Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Musuh Bebuyutan


__ADS_3

Dimas yang baru saja turun dari kamar atas langsung menuju ke belakang untuk berenang sebentar. Meski waktu masih begitu pagi, Dimas ingin menyegarkan dirinya yang sedari kemarin terasa begitu ruwet.


Byuuuuurrrrrrr


Dimas sudah menjeburkan dirinya didalam kolam renang dan langsung berenang kesana kemari, sesekali dia terlihat menyelam. Setelah berfikir semalaman, Dimas memutuskan untuk belajar melupakan Dinda meski dia tidak tau bisa atau tidak.


"Selamat pagi pak, bu,, saya mau anter ikan gurame" Sekar dengan senyum ramah berkata kepada Papanya Dimas dan Ibu Nadira


"Oh iya mba, bisa minta tolong dibawakan langsung ke belakang seperti biasa ya" jawab ibu Nadira


"Oh baik bu,,, saya langsung ke belakang ya bu" Jawab sekar yang kembali menjalankan motornya ke halaman belakang. Memang sudah beberapa kali Sekar atau bapaknya Sekar datang ke rumah itu untuk mengantarkan pesanan ikan ataupun seafood lainnya.


Sekar memarkirkan motornya di tempat biasa. Setelah itu dia mengambil plastik yang berisi air dan juga 4 ekor ikan gurame besar yang ada di dalam plastik itu dalam kondisi hidup. Kemudian Sekar mengangkat plastik itu sendiri dan di angkat keatas kepalanya lalu di bawanya ke belakang, tepatnya dapur rumah itu.


"Bik Minah, itu mba Sekar sudah datang" ucap salah satu ART dirumah itu


"Langsung bawa ke dapur ya mba" Ucap nya kepada sekar


"Oke mba" Jawab sekar sambil terus berjalan ke belakang dan akan melewati tepian kolam renang dirumah itu.


Saat Sekar berjalan, dia pun melihat seseorang tengah berenang kesana kemari dan terlihat dari punggung putihnya, seperti seorang atlet renang handal. Sekar jadi salah fokus saat melihat punggung putih yang terus bergerak kesana kemari.


Cegluk


Pikiran Sekar sudah sudah sampai ke tahap membayangkan betapa hangatnya saat dirinya berada di dalam dekapan pria itu. Mungkin saja dia sangat tampan.


"Kalau dilihat dari punggungnya, pasti pria itu sangat gagah dan tampan!" batin Sekar

__ADS_1


Deg!


Jantung Sekar seolah maraton ribuan kali saat melihat pria itu menepi dan mengangkat tubuhnya di pinggiran kolam. Sekar mengingat ingat wajah itu seperti pernah dilihatnya, tapi dimana?!


Dimas yang sudah duduk di tepian kolam membuka kacamata renangnya dan mengusap wajahnya dengan handuk kecil miliknya, Saat sedang seperti itu, Dimas melihat seorang wanita dengan mengangkat ikan di kepalanya terlihat sedang menatap kearahnya.


"Hey! apa yang kau lihat hah?!" Sungut Dimas


Sekar terlihat salah tingkah ketika sudah mengingat Dimas adalah orang yang dia tolong kemarin saat akan bunuh diri. Buru buru Sekar berjalan menuju ke dapur tanpa ingin berurusan dengan Dimas, tugasnya kesana hanya menggantikan bapaknya untuk mengantarkan ikan saja. Namun Dimas yang di buat kesal karena seperti tidak di anggap pun berdiri dan mengejar Sekar


"Bik, ini ikannya saya taruh disini ya" Sekar menurunkan plastik berisi ikan itu didapur


"Oh iya terima kasih. Ini uangnya" jawab bibik


"Terima kasih, permisi" Jawab Sekar yang kemudian segera akan keluar dari dapur dan akan pergi dari rumah itu. Namun saat Sekar baru saja akan keluar, Dia sudah dihadang Dimas dengan berkaca pinggang dan tatapan tak bersahabat.


Deg!


"Hey! kamu gak dengar aku bilang tadi?!" Ucap Dimas dengan nada kesal


"Maaf tuan, saya hanya mengantarkan ikan saja, tidak ada maksud apa apa" jawab Sekar memilih menunduk saja agar Dimas tidak mengenalinya


"Tapi kamu sudah berani menatapku! lama lagi!" Sungut Dimas merasa tidak suka


"Loh, bukannya disini juga banyak yang lihat, itu ART ART dirumah ini juga lihat, tapi kok cuma saya yang di marahi?! saya gak sengaja lewat!" jawab sekar terpancing juga emosinya, seolah dia yang salah dan seolah hanya dia sendiri yang melihat Dimas berenang. Padahal dirumah itu ART juga banyak, pasti mereka juga melihat


Sementara Dimas diam dan mengingat ingat, suara wanita itu seperti tidak asing di telinganya. Dimas seperti pernah mendengar tapi dimana, dia masih mengingat ingat.

__ADS_1


Sekar yang tidak mau ketahuan pun memilih segera pergi, sebelum masalah lebih besar akan menerpanya.


"Maaf saya permisi,,," Sekar menundukkan badan sebentar kemudian berlalu meninggalkan Dimas yang masih tampak berfikir


"Semoga dia gak ngenalin aku! Aamiin,,,," batin Sekar


"Tunggu"


Sekar terjingkat saat tangannya di tahan dan di cengkram dengan begitu kuat.


"Oh Ya ampun,,,, tamatlah riwayatku!"


.


.


.


.


.


Jadi jelas yah,, Dimas udah ketemu sekar🤭😀


Abang Dika sama Dinda part selanjutnya baru akan muncul lagi, sekarang mereka masih bobok cantik didalam selimut💖💖


Jangan lupa, kopi kembang dan pencet pencet like sama tinggalin jejak kalian yah😍 Makasih

__ADS_1


__ADS_2