Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Sah


__ADS_3

"Dinda, kamu dulu ada hubungan apa dengan Dimas?" Tanya Sekar


Deg!


Dinda dan Sekar saling menatap dengan bibir Dinda mengatup sempurna saat itu. Dinda berfikir bagaimana harus mengatakan pada calon adik iparnya itu.


"Kenapa diam saja?" tanya Sekar


"Um,, apa Dimas tidak bercerita padamu mba?" tanya Dinda


"Tidak, dia tidak pernah bercerita apa apa padaku soal kamu" jawab Sekar


"Oh begitu,, kami satu sekolah dulu, tapi Dimas kakak kelas" jawab Dinda


"Hanya itu?" tanya Sekar yang merasa ada hal lain diantara Dimas dan Dinda. Dia teringat waktu Dika dan Dimas bertengkar saat di empang.


"Fokus saja pada pernikahan dulu mba, nanti Dinda akan cerita" jawab Dinda


"Baiklah, tapi kamu harus berjanji untuk bercerita padaku" jawab Sekar


"Hum" sahut Dinda dan Sekar langsung Diam dan mendengar pak penghulu yang sudah memulai acara pagi itu.


"Aduh,, gimana ini? apa aku harus jujur saja pada Mba Sekar yang sebenarnya? jika aku tidak jujur, takutnya nanti akan jadi hal buruk di dalam pernikahannya dan Dimas. Tapi,,, " Dinda terlihat bimbang dan terus berfikir sendiri.


"Bagaimana saksi? Sah?"


"Sah" Jawab Dika


"Sah" Jawab Bowo


"Alhamdulillah,,,," Pak penghulu memimpin doa setelah ijab qobul, mendoakan kedua mempelai yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri. Dimas pun terlihat bahagia karena akhirnya dia benar benar menikah dengan gadis ikannya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu nikah juga nduk,, ibu seneng lihatnya. Semoga kalian bahagia dan segera diberikan momongan. Aamiin" Doa ibunya sekar


"Aamiin" Sahut Dinda yang juga ikut mendoakan.


Kemudian Sekar berjalan kedepan untuk menandatangani buku nikahnya dan Dimas. Setelah itu Dimas memasangkan cincin di jari manis Sekar dengan senyumnya yang terus mengembang


"Akhirnya kit menikah juga" Ucap Dimas dengan senyum sumringah


"Jangan senang dulu, aku kan hanya mau menikah, tapi aku tidak cinta padamu!" jawab Sekar


"Tidak papa, nanti lama lama juga cinta" sahutnya.


"Ayo sungkeman sama bapak dan ibu" ucap Pak penghulu


Sekar dan Dimas meminta doa restu pada bapak dan ibunya Sekar, sementara dari pihak keluarga Dimas ada Dika dan Dinda disana. Sekar dan Dimas tidak sungkem, hanya meminta doa restu pada keduanya.


"Dan sekarang kamu malah jadi adik ipar ku" kekeh Dika pada Sekar


"Semoga kalian bahagia, berjuanglah bersama menghadapi semuanya" ucap Dika


"Terima kasih doanya kakak ipar" Jawab Sekar


"Aku,, mohon,, doanya,," Dimas bicara pada Dinda rasanya sangat kelu. Bagaimana pun dulu mereka pernah ada rasa bahkan hampir menikah. Namun jodoh berkata lain, mereka dipisahkan dan dipertemukan dengan jodohnya masing masing. Namun nyatanya luka itu masih membekas


"Semoga bahagia" Jawab Dinda


"Terima kasih" Ucap Dimas yang langsung bergantian untuk memohon doa restu pada Dika, begitu juga Sekar yang gantian untuk bicara pada Dinda


"Mohon doanya yah" Ucap Sekar


"Iya, semoga kalian bahagia,,," Jawab Dinda

__ADS_1


"Terima kasih, tapi kamu masih punya hutang cerita padaku" Ucap Sekar


"Nanti tanya saja pada Dimas. Aku rasa ceritanya sama" Jawab Dinda


"Tidak, aku ingin mendengar cerita darimu" Ucap Sekar


"Ya sudah lain waktu saja yah. Sepertinya saat ini tidak mungkin" Jawab Dinda


"Oke" Jawab Sekar


Setelah acara selesai, Dika dan Dinda pamit lebih dulu karena Dinda perlu istirahat setelah perjalanan jauh, mengingat kondisinya sedang hamil muda, jadi mereka memutuskan untuk pulang kerumah dan beristirahat. Sementara keluarga Sekar masih ada di area kantor KUA itu.


"Bu, pak, saya izin ingin membawa Sekar pulang kerumah. Saya ingin memberitahu keluarga saya jika kami sudah menikah" Ucap Dimas


"Iya silahkan, Sekar sudah menjadi istrimu, dia sudah menjadi tanggung jawab mu. Bapak hanya berpesan padamu, jaga anak perempuan bapak, sayangi dia, dan jaga hatinya. Dulu tangan ini yang selalu menggendong dan menimang dia sejak bayi, tangan ini juga yang membesarkan dia sampai sebesar ini. Bapak minta padamu, jaga hatinya baik baik, dan jika kamu sudah tidak mencintainya, kembalikan pada bapak dengan cara baik baik karena kamu memintanya dari bapak dengan hal baik juga. Bapak ikhlas akan menerima sekar lagi setelah itu. Tapi, jika bapak tau kalau kamu menyianyiakan anak bapak, maka bapak sendiri yang akan mengajaknya pulang dan tidak akan memberikanmu kesempatan untuk kembali. Ingat itu Dimas!" Ucap Bapak


"Insyaa Allah , saya akan memegang kepercayaan yang bapak berikan kepada saya" Jawab Dimas


"Susah senang, kalian jalani bersama, meskipun nanti Jika sekar membuatkan mu masakan yang asin atau tidak sesuai selera, katakan dengan baik baik, dan kamu sekar, Dimas adalah suamimu, surga istri terletak pada suami. Hormati suamimu, jangan membantah, laksanakan perintahnya jika itu tidak melanggar syariat agama. Ingat itu ya!" Ucap ibunya Sekar


"Iya bu" Jawab Sekar


"Kalau begitu kami pamit ya Pak, Bu" Ucap Dimas menyalami kedua mertua barunya.


Setelah berpamitan, Dimas mengajak Sekar untuk masuk kedalam mobilnya dan mereka akan menuju ke kediaman keluarga pak Dirdja. Berharap keluarga Dimas bisa menerima pernikahan mereka yang dilakukan secara diam diam.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2