
Sreeeekkkkkkkk
"Sayang coba lihat deh" ucap Dika setelah membuka gorden kamar penginapan mereka.
"Ada apa bang?" ucap Dinda setelah berganti pakaian dan mematikan lampu utama menyisakan lampu tidur tamaran di kamar itu. Lalu Dinda menghampiri Dika yang duduk di sofa
"Coba deh lihat, di langit sana, banyak bintang bertaburan malam ini,," ucap Dika pada istrinya.
Dinda mengikuti arah pandang suaminya dan melihat ke atas langit terlihat banyak bintang bertaburan
"Iya ya bang,, indah banget malem ini" jawab Dinda dengan penuh kekaguman
"Tapi ada satu bintang yang paling terang , apa kamu bisa lihat?" tanya Dika saat menatap istrinya
"Yang mana bang, ohh yang itu ya? yang terlihat paling bersinar diantara bintang yang lain?" tanya Dinda
"Bukan, coba perhatikan lagi, cahayanya bahkan mengalahi bintang bintang yang ada di langit" jawab Dika dengan tersenyum menatap istrinya
"Yang mana bang? atau yang itu yah? yang jejer sama kecil itu?" tanya Dinda
"Bukan,, ini lohh bintang yang paling terang,," Dika menarik dagu istrinya agar mereka saling berhadapan
"Ini bintang abang" ucap Dika terdengar sangat merdu
"Abang bisa aja,,, ini kan Dinda bang, bukan bintang. Abang gombal terus iihh" jawab Dinda tersipu malu
"Hehe,, abang suka lihat istri abang kalau lagi malu malu begini, rasanya pengen abang gigit" ucap Dika mencubit gemas pipi Dinda yang mulai terlihat semakin tembam
"Sakit dong bang kalau di gigit,,," jawab Dinda
"Kalau digigitnya yang lain?" kekeh Dika
"Yang mana bang?" tanya Dinda seolah tidak mengerti
__ADS_1
"Gemesin banget sih kamu!" Dika sedikit mentoel hidung istrinya
"Habis,, abang sekarang suka gombalin Dinda, Apa memang abang raja gombal?!" tanya Dinda
"Tidak juga,, kan tadi abang sudah bilang, abang suka lihat kamu tersipu malu, apalagi lihat pipi kamu yang langsung merona gini, makin cantik" Dika pun mengecup sayang pipi kanan Dinda
"Abang,,,, kok sebelah aja? yang sebelahnya gak dicium juga?" kekeh Dinda
"Heheeh sini sini, biar balance" Kekeh Dika yang kemudian melayangkan satu kecupan lagi di pipi kiri istrinya
"Dinda malu bang,,," Dinda menyandarkan kepalanya di dadaa bidang suaminya
"Malu kenapa? kita kan sudah menikah, untuk apa malu malu lagi?" tanya Dika
"Abangggg,, malu ya malu bang,,," Dinda semakin menenggelamkan wajahnya
"Sudah malam, yuk kita tidur" ucap Dika
"Langsung tidur?" Tanya Dinda melonggarkan pelukannya
"Umm,,, apa gitu bang,,, biasanya gak langsung tidur jam segini,,, " Dinda tertunduk malu sendiri
" Apa sayang?" tanya Dika lagi dengan menatap istrinya yang masih menunduk
"Arjuna,, gak mau ajak main Dara? benerannn?" Ucap Dinda malu malu
"Jadi Dara pengen di ajak main?" tanya Dika dan Dinda menganggu pelan
"Baiklah istriku,,, ayo kita bersiap untuk pertempuran malam ini,, jangan buang waktu,,," Dika sudah berdiri lalu menggendong Dinda dengan begitu cepat
"Abang,,," Dinda setengah kaget
"Katanya mau ngajak main??" ucap Dika saat tatapan mereka bertemu
__ADS_1
"Hehe hayuk bang,," Dinda langsung bersembunyi di cerukk leher Dika menyembunyikan rona merah di pipinya, sedang Dika tersenyum penuh kemenangan malam ini.
"Fine, kita lembur malam ini sayang,,,,,," Dika langsung membawa Dinda di tempat peraduan yang sesungguhnya. ❤️❤️
***
Di tempat lain,,,
Sedari sore tadi Dimas sudah berada di pasar malam, tepatnya di tenda pecel lele milik bapak sekar. Karena weekend, pasar malam sangat ramai pengunjung bahkan banyak juga pengunjung yang mampir di tenda pecel lele Sekar. Melihat Sekar yang terjun langsung melayani pembeli, Dimas tidak berdiam diri, Dia pun juga ikut turun tangan membantu Sekar malam itu
"Kamu duduk saja di meja kasir, biar aku yang melayani mereka" Dimas merebut nota pesanan yang ada di tangan sekar
"Tapi,,"
"Udah sana duduk di meja kasir!" ucap Dimas saat itu
Sekar tidak punya pilihan lain, dia pun berbalik dan kembali duduk di meja kasir sambil mengawasi pegawainya bekerja. Seulas senyum terbit saat Sekar melihat Dimas yang bisa bersikap ramah pada pembeli malam itu
"Baik, tunggu yah pak, bu,, pesanannya nanti akan di buatkan" ucap Dimas yang kemudian menghampiri meja Sekar
"Pesanan meja 4,,,"
" Awas jangan terus menatapku, nanti jatuh cinta" Ucap Dimas setengah berbisik, tiba tiba wajah Sekar memerah
"Apaan sih kamu!" Cetus Sekar yang langsung menutup wajahnya dengan buku
Dimas terkekeh lalu melenggang pergi meninggalkan Sekar
.
.
.
__ADS_1
.
Dimassssssssss nakaall!