
Dika yang baru sampai di kampus kedokteran sore itu menunggu Dinda di parkiran seperti biasa bersama Fatih. Lalu Dika mengambil ponselnya dan menelfon Dinda, belum sampai diangkat, Dinda sudah berada di dekat mereka.
"Unda" Panggil Fatih saat melihat Dinda mendekat dengan wajah lesu
"Hai sayang" Jawab Dinda tersenyum meski wajahnya lelah.
"Ayo pulang,,, istirahat dirumah" Dika memberikan helm kepada Dinda, lalu Dinda mengambilnya tanpa menjawab ucapan Dika. Setelah memasang helm, Dinda naik dan Dika menjalankan motornya meninggalkan kampus. Sepanjang perjalanan Dinda hanya diam dan berpegangan pada jaket Dika saja, yang biasanya dia memeluk Dika dan ini tidak. Dika pun sudah membatin pasti Dinda marah padanya.
Sampainya dirumah,,,,
Ketiganya kaget saat melihat papa dan mama Dika sudah berada di depan rumah mereka. Kemudian mereka turun dari motor dan menyapa orang tua Dika
"Mama dan papa ada apa kemari?!" tanya Dika
"Papa dan mama mau bicara dengan kalian" jawab papa
Kemudian Dika membuka pintu dan masuk kedalam rumah. Niat Dinda ingin tidur balas dendam harus tertunda karena kedatangan kedua mertuanya.
"Duduk pa, ma" Ucap Dika mempersilahkan mereka duduk
"Papa dan mama mau minum apa?" tanya Dinda
"Gak usah Din, kami gak lama. Kamu duduk saja disini" Jawab Papa
Dinda duduk berdekatan dengan Fatih dan sedikit mengacuhkan Dika karena masih sebal dengan kejadian tadi pagi.
"Kenapa wajahmu lesu begitu? kamu kurang tidur?" tanya Papa Dika saat menatap mantunya
"Ah,,, itu pa, sedikit kecapekan aja, kuliahnya tadi dari pagi sampai sore" Jawab Dinda
Tidak mungkin Dinda menjawab jika dia diajak begadang semalam suntuk oleh suaminya. Dika pun melirik Dinda yang sangat pandai menutupi semuanya
"Hem,, gitu"
"Apa yang ingin papa dan mama bicarakan?" tanya Dika
__ADS_1
"Begini,,, papa dan mama mau minta tolong Dinda untuk bicara sama Dimas soal pertunangan Dimas dan Tasya yang akan diadakan 2 minggu lagi. Dimas menolak mentah mentah dan papa sudah berjanji dengan papanya Tasya untuk membujuk Dimas. Mama sudah berkali kali membujuk anak itu, tapi masih saja ditolaknya. Mama rasa, mungkin jika Dinda yang bicara dimas akan mau" ucap mama panjang lebar
Deg!
"Kenapa harus Dinda ma?! Dinda dan Dimas sudah gak punya hubungan apapun! lagian kalau Dimas gak mau sama tasya, biar dia pilih sendiri pasangan hidupnya! Dimas sudah Dewasa" jawab Dika merasa tidak rela jika Dinda bicara berdua bersama Dimas
"Dimas itu gak bisa move on dari istrimu! salah satunya cara supaya Dimas berhenti mengejar Dinda itu hanya membuat dia menikahi Tasya!" jawab mama dengan tegas
"Mama mu benar, Dimas anaknya keras kepala, sangat susah menasehati anak itu. Papa mohon sama kamu Dika, tolong izinkan Dinda bicara dengan Dimas" pinta papa
"Dika akan diskusikan dulu sama Dinda pa" Jawab Dika
"Apa yang harus di diskusikan?! dinda ada di sini sekarang. Tinggal jawab saja!" sahut mama
" Meskipun begitu, kami butuh bicara berdua setelah apa yang sudah terjadi pada Dinda" Jawab Dika tegas
"Ya sudah, terserah kamu! kami tunggu kabar kalian secepatnya. Fatih,, ayo ikut eyang kerumah, " ajak mama Dika
"Atih au dilumah aja" Jawab Fatih
Fatih melihat kearah Dika dan Dinda bergantian, Dika mengangguk dan Fatih menurut lalu ikut Papa dan mama Dika pulang ke rumah mereka. Setelah perginya papa dan mama Dika, Dinda memilih untuk segera masuk ke kamar.
"Dinda,,, tunggu" Ucap Dika menahan istrinya pergi
"Dinda lelah bang, Dinda mau istirahat" Jawab Dinda dingin lalu melepaskan tangan Dika yang menahan tangannya.
Dika tidak bisa memaksa Dinda dan membiarkan dia masuk kedalam kamar meski awalnya Dika ingin meminta maaf kepada istrinya.
"Hem,, Dinda marah, aku harus apa?" Dika masih berdiri di depan kamar dan berfikir sejenak . Otaknya yang cerdas langsung kepikiran untuk memasak dan menyiapkan makan malam, mungkin dengan begitu Dinda akan memaafkannya nanti. Dika tidak ingin membuang waktu, kemudian dia segera ke dapur untuk memasak, sedangkan Dinda sudah ambruk di kasur dan matanya sudah terpejam.
**
Waktu sudah akan memasuki waktu maghrib, Dika baru saja selesai masak dan akan membangunkan istrinya. Saat Dika masuk kedalam kamar, dia mendapati Dinda yang masih tidur begitu nyenyak. Lalu Dika berjalan menghampiri Dinda dan duduk di dekatnya.
Tangan Dika terulur menyingkirkan anak rambut istrinya yang berantakan.
__ADS_1
"Kamu pasti capek banget ya, maafin abang, karena abang kamu jadi kayak gini. Abang yang salah, abang yang gak bisa nahan gairah abang sendiri kemarin malam. Tapi abang juga tidak bisa berjanji untuk tidak menggila seperti kemarin Dinda, kamu sudah seperti candu buat abang, tapi abang janji mungkin akan melakukannya saat kamu libur kuliah" Dika tersenyum sendiri saat mengingat dia hanya bicara sendiri dan Dinda masih tidur
Dikecupnya pelan kening Dinda dan diusapnya perlahan pipinya
"Dinda,,, bangun sayang,,, sudah mau maghrib" ucap Dika dengan pelan
"Eemm,,," Dinda merasa terusik dan perlahan dia pun bangun dari tidurnya
"Bangun, sudah mau maghrib" ucap Dika dengan tersenyum
"Dinda capek banget bang" jawab Dinda dengan suara parau khas bangun tidur
"Iya,, abang minta maaf ya,,, karena abang kamu sampai kelelahan gini. Abang juga minta maaf soal di kelas tadi. Abang hanya tidak mau ada yang meniru dikelas" ucap Dika dengan sangat hati hati
"Dinda juga minta maaf,, karena gak nurutin ucapan abang" Jawab Dinda
"Ya sudah kamu mandi dulu gih, nanti kita sholat bareng setelah itu kita makan malam bersama ya" ucap Dika
"Ya ampun bang! Dinda sampai lupa masak!" ucap Dinda
"Tenang, abang sudah masak, sekarang kamu mandi gih. Apa mau abang mandiin?!" goda Dika
"Abangggggg,,,! nanti kayak tadi pagi! tadi baru aja minta maaf!" sebal Dinda dan Dika terkekeh
"Habis kamu nagihin sih! Dah sana mandi!" kekeh Dika
Dinda buru buru turun dari kasur dan berjalan cepat ke kamar mandi sementara Dika bersiap untuk beribadah maghrib bersama Dinda. Karena terlambat Dika beribadah di rumah saja.
.
.
.
.
__ADS_1
Uni kasih double up nihhh, goyangin dong jempolnya, kasih like dan komen kalian💖 Maakasiiihhhhhh