Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Hidangan Penutup


__ADS_3

Jam makan siang telah tiba, Dimas yang biasanya keluar dari ruangannya dan pergi makan siang di luar bersama teman kerja ataupun klien perusahaan, kini tidak karena tidak ada jadwal meeting di luar hari ini.


Biasanya Dimas akan menyuruh sekertaris nya untuk membeli makanan, namun siang ini tidak lagi. Dimas mengambil kotak makanan yang di berikan isterinya pagi tadi. Ditatapnya dengan senang lalu Dimas mengambil ponselnya. Jari jari pria itu berselancar lincah mengetik pesan yang dikirimkan untuk isterinya


💌Ibu Sekar


Jangan lupa makan siang ya bu, ini bapak Dimas mau makan siang sama bekal yang ibu bawakan tadi


Setelah mengirimkan pesan itu, Dimas pun menambahkan foto dirinya tengah memegang kotak makanan dari sekar. Dimas tersenyum sendiri lalu meletakkan ponselnya, menunggu balasan dari sekar. Namun sayang Sekar tengah sibuk melayani pembeli ikan di empang nya hingga tidak melihat ponselnya lagi.


Dimas membuka kotak makanan itu dan melihat isi kotak makanan itu hanya berisi makanan sederhana saja, tumis kangkung dan sambal ikan. Tapi Dimas senang mendapatkan perhatian seperti itu


Ceklek


Dimas langsung melihat ke arah pintu masuk saat terdengar ada yang membukanya


"Dimas"


Monica masuk kedalam ruangan Dimas tanpa permisi.


"Ada apa bu monica?" tanya Dimas yang langsung berdiri saat kedatangan bossnya


"Kata sekertaris mu kamu gak makan siang, kenapa? kamu sakit?" tanya monica dengan penuh perhatian, Monica pun tak segan menghampiri Dimas dan akan memeriksa keningnya namun Dimas mundur dua langkah ke belakang


"Tidak bu,,, saya tidak sakit. Saya hanya tidak ingin makan di luar. Saya bawa bekal dari rumah" jawab Dimas


"Bawa bekal?" tanya Monica


"Iya bu" jawab Dimas


Monica melihat di meja Dimas ada bekal makanan yang di maksud Dimas, Dia mendekat dan melihat isinya hanya nasi, tumis kangkung dan sambal ikan


"Kamu makan ini saja?" tanya Monica


"Iya, memangnya ada yang salah?" tanya Dimas


"Dimasss,,, kamu itu masih sangat muda, kamu harus banyak makan makanan yang bergizi, supaya kamu tumbuh semakin sehat. Lihat ini, makanan kampung begini, ayo kita makan di luar saja" Monica menarik tangan Dimas namun Dimas menahan tangannya


"Lepaskan bu! Saya tidak mau makan di luar, saya mau makan bekal yang di bawakan isteri saya! Biar makanan kampung, tapi saya suka!" jawab Dimas dengan tegas


"Isteri?!" Monica kaget setengah mati


"Iya, isteri saya. Saya sudah menikah bu" jawab Dimas


"Kamu jangan berbohong Dimas, kalau kamu sudah menikah, kenapa kamu tidak mengundang teman kantor?" tanya Monica

__ADS_1


"Memang tidak, karena hanya acara keluarga saya. Jadi saya mohon ibu tidak seperti ini."


"Aku benar benar kecewa Dimas! Ternyata usahaku sia sia! percuma kamu aku angkat jadi manajer, tapi ujungnya kamu pilih wanita lain!" sarkas Monica


"Maksud ibu apa?!" tanya Dimas


"Jangan pura pura tidak tau kamu! kamu pikir kamu itu bisa mendapatkan jabatan seperti sekarang itu karena siapa?! kalau bukan karena aku, mungkin sampai kapanpun kamu gak akan bisa mendapatkan jabatan ini! kamu lulus kuliah saja belum! aku berharap kita bisa dekat, kita bisa bersama dengan kamu berada di posisi ini, tapi aku salah! kau malah memilih wanita lain yang gak jelas hidupnya!" Sarkas Monica meledak ledak emosinya karena kecewa


"Oh jadi ibu memberi posisi ini pada saya karena ingin kita dekat?! tapi sayang, saya sama sekali tidak tertarik pada ibu! saya menghormati ibu hanya sebatas atasan saya di kantor! Tidak lebih! Sekarang saya sudah tau semuanya, dan mulai hari ini saya mengundurkan diri dari perusahaan ini!!" Ucap Dimas dengan tegas


"Ya! keluar dari perusahaan ku!" jawab Monica


"Saya juga tidak mau bekerja sama dengan orang genit seperti ibu! Cih,, amit amit!" Dimas berbalik dan membereskan barang barangnya. Sedang Monica terlihat acuh meski sudah di katai Genit oleh Dimas.


"Pergi sana!" Monica mengusir Dimas dari ruangannya


Dimas tidak menjawab, dan langsung keluar dari ruangan itu. Untung saja pagi tadi Dimas sudah mendapat gajinya sebulan, hingga tidak masalah bagi nya jika keluar dari kantor saat saat itu juga.


"Dasar Tidak tau diuntung! Aaarrrgghhhhhh" teriak Monica sambil memberantaki meja kerja Dimas.


Dimas tidak peduli dan terus saja melangkah keluar meninggalkan kantor itu.


**


Di Kampus,,,


"Maaf abang tadi di panggil pak Dekan" ucap Dika


"Iya bang,, gak papa" jawab Dinda dengan tersenyum


Lalu Dika membuka pintu mobil dan keduanya masuk kedalam.


"Udah laper bangett ini" kekeh Dika yang tak sabar menunggu istrinya membuka bekal makanan mereka.


"Sabar abangggg,,, " Dinda tersenyum lalu membuka kotak makanan untuk Dika.


"Ini,,, untuk abang" Dinda memberikan kotak makanan pada Dika


"Terima kasih,, " Dika melihat didalam kotak makanan itu sudah terisi nasi, sayur capcay kesukaan Dika, udang goreng dan sambal tomat. Kemudian Dinda membuka bekalnya juga berisi makanan yang sama. Setelah itu Dinda mengeluarkan botol minum untuk keduanya.


"Abang,, suapin" Ucap Dinda dengan begitu manja


Dika tersenyum lalu menyuapkan satu sendok makanan kedalam mulut istrinya yang sudah menganga lebar


"Makan di suapin jadi tambah enak" Ucap Dinda sambil mengunyah makanannya

__ADS_1


"Benarkah? coba suapin abang" ucap Dika yang kemudian membuka mulutnya dan Dinda dengan semangat menyuapkan makanan kedalam mulut suaminya


"Iya,, ternyata lebih enak" Kekeh Dika


"Dinda pengennya gini, tiap makan maunya di temenin abang sama Fatih. Makan sama sama terus, meski cuma lauk pake sambel sama kerupuk tapi kerasanya tetap enak" ucap Dinda


"Iya,, abang usahain kita bisa makan bareng setiap hari ya"


"He'em" Jawab Dinda


Keduanya terus menghabiskan bekal makanan mereka, tidak banyak berbincang karena Dika masih ada jadwal mengajar di kampus lain. Beberapa menit berlalu, keduanya pun selesai juga menikmati makan siang.


"Abang,, Dinda langsung kerumah ibu ya" ucap Dinda sambil membereskan kotak makanan mereka


"Abang anter ya, sekalian ke kampus Tunas bangsa" Jawab Dika mengambil tissue dan mengusap sudut bibir isterinya


"Nanti terlambat bang, kan jatuhnya muter lagi" jawab Dinda


"Gak akan terlambat, abang malah gak tega lihat kamu pergi sendiri ke rumah ibu, apalagi panas begini" ucap Dika


"Perhatian banget sihhhh,, makin sayang deh" ucap Dinda dengan mengusap lembut wajah suaminya


"Harusss dong,, kalau makin sayang, cium abang sini,," Dika sudah memasang bibir sedikit monyong ke depan istrinya


"Ck! abang nihh paling pinter masukin omongan yah! paling bisaaaaaaa!" Dinda melayangkan satu pukulan ringan pada lengan Dika


"Ayo dong sayang,, anggep aja hidangan penutup setelah makan siang kita" ucap Dika yang sudah memejamkan matanya


Dinda tersenyum kemudian mendekat dan memejamkan matanya


Cup!


"Sudah" ucap Dinda saat membuka mata


"Kok gak kerasa? apa itu, nempel doang" jawab Dika


"Abang,,,,"


Dinda tak bisa berkata lagi saat Dika sudah menarik nya dan menyatukan mereka ke dalam hangat nya sapuan. Tidak lama namun begitu memabukkan


"Itu namanya baru hidangan penutup"


.


.

__ADS_1


.


Kalian berdua jangan bikin baper para readers ya! malem minggu nih! kasihan yang jomblo mau nempel siapa?! guling?! kesian kannnnnn! 🥴


__ADS_2