Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Pupus Sudah Harapan


__ADS_3

Dimas baru saja sampai di empang Sekar, lalu dia memarkirkan mobilnya. Dimas bisa melihat sepagi itu, aktivitas di empang itu sudah seperti padat merayap. Banyak orang orang berdatangan, yang di yakini Dimas pasti mereka membeli ikan ikan segar dari empang itu untuk di jual. Kemudian Dimas turun dan berjalan menuju pondok. Mata Dimas mencari cari keberadaan sang pemilik empang.


Tup!


Dimas menemukannya, dia melihat sekar tengah menimbang ikan. Lalu Dimas berjalan menghampiri gadis itu.


"Ini lelenya 30kg ya pak, pas timbangannya jadi 30kg x 20.000\= 600.000" ucap Sekar kepada pelanggan ikannya


"Ini uangnya mba Sekar"


"Oke, terima kasih, semoga laris dagangan nya ya pak" ucap sekar


"Aamiin,, " Kemudian bapak itu pergi membawa ikan yang sudah di bayar nya


"Astagfirullah! ngagetin aja kamu!" Sekar terkaget kaget saat melihat Dimas berdiri di samping nya


"Ayo cepat, aku mau jaring ikan gurame!" ucap Dimas tanpa basa basi, Sekar mengerucutkan bibirnya dan berjalan menuju ke empang ikan gurame nya.


"Nih jaring nya!" ucap Sekar


"Bantuin kek, 20kg kalau aku nangkep sendiri, sore baru kelar" jawab Dimas


"Ogah! kerjain aja sendiri! aku masih banyak kerjaan yang lain!" jawab Sekar malas karena Dimas masih tidak ada perubahan.


"Kamu itu gak ada ramah ramahnya ya sama pembeli?! inget pembeli itu adalah raja" cetus Dimas


"Kalau pembelinya kayak kamu, untuk apa aku ramahin?! kamu saja ketus, jutek, gak ada baik baiknya!" Jawab Sekar yang sudah akan pergi meninggalkan Dimas, namun Dimas segera menahan tangannya Sekar


"Bantuin" ucap Dimas setengah memohon, kalau tidak di bantu, berjam jam dia tidak akan bisa menjaring ikan sebanyak itu.


Melihat tatapan Dimas sedikit berbeda dari pertama tadi, sekar menghela nafas berat


"Iya! aku bantu! aku ambil jaring dulu" Ucap Sekar lalu Dimas melepaskan tangannya.

__ADS_1


"Makasih" Bibir dimas terangkat sedikit untuk tersenyum


"Hem" Sahut Sekar


"Oh ya ampun!! senyumnya manis banget ternyata! kayak oppa Song Joong ki !" batin Sekar menjerit


Kemudian dengan cepat Sekar mengambil jaring dan kembali ke empang untuk membantu Dimas.


Sementara itu,,,


Dika baru saja sampai di empang Sekar. Saat Dika sampai, Dika kaget melihat mobil adiknya berparkir di sana.


"Loh ini kan kayak mobil Dimas,,," Dika Memperhatikan mobil pajero sport hitam dan melihat plat mobilnya itu seperti milik adiknya


"Iya, aku yakin ini mobil Dimas, tapi kenapa dia ada di sini?" Kemudian Dika melangkah kan kakinya mendekati pondok yang terdapat banyak orang. Matanya menyapu kedepan dan mencari sosok adiknya yang di yakini ada di tempat itu.


Deg!


Langkah Dika terhenti saat pandangannya tertuju di empang paling ujung, dia bisa melihat Dimas tengah menjaring ikan bersama Sekar.


"Dimas jaring ikan?! sama Sekar?!" gumam Dika


Penasaran, Dika pun melangkah cepat menghampiri Dimas dan Sekar.


"Eh eh,, aku dapettt ini!" Ucap Dimas kegirangan setelah beberapa menit menjaring akhirnya ada ikan yang tersangkut di jaringnya, sementara Sekar sudah mendapat kan 3 ekor ikan gurame dalam waktu singkat. Sekar tersenyum sendiri melihat bagaimana girangnya Dimas saat mendapatkan satu ekor ikan dan mengangkat jaringnya dengan begitu bangga


"Sekar, Ngapain senyum senyum gitu?!"


"Astagfirullah!" Sekar terjingkat saat mendengar suara Dika membuyarkan pikirannya. Bukan hanya sekar, Dimas pun kaget saat mendengar suara kakaknya


"Dika?!" Sekar menoleh ke samping


"Bang Dika?!" Dimas juga menoleh ke sumber suara

__ADS_1


Byuuuurrrrrr


Ikan gurame Dimas kembali nyemplung kedalam empang


"Yah, ikannya nyemplung lagi!" Kekeh Dika saat melihat ikan yang berada di jaring Dimas kembali terjun ke empang


"Hah?! nyemplung lagi?!" dimas kembali melihat jaringnya yang kembali kosong


"Ah! ini semua gara gara abang! bisa gak sih, gak ganggu aku?!" cetus Dimas


"Jangan salahkan aku! salahkan dirimu sendiri yang gak bener bawa jaringnya. Abang gak salah lihat, sepagi ini kamu sudah berada di tempat ini, sedang jaring ikan lagi?!" jawab Dika masih dengan terkekeh


"Ini semua gara gara,,,,," Dimas melipat bibirnya dan tidak melanjutkan ucapannya


"Dik, ngapain kesini?" tanya Sekar tidak memperdulikan Dimas merajuk


"Ah iya, aku kesini mau jaring ikan, istriku lagi ngidam, katanya pengen Ikan gurame yang aku tangkep sendiri" Jawab Dika dengan tersenyum bangga


"Dinda hamil?!" tanya Sekar


"Iya, alhamdulillah Dinda hamil anak ku" jawab Dika sengaja dengan volume yang sedikit di keraskan agar adiknya mendengarkan


Deg!


"Dinda hamil?!" Batin Dimas mencelos


"Pupus sudah harapan ku! aku akan menjadi paman dari anak nya. Bukan ayah nya"


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2