika
__ADS_1
"Dimas bisa merasakan debaran jantung Sekar itu sama seperti Dimas saat kami,,," Tiba tiba Dimas diam saat hampir saja keceplosan
"Saat?!" tanya Dika menatap adiknya dengan tajam
"Ah abang, seperti tidak pernah muda saja!" Cetus Dimas dan membuat Dika berkerut Kening
"Apa dulu kau juga melakukannya pada Dinda?!" tanya Dika tiba tiba
"Kenapa jadi bahas Dinda?! tentu tidak! Dinda selalu menolak ku" jawab Dimas dan membuat Dika tersenyum senang.
"Bang, dia sudah sadar" Ucap Dinda saat menghampiri Dika dan Dimas yang sedang berbicara berdua
"Ayo kita kesana" Ajak Dika langsung menggandeng tangan istrinya dan mengajaknya pergi menemui Sekar.
Sekar terlihat sudah duduk dengan masih diam dan seperti sedang berfikir.
"Sekar, kamu gak papa?" tanya Dimas begitu khawatir
"Gak papa" Jawab Sekar
"Alhamdulillah kalau gitu, Ayo kita masuk kedalam" jawab Dimas dengan lega
"Memangnya mau apa?! aku sudah bilang, aku tidak mau menikah denganmu, kenapa kamu terus memaksa ku?!" tanya Sekar
"Loh, siapa yang maksa kamu?! kita sudah sepakat semalam bukan?" ucap Dimas
"Semalam?!" Sekar terlihat mengingat ingat
"Iya, saat aku katakan padamu, menikahlah denganku, dan kamu menjawab besok. Benarkan?!" Ucap Dimas mengulang kejadian semalam
Plaakkkk
Sekar menepuk jidatnya sendiri setelah mendengar ucapan Dimas
.
.
__ADS_1
.