Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Pahala Istri


__ADS_3

Selesai beribadah, Dika mengajak Dinda ke meja makan untuk makan malam bersama. Karena Fatih dibawa orang tua Dika, maka mereka hanya berdua saja dirumah. Dinda bengong saat melihat banyak makanan yang sudah terhidang diatas meja.


"Duduk Din" Dika menarik kursi dan mempersilahkan Dinda duduk


"Abang yang masak ini semua?" tanya Dinda saat melihat diatas meja sudah ada capcay udang, ayam goreng, sambal terasi dan gorengan tempe, tahu


"Iya" Jawab Dika yang kemudian duduk di sebelah istrinya


"Karena Dinda ketiduran jadi berkurang deh pahala Dinda. Ini kan tugas istri menyiapkan makanan untuk suami" Ucap Dinda dan Dika tersenyum


"Anggap ini sebagai permintaan maaf abang karena sudah buat istri abang kelelahan. Nanti cari pahala yang lain aja, sekarang kita makan dulu ya" Jawab Dika


"Iya bang, Abang mau makan apa?" tanya Dinda yang mulai melayani suaminya


"Itu sayur sama lauknya boleh, sambal juga" Jawab Dika, lalu Dinda mengambilkan makanan untuk Dika dan setelah itu untuk dirinya sendiri.


"Masakan abang enak" puji Dinda


"Masih enak masakan kamu" jawab Dika


"Bisa aja!" sahut Dinda. Keduanya pun hanya fokus menghabiskan makanan tanpa bicara lagi. Beberapa menit kemudian, mereka selesai makan malam dan bersiap untuk ibadah isya, Dika ke musholah sementara Dinda hanya di rumah.


Tak lama kemudian Dika sudah pulang dan mendapati Dinda tengah mengerjakan tugas kuliahnya di ruang tengah. Dika mengucapkan salam dan menghampiri Dinda


"Sudah pulang bang?"


"Iya,,, belum selesai tugasnya?" tanya Dika


"Sedikit lagi bang" Jawab Dinda


"Abang mau bicara sebentar bisa?" tanya Dika


"Bisa, soal apa bang? " tanya Dinda yang kemudian menutup bukunya dan berfokus pada Dika


"Permintaan papa dan mama tadi sore. Menurut kamu gimana?" tanya Dika


"Emm,,, gimana ya bang, Dinda takut aja kalau bicara berdua saja sama Dimas." jawab Dinda


Kemudian Dika menyentuh tangan Dinda dan menatapnya dengan serius.


"Kamu gak sendiri, nanti abang yang temenin kamu. Tapi mungkin abang hanya bisa awasin kamu. Kalau dia macem macem abang sendiri yang akan hajar dia" ucap Dika


"Emm,,, ya sudah kalau abang ikut Dinda mau. Jadi kapan?" tanya Dinda


"Besok gimana? besok kan libur" jawab Dika


"Terserah abang aja" jawab Dinda


"Sekarang, kamu kirim pesan sama Dimas, besok ajak ketemu di cafe Cendana jam 2 siang" ucap Dika


"Dinda gak punya lagi nomernya bang" jawab Dinda

__ADS_1


"DM aja di IG nya" ucap Dika


Dinda mengangguk lalu mengambil ponsel dan mengirimkan pesan kepada Dimas. Meski sedikit ragu apakah dengan mereka bicara, Dimas akan berhenti mengejarnya atau tidak, setidaknya mereka sudah berusaha. Sementara itu di tempat lain, Dimas yang saat itu tengah berada di cafe bersama teman temannya begitu kaget ketika mendapat pesan DM dari Dinda yang mengajaknya bertemu besok


"Woi! kenapa senyum senyum lu!"


"Dinda ngajakin ketemuan! kayaknya dia memang gak bisa lupain aku! buktinya dia duluan kan yang ngajak ketemuan!" Dimas tersenyum senang saat itu.


"Semoga gak galau lagi deh!"


"Aamiin bro!" Dimas langsung merencanakan agenda untuk besok bertemu Dinda. Dimas harus terlihat keren dan perfect di mata Dinda.


Kembali kerumah Dika,,,


Dinda hanya sekali saja mengirimkan pesan dan setelah itu dia tidak mau lagi membalas pesan DM Dimas. Tugasnya kan hanya mengajak Dimas ketemuan besok, bukan malah mengobrol panjang apalagi sampai bahas masa lalu mereka.


Sesaat Dinda kaget ketika merasakan pelukan hangat Dika pada perutnya. Hembusan nafas hangat pun menerpa di ceruk lehernya.


"Bang,,,"


"Hem?"


"Dinda belum selesai loh ngerjain tugas dari abang, lepasin,,," ucap Dinda


"Abang masih mau peluk kamu" Jawab Dika yang masih terus memeluk Dinda


Dinda tersenyum saat melihat sisi manja Dika terhadap dirinya. Diusapnya pelan pipi Dika


"Nanti abang ajarin"


CUP!


Satu kecupan mendarat di pipi Dinda


"Besok libur kan? boleh gak Arjuna main sama Dara?" tanya Dika setengah berbisik


"Abang gak lelah ya? Dinda loh rasanya remuk semua bang! abang bolak balikin Dinda kayak ayam panggang, sudah nya remuk semua" Jawab Dinda


"Abang gak lelah, tadi siang juga sudah tidur di warung. Sini abang pijitin kalau Dinda sakit badannya" Dika yang penuh kemodusan pun melepas Dinda lalu membalik badan Dinda dan memijit pundaknya.


"Padahal Dinda cuma nerima aja abang yang gerak loh kemarin" kekeh Dika


Wajah Dinda bersemu merah saat Dika membahas hal kemarin malam.


"Udah jangan di bahas lagi" jawab Dinda merasa malu


"Hehehe,,, jadi malam ini boleh dong ngajakin Dara main. Kan malam minggu jadi gak akan tidur di kelas lagi hehee" bujuk Dika sambil terus memijit Dinda


Saat Dika mengatakan tentang tidur di kelas, membuat Dinda teringat kejadian pagi tadi. Dinda menjauh dan membereskan buku bukunya membuat Dika bingung


"Mau kemana Din?" tanya Dika

__ADS_1


"Ke kamar!! gara gara abang, Dinda sampe tidur di kelas, karena abang gempur Dinda tanpa ampun sampe kelelahan. Malam ini abang gak dapet jatah, karena pagi tadi udah di ambil extra part nya! Dinda mau tidur!" Jawab Dinda yang kemudian melangkah menuju ke kamar


"Loh loh,,, abang kan udah minta maaf,,," Dika bangkit dan mengejar istrinya


blam!


Tok


Tok


Tok


"Dinda,, buka sayang,,, masak tega lihat abang tidur diluar? Dinda,,,, buka dong,,, kita kan bisa bicara baik baik" Ucap Dika di depan pintu kamar nya


"Abang tidur aja di kamar Fatih" Sahut Dinda dari dalam kamar


"Iihhh kok gitu,,, abang mau tidur sama kamu, abang gak mau tidur sendiri. Ayo lah sayang,,, bukain pintunya. Dosa loh kalau kamu giniin abang, Pahala istri abang akan berkurang" Ucap Dika berharap Dinda luluh dan membuka kan pintu


Pintu tak kunjung dibuka, Sepertinya Dika harus menelan kekecewaan. Dengan wajah lesu Dika akan tidur sendiri di kamar Fatih.


Ceklek


Dika menoleh saat pintu kamar di buka dan Dika begitu kaget saat melihat Dinda berganti pakaian dress pendek tanpa lengan, dengan tali sejari membuat Dika tenganga


"Jadi gak mau ajakin Dara main?" Tanya Dinda pura pura sebal


"Jadi!" sahut Dika tersadar


"Ayo ayo main sekarang ya" Jawab Dika dengan cepat dan semangat


Lalu Dika menggiring Dinda masuk dan


blam!


Pintu kamar tertutup dengan sekali tendangan kaki Dika.


....


Arjuna lagi main sama Dara, jadi gak boleh diintipin🤭


.


.


.


.


.


Jangan lupa Goyangin jempolnya, kasih like dan komen kalian yah🤗 selamat menjalankan ibadah puasa💖

__ADS_1


__ADS_2