
Dika terkaget-kaget dengan apa yang di dengarnya saat itu. Yang benar saja, Sierra mantan istrinya ingin tinggal bersamanya, sedang dirinya sudah menikah dengan perempuan lain. Dika kesal namun tidak ingin bertengkar dengan sierra didepan putra mereka.
"Fatih sama bunda dulu ya, Ayah mau bicara sebentar sama mama" ucap Dika kepada Fatih dengan menekan rasa kesalnya
"Iya yah" jawab Fatih
"Din, abang nitip Fatih sebentar" ucap Dika kepada Dinda dan diangguki Dinda
"Aku mau bicara denganmu!" Ucap Dika dengan penekanan tinggi saat menatap Sierra
Sierra kesenangan dan menyusul Dika masuk kedalam rumah. Melihat Keduanya masuk kedalam rumah, tiba tiba membuat hati Dinda berdenyut nyeri.
"Ada apa ini?" batin dinda merasakan sakit di hatinya.
Dika berhenti di ruang tengah, setidaknya tidak akan terdengar jelas obrolannya nanti bersama mantan istrinya itu
"Ada apa mas?" tanya Sierra dengan santai
"Kamu gila ya?! kamu pikir rumah ku hotel apa?!Seenaknya kamu memutuskan untuk tinggal sesuka hati kamu?! Kamu lupa, kita sudah bercerai dan kamu hanya MANTAN istriku! Kamu tidak ada hak apapun lagi!" Sungut Dika
"Yang bilang ini hotel siapa mas? aku tau ini memang rumah mu mas, tapi anak kita menginginkan kita untuk bersama lagi" jawab Sierra dengan tenang
"Tidak mungkin! Fatih tidak mungkin mau, jika kamu tidak menghasutnya! sekarang lebih baik kamu pergi dari rumahku!" sarkas Dika
"Enak saja, mas mengusirku, tapi wanita lain boleh tinggal disini! Aku mamanya Fatih dan aku berhak tinggal disini!" Sierra meledak tersulut emosi
"Dinda maksudmu?!"
"Ya! siapa lagi!" jawab Sierra keras
"Asal kau tau, dia istriku!"
Deg!
__ADS_1
Sierra terdiam sesaat, jantungnya berpacu dengan begitu cepat saat mendengar pengakuan yang keluar dari mulut Dika
"Mana buktinya dia istrimu?!" Tantang Sierra menatap tajam kearah Dika
Dika sedikit kelabakan, pasalnya buku nikah mereka belum sempat di ambil karena insiden pertukaran pengantin pria, jadi harus di rubah kembali.
"Tidak bisa membuktikan kan?! mas kira aku bodoh?! jangan mengakali ku mas!" sarkas Sierra
"Aku bisa membuktikannya, buku nikah kami memang belum kami ambil setelah pernikahan itu. Aku tidak ingin berdebat lagi denganmu! sekarang kamu pergi, dan jangan ganggu hidupku lagi!" Sarkas Dika
"Aku tidak mau!" jawab Sierra masih keras kepala
"Ayah? mama? kenapa kalian bertengkar?" tanya Fatih yang tiba-tiba muncul,
"Fatih,,, ayo keluar nak, ucap Dinda menyusul fatih yang berlari masuk kedalam rumah
"Maaf, saya ajak fatih keluar lagi" ucap Dinda
"Tunggu Din!" ucap Dika sedikit tinggi
"Abang mau bicara sebentar dengan Fatih" ucap Dika dan Dinda mengangguk lalu memilih keluar meski hatinya sedikit sakit karena dika menyuruhnya keluar. Bukan tanpa alasan, karena Dika tidak ingin Dinda lebih terluka jika mendengar pembicaraan mereka langsung. Sementara Sierra tersenyum penuh kemenangan
"Ada apa yah?" tanya Fatih
"Apa benar Fatih yang ingin ayah dan mama bersatu kembali?" tanya Dika dengan pelan
"Iya" jawab Fatih dengan polosnya dan lagi lagi kemenangan berpihak pada Sierra
"Kenapa?" tanya Dika
"Kata mama, ayah dan mama bica membelikan atih adik yang lucu" jawab Fatih tanpa beban
Deg!
__ADS_1
Dika terdiam sesaat dan berfikir bagaimana caranya memberi pengertian pada putranya.
"Ehem,, begini sayang,,, Ayah dan mama tidak mungkin bersatu lagi. Ayah dan mama kan sudah lama berpisah, jadi itu tidak mungkin terjadi. Sekarang kan Fatih sudah punya Bunda Dinda, Ayah dan bunda sudah menikah, dan Bunda itu istri ayah, jadi itu tidak akan mungkin terjadi" ucap Dika memberi pengertian pada putranya, sementara Sierra merasa tidak senang melihat itu.
Fatih tampak mencerna ucapan ayahnya
"Apa Ayah dan unda akan membelikan adik yang lucu uat aatih?!"
Deg!
Fatih bingung lagi akan menjawab apa, sementara status hubungannya dan dinda yang sebenarnya belum jelas, meski mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri. Tanda tanya besar dalam hati Dika, apa Dinda mau ?
"Yang bisa memberikan adik kandung untuk fatih itu hanya mama." sahut Sierra
"Omong kosong!" ucap Dika sedikit meninggi
"Aku benar mas, yang bisa memberikan adik kandung sedarah dengan fatih hanya aku!" sarkas Sierra
Melihat Sierra mulai berteriak, Dika tidak ingin fatih melihat pertengkaran mereka yang semakin panas. Lalu Dika mengajak Fatih untuk keluar
"Mau kemana mas?!" Tanya Sierra
"Bukan urusanmu! malas menanggapi orang yang keras kepala sepertimu! kau bahkan sepertinya lupa, siapa yang dulu meminta cerai dariku?! dan alasannya apa!!" ucap Dika menohok
Sierra terdiam di tempat sementara Dika mengajak Fatih keluar
"Aku tidak akan pergi dari sini mas!"
.
.
.
__ADS_1
.
Enaknya di apain sih ????