Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Martabat Suami


__ADS_3

Deg!


"Mas Dika punya mobil?!"


Sierra menganga


"Ayah dan bunda pakai mobil capa?" tanya Fatih


"Ini mobil Ayah" Jawab Dinda sengaja sedikit keras agar Sierra yang sedang menganga itu mendengar


"Waaahh keyen! ayah punya mobil!" Seru Fatih


"Besok kita jalan jalan yah, kan hari minggu" ajak Dika


"Oke!" Jawab Fatih dengan antusias. Kemudian Dika menggendong Fatih karena begitu rindu dengan putranya dan satu tangannya menggandeng istri tercintanya yang sedang hamil. Begitu terlihat mereka seperti keluarga kecil yang bahagia. Mereka pun berjalan menghampiri keluarga sierra yang menunggu mereka di teras rumah.


"Mobil baru Nak Dika?"


"Alhamdulillah iya pak Dicky" jawab Dika saat salah satu tetangganya bertanya


"Wiihh keren mobilnya. Sukses terus yah Nak Dika. Bapak salut sama kamu yang gigih bekerja " ucap Pak Dicky sembari menikmati mie ayam bersama keluarganya di tempat itu.


"Aamiin,, terima kasih pak doanya" ucap Dika dengan tersenyum ramah. Lalu mereka akan masuk kedalam rumah


"Sudah lama menunggu pak, bu?" tanya Dika saat menyapa Papa dan mama Sierra


"Belum, kami belum lama sampai disini. Kami mau mengantarkan Fatih. Katanya kangen mau pulang kerumah ayah" jawab papa Sierra mencoba legowo karena melihat kesuksesan Dika versi yang di lihat matanya . Meski ada sedikit rasa sesak ketika Dika meraih kesuksesan itu tidak bersama putrinya.


"Kami pun sangat rindu dengan Fatih" jawab Dika

__ADS_1


"Silahkan masuk dulu pak, bu" ucap Dika tanpa menyebut nama mantan istrinya.


"Tidak perlu, kami kesini hanya ingin mengantarkan Fatih saja" Sahut Mama Sierra


"Mas beli mobil baru?" tanya Sierra langsung


"Kenapa tidak dari dulu sih mas? Jika dari dulu mas membeli mobil itu, pasti kita,,,,," ucapan sierra yang terdengar penuh penyesalan terpaksa langsung di potong oleh Dika


"Tidak perlu membahas hal yang sudah berlalu" Sahut Dika


"Sekarang sudah punya mobil terlihat angkuh!" Mama Sierra kembali buka suara


"Maaf bu, Saya rasa tidak ada yang terlihat angkuh bu, suami saya bicara apa adanya. Kita hidup di masa sekarang jadi untuk apa membahas masa lalu jika itu menyakitkan?! bukankah lebih baik menata kehidupan masing masing?" Cetus Dinda merasa tidak terima jika suaminya di katakan begitu


"Ck! Faktanya begitu! lihat saja gayanya sekarang. Mentang mentang bisa beli mobil mewah, sekarang sudah tidak bisa menghargai orang lain. Orang bicara dipotong seenaknya, apa itu namanya kalau bukan Angkuh?!" ucap mama Sierra terpancing emosi karena ucapan Dinda namun sepertinya Dinda tidak sedikitpun takut pada wanita paruh baya itu


"Cukup sayang,,," bujuk Dika yang bisa melihat jika istrinya sedang emosi


"Dasar gadis kampung! terlihat tidak berpendidikan!" ucap mama Sierra


"Cukup ma! ayo kita pulang, jangan buat ribut disini! bikin malu saja!" Ucap papa Sierra saat menarik Sierra dan istrinya pergi dari tempat itu. Mereka cukup malu karena banyak orang yang menonton mereka saat itu.


Setelah mereka pergi, Dika bersama Dinda dan Fatih masuk kedalam rumah.


"Sayang, kamu tadi kok bisa bicara begitu sih? abang sedikit kaget saja lihat istri abang yang biasanya kalem manja berubah galak" tanya Dika penasaran


"Dinda pengen ngebela martabat suami Dinda. Dinda gak rela harga diri abang diinjak -injak lagi sama mereka" jawab Dinda


"Abang makin cinta sama kamu" Dika mencium gemas pipi Dinda

__ADS_1


"Abang,,, malu iihh sama Fatih, jangan cium cium didepan anak" Ucap Dinda


"Gak papa kalau cuma cium pipi, penting,,, bukan yang lain" Bisik Dika


Fatih berkerut kening, seolah bingung dengan pembicaraan kedua orang tuanya


"Ayah bicik bicik apa??" tanya Fatih


"Apa yah? emm,,," sahut Dika dengan berpura pura bingung


"Apa yah?!" Tanya Fatih menuntut


"Ada pembicaraan orang dewasa yang anak kecil tidak boleh tau. Nanti kalau Fatih sudah besar, Fatih akan Faham dengan apa yang Ayah katakan" ucap Dika menasehati Putranya


"Olang Dewaca libet deh! Fatih mau Kecil aja teluc kalau gitu!" jawab Fatih mengundang tawa Dika dan Dinda


"Hahahahahaa"


"Fatih ,,Fatih,,, kamu lucu banget si!!" Dika mengusap usap pucuk kepala Fatih.


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2