
Hari berikutnya,,,,
Sekar terlihat diam saja, dia sudah mandi namun sebenarnya dia tak ingin pergi ke acara pesta pernikahan Gion dan Sierra. Rasanya Sekar masih begitu sakit hati atas apa yang di lakukan gion dan keluarga padanya. Bagaimana tidak, Keluarga Gion habis habisan menghina Sekar sedangkan Gion sama sekali tidak membela ataupun memperjuangkan cinta mereka. Rasanya sangat sakit jika diingat ingat.
"Sayang kamu kenapa?" Dimas yang baru saja keluar dari kamar mandi melihat Sekar yang duduk di tepian tempat tidur dengan masih memakai kimono dan rambut berbalut handuk. Sekar terlihat sedang menangis meski tak bersuara
Cepat cepat Sekar menghapus air matanya
"Gak papa,, umm,, apa sebaiknya kita gak usah pergi saja?" ucap Sekar,
Kemudian Dimas berlutut di antara kaki Sekar dan menatapnya dengan serius
"Kita sudah bahas ini semalam. Apa kamu masih cinta sama Dia?" tanya Dimas
"Enggak, cuma,, aku males ketemu Gion dan keluarganya" Sekar menunduk sedih
"Sayang, kata papa, kita harus buktikan pada mereka kalau kamu itu sudah move on! dan kamu sudah menemukan pria yang ganteng! baik! pekerja keras! emm apa lagi ya? rajin menabung! yaaa ini suamimu!" Kekeh Dimas
"Kekanakan?!" Cetus Sekar
"Yahh bukan kekanakan sayang, tapi manja,, itu kan mungkin bawaan anak bungsu kali yah,, heehe tapi aku manja cuma sama kamu" Dimas mengusukkan kepalanya di perut Sekar
"Geli ih!" Sekar menarik kepala Dimas
"Jadi masih tetep gak mau dateng?" tanya Dimas
"Kita pergi" jawab Sekar dan Dimas tersenyum
"Gitu dong,, Coba sini cium dulu,," Dimas sudah memajukan kepalanya namun ditahan Sekar
"Cium cium, apa kurang pagi ini tadi?!" cetus Sekar dan Dimas terkekeh saja
"Kurang! aku mau lagi" Dimas tersenyum dan kembali mendekat namun masih di tahan Sekar
"Eihh,, udah cukup! ayo siap siap, kita harus pergi kan?" ucap Sekar
"Ck! Dikit aja kali,, coba sekali kamu yang cium aku! masak aku terus yang duluan ?!" Ucap Dimas, lalu memasang bibir didepan wajah Sekar
__ADS_1
Sekar menggigit bibirnya sendiri, ragu ragu tapi tetap saja melakukannya, Cup!
Sekilas, Sekar langsung menarik dirinya.
"Udah, aku mau ganti baju" Sekar menggeser Dimas lalu dia pun segera beranjak dari tempat duduknya. Wajahnya sudah sangat memerah dengan debaran jantung yang tidak bisa di kondisikan lagi. Sedang Dimas terkekeh saja melihat istrinya salah tingkah.
Dikamar Dika, Dinda, Fatih dan Dika juga sedang bersiap untuk pergi ke acara itu. Fatih yang sudah siap lebih dulu pamit turun pada kedua orang tuanya.
"Fatih tulun duyu ya" ucap Fatih yang sudah berlari keluar dari kamar
"Hati hati nak,, jangan lari lari,," ucap Dinda
"Iyaaaaaa" Sahut Fatih
"Anak itu,," Ucap Dika menghampiri Dinda yang baru saja selesai memasang hijabnya
"Sini Dinda bantu" Ucap Dinda membantu Dika memasangkan kancing kemeja batik Dika
"Sayang,, Makin hari makin cantik aja kamu " Dika menatap Dinda yang begitu dekat dengannya
"Yang bener? makin glowing yah?" kekeh Dinda
"Abang mau glowing juga?" tanya Dinda menepuk pelan dadaa suaminya
"Hehe gak lah, abang kan pria, abang juga udah ganteng, iya kan?" kekeh Dika
"Iya iya,, abang ganteng" Kekeh Dinda
"Rahasianya apa yah?? gak ada deh kayaknya. Umm,, mungkin karena skincare mendukung dan hati bahagia kayaknya bang, jadi terlihat glowing hehehe" kekeh Dinda
" Jadi abang harus bikin hati istri abang ini bahagia terus yah biar glowing terus?" Dika tersenyum sambil mengusap lembut wajah istrinya
"Iyaaa harusnya begitu,,, hehe" Kekeh Dinda
Dika menyusupkan tangannya dan mendekatkan wajahnya, Keduanya saling mendekat mengikis jarak, baru saja memejamkan mata dan menikmati manis cinta, Keduanya di kejutkan dengan suara Fatih
"Ayah,, ayo belangkat. Udah di tungguin om mac dan aunty di bawah!" ucap Fatih di depan pintu kamar
__ADS_1
Dika dan Dinda pun sontak saja saling menjauh dan terlihat kaget bersaman
"Iya iya,," sahut Dika. Lalu Fatih kembali turun ke bawah
"Hmm,,, baru aja mau romantis romantisan, ada ajaaa gangguannya" Gerutu Dika sambil menggandeng tangan ibu hamil itu dan mengajaknya turun kebawah.
"Hehehe itu anakmu loh bang,, masak gitu ngomongnya" Kekeh Dinda melihat wajah Dika yang terlihat sebal
"Karena waktunya gak pas banget, tiba tiba muncul kan gak jadi tadi. Ini lagi pengantin baru, gak bisa apa nunggu sabar sedikit" Dika masih ngedumel sampai mereka turun kebawah
"Apa sih bang?! ngomel terus dari tadi!" Cetus Dimas
"Kalian berdua itu kalau mau berangkat ya berangkat aja duluan, gak perlu nunggu kami" Ucap Dika
"Mana bisa kami berangkat duluan, kami kan mau naik mobil baru! hahaha!" Jawab Dimas
"Mau nebeng kalian?!" tanya Dika
"Iya,, kapan lagi kan di setirin sama abang!" Jawab Dimas
"Enak saja! Nih kamu yang nyetir!" Dika melempar kunci mobil pada adiknya. Dengan sigap Dimas menangkap kunci itu
"Ck! Padahal mau numpang aja! ujung ujungnya disuruh nyetir juga!" Dimas berdecak kesal karena dia juga yang harus menyetir mobil Dika.
"Yang numpang harus nurut sama yang punya mobil, kalau gak, naik saja mobilmu sendiri" Dika berlalu sambil menggandeng Fatih dan juga Dinda mereka pamit pada papa dan mama yang saat itu tengah duduk di teras rumah. Mama Nadira duduk di kursi roda sambil melihat taman bunga didepan rumah
"Kenapa sih dia? kayak kesel gitu?" tanya Sekar pada Dimas
"Ntahlah, mungkin gak dapet jatah kali! kamu jangan gitu ya, bisa aja aku juga kesel sendiri kalau gak di kasih jatah sama kamu" Ucap Dimas pada Sekar
"CK! dasar kamu Mesyum!"
.
.
.
__ADS_1
.
Yang mau Ikut kondangan siapkan amplopnya yah😅🤣 Dijemput pake mobil Abang Dika nanti🤣