Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Doa yang Terbaik


__ADS_3

Pagi pagi sekali Dimas sudah sibuk sendiri mempersiapkan segala sesuatu sebelum dia menikah dengan Sekar. Pakaiannya sangat rapi, perlengkapan untuk mengisi buku nikah pun sudah dipersiapkan dengan lengkap.


"Kamu Mau kemana sepagi ini?" Tanya papa Dirdja saat melihat Dimas sudah sangat rapi


Dimas tak menjawab langsung, dia pun mendekat pada papanya dan berbisik


"Dimas akan menikah dengan Sekar pagi ini pa. Papa jaga mama, jangan sampai mama tau soal ini. Bisa bisa mama mengacaukan semuanya. Dimas janji setelah menikah nanti, Dimas akan mengajak Sekar bertemu dengan papa dan mama" bisik Dimas


"Kamu benar benar yakin?!" Tanya papa


"Iya, pa. Dimas sudah yakin" jawab Dimas dengan pelan


"Lalu siapa yang akan menjadi perwakilan keluarga?" Tanya papa


"Papa tenang saja, Dimas sudah meminta bantuan abang" jawab Dimas


"ya sudah kalau begitu, terserah padamu. Papa harap kamu bertanggung jawab kali ini!" Ucap papa dengan memegang bahu Dimas


" Baik pa, tolong doakan kami ya pa" ucap Dimas


"Ya papa akan doakan yang terbaik untukmu dan sekar" jawab papa


Kemudian Dimas berpamitan pada papa dan segera berangkat sebelum mama Nadira tau. Banyak hal yang harus Dimas urus sebelum menikah hari ini.


"Loh, itu Dimas mau kemana pa?" Tanya mama Nadira saat menghampiri pak Dirdja yang duduk di teras dengan membawa secangkir kopi


"Ada kerjaan mendesak katanya. Makanya dia pergi sepagi ini" jawab pak Dirdja

__ADS_1


"Sepagi ini??? Tumben?!" Ucap mama


"Udah la mba, mungkin memang dia banyak kerjaan. Sini mama duduk temani papa" ucap Dirdja, lalu mama Nadira duduk bersama dengan pikiran yang tidak tenang.


Sementara Dimas terus melaju, Dika dan Dinda pun juga sudah dalam perjalanan pulang, tepatnya Dika mengejar waktu agar cepat sampai.


Dirumah Sekar,,,,


"Bu,, Sekar mana?" Tanya bapak Sekar


"Loh ya ke empang lah pak, memangnya kemana lagi anak itu?!" Jawab ibu


"Ke empang?! Bukannya hari ini dia akan menikah?!" Tanya bapak Sekar


"MENIKAHHHHHH?!" Ibunya Sekar langsung kaget


"Iya, apa Sekar gak cerita sama ibu?" Tanya bapaknya Sekar


"Dimas, tadi Dimas nelfon bapak dan bilang kalau hari ini mereka akan menikah,," ucap bapak


"Apa?! Yang bener pak?" Tanya Ibu


"Iya, sekarang kita susul Sekar. Acaranya jam 9" jawab bapak


"Dimana acaranya?" Tanya ibu


"Di Kua" jawab bapak

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu yang lama bapak dan ibu Sekar sudah bersiap untuk menyusul putrinya. Tak lupa mereka membawakan baju ganti, kebayak yang dulu dipakai ibu Sekar saat menikah dengan bapak Sekar karena tidak ada persiapan apa apa. Beberapa menit kemudian Ibu dan bapak Sekar sudah sampai di empang.


"Dimana Sekar?" Tanya bapak sekar pada pegawai empang Sekar


"Itu pak di empang paling ujung lagi jaring ikan"


"Hah?! Sebenarnya dia niat mau nikah gak sih?! Kok malah jaring ikan?!" Ucap ibu Sekar yang kemudian menyusul putrinya. Karena memakai kebaya, jalannya pun sedikit kesulitan. Sementara Sekar masih fokus menjaring ikan di empangnya


"Sekar" panggil ibunya


"Ibu? Ada apa kemari?! Ibu mau kondangan ya pagi pagi begini sudah pake kebaya gitu?" Tanya Sekar menghentikan kegiatannya dan melihat sang ibu sudah berpakaian rapi


"Iya mau kondangan, sekarang kamu cepat ganti pakaian. Kita akan pergi bersama" ucap ibu


"Kemana? Ibu saja lah sama bapak. Sekar lagi sibuk" jawab Sekar yang sudah akan kembali mencemplungkan jaringnya lagi


"Anak ini bagaimana sih?! Mau nikah kok seperti tidak mau menikah?! Malah santai aja lagi?! Sudah tidak ada waktu lagi" batin ibu yang kemudian mencengkram lengan Sekar dan menyeret putrinya


"Sudah jangan banyak alesan! Ayo ikut ibu, kita segera ganti baju" ucap ibu yang kemudian menyeret Sekar menuju pondok


"Tapi bu,, itu ikanku mau di ambil pagi ini" ucap Sekar menolak ajakan sang ibu


"Pak iwannn tolong lanjutkan kerjaan Sekar ya!" Teriak ibu


.


.

__ADS_1


.


Maaf ya, semalem gak bisa update karena terjadi pemadaman listrik yang cukup lama (gangguan) jdi gak bisa update 🙏😊


__ADS_2