
Dika baru saja sampai dirumah dan melihat warung mie ayamnya cukup ramai driver online yang sedang menunggu orderan mereka. Dika menyapa ramah pengunjung disana.
"Gimana warung san?" tanya Dika
"Aman pak!" Jawab Santo
"Oke, saya kedalam dulu" ucap Dika yang kemudian masuk kedalam rumah.
Saat Dika masuk kedalam rumah, dia tidak melihat Dinda berada didalam rumah, dia menebak istrinya pasti berada didalam kamar.
Tok
Tok
"Dinda, abang pulang" ucap Dika
Sesaat kemudian pintu terbuka dan Dika di sambut senyum manis istrinya
"Masuk bang, maaf yah,, pintu kamar Dinda kunci, Dinda tadi lagi istirahat, diluar banyak bapak bapak jadi Dinda di kamar aja" Dinda meraih tangan Dika dan mencium tangannya
"Iya gak papa, kalau pengunjungnya banyak bapak bapak, kamu didalem aja. Biar Daru sama Santo yang kerja. Kamu istirahat saja di kamar ya. Abang gak mau kamu sampai kelelahan, apalagi lagi hami muda gini. Oh iya tadi abang belikan kamu rujak" ucap Dika mengambil tasnya lagi dan mengambil rujak yang di belinya
"Dinda gak pengen rujak bang" sahut Dinda
"Oh iya?! jadi abang aja ya yang pengen makan rujak?!" Dika terkekeh sendiri. Saat di jalan tadi, rasanya Dika ngiler saat melihat rujak bebek yang di jual pedagangnya di pinggir jalan
"Abang ngidam ya?" kekeh Dinda
"Iya kayaknya,,, !" Dika cengengesan lalu berdoa dan menyantap rujak yang dia bawa
"Uhh segerr,,," Ucap Dika saat memakan mangga muda, sementara Dinda meringis sendiri
"Asem pasti" cetus Dinda
__ADS_1
"Dikit, tapi enak. Coba deh, gak pedes kok" jawab Dika
Dinda pun memakan jambu air saja karena dia tidak menyukai buah asam.
"Oh iya,, abang tadi sudah tanda tangan kontrak sebagai dosen tetap di kampus Tunas Bangsa dan Harapan bangsa" Ucap Dika
"Alhamdulillah bang, jadi sekarang sudah jadi dosen tetap dong ya" jawab Dinda
"Iya, semuanya berkat doa kamu juga. Abang semakin yakin, kalau kamu itu anugerah terindah yang di kirimkan Allah untuk abang" Ucap Dika
" Jangan di puji terus bang, nanti Dinda terbang!" ucap Dinda
"Nanti abang iket di hati abang biar gak terbang kemana mana" Dika tersenyum dengan tatapan penuh cinta pada istrinya
Dinda tersenyum malu malu saat menadapat tatapan terus menerus dari suaminya. Wajahnya bersemu merah, jantungnya berdebar debar kala tatapan itu menjurus kedalam hatinya.
"Bang,,,"
"Iya?"
Dika meletakkan kotak makanan yang berisi rujaknya dan menatap istrinya yang masih bergelayut merayunya
"Tugas ya tetep tugas! gak pake nego nego, apalagi ngerayu kayak gini! kalau gak bisa nanti abang ajari" Dika menatap serius istrinya yang tiba tiba berhenti mengusap lengannya
"Oh,, kirain bisa gitu di nego sedikittttt" Dinda mulai mengendurkan tangannya yang memegang lengan Dika dan sedikit demi sedikit menjauhi suaminya yang terlihat serius
"Kan,,, suamiku,,, dosenku bang,,, masak gak boleh sih,,," Dinda sudah waspada saja takut takut Dika langsung ngamuk dan menyerangnya, tapi masih saja dia ingin menggoda suaminya
"Dindaaaa,,,,," Dika memanggil nama Dinda dengan sedikit tertahan
"Iyaaa suamiku,,,," Jawab Dinda yang sudah beringsut menjauh
"Sini,,,!" ucap Dika bergerak mendekati istrinya
__ADS_1
"Gak ah! abang mau ngamuk kan?! hehe" cengir Dinda yang sudah mepet pada headboard
"Istri abang kayaknya pengen di hukum yah sama pak Dosen!" ucap Dika yang sudah melepas satu persatu kancing kemejanya.
"Mau dong di hukum pak,,," Dinda ganti menantang sang suami dengan mengedipkan mata kananya dengan genit.
Tidak membutuhkan waktu lama, Dika sudah merengkuh pinggang Dinda dan membuatnya semakin merapat. Jari jari besar Dika pun sudah membelai lembut wajah istrinya
"Baiklah, dengan senang hati, bapak akan menghukum mu!" Bisik Dika dengan mengulum basah telinga Dinda hingg membuatnya meremang.
"Hukum Dinda bang,,,, Dinda pasrah,,,ah!"
Tok
Tok
"Pak Dika, maaf pak, diluar ada pak RT mau bertemu"
"Halah, mengganggu saja!" Dika terlihat frustasi lalu mengambil kemejanya lagi dan memakainya
"Udah, nanti drama nya di lanjut lagi" Kekeh Dinda saat melihat wajah suaminya cemberut
"Ya sudah abang keluar dulu ya. Jangan mandi duluan. nanti mandinya bareng abang" ucap Dika
"Baik suamikuuuuu,,,"
CUP!
Dika tersenyum saat Dinda mengecup cepat bibirnya yang mengerucut.
.
.
__ADS_1
.
.