Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Jadi Janda


__ADS_3

Mobil Dimas baru saja sampai didepan rumah keluarga Dirdja. Sejak tadi Sekar hanya mampu diam dan terlihat sangat gugup. Dimas pun melihatnya dan menatap istrinya itu


"Kamu gugup?" tanya Dimas


"Hem" sahut Sekar


"Ayo turun, aku akan memperkenalkan kamu pada keluarga ku" ucap Dimas


"Tapi,,, "


"Tidak perlu takut, aku ada disini. Aku tidak akan meninggalkan kamu sendiri. Aku sudah bilang, kita akan bersama sama menghadapi semuanya. Kamu percaya padaku?" tanya Dimas saat tatapan keduanya bertemu


"Cepat ataupun lambat mereka akan tau, sekarang ataupun nanti juga sama saja. Jadi, lebih baik kita katakan di awal" ucap Dimas


"Ini yang aku khawatirkan. Aku,, belum siap untuk bertemu keluargamu. Aku bahkan masih teringat saat mamamu saat bertemu denganku mas" ucap Sekar


"Aku tidak peduli, ayo kita turun. Kita hadapi semuanya bersama. Kamu istriku sekarang, jadi kamu harus menurut padaku bukan?!" tanya Dimas


Sekar terdiam sesaat, lalu Dimas keluar dari mobil begitu juga sekar. Meski masih ragu, tapi sekar tetap mengikuti permintaan Dimas. Sekar dibuat kaget saat tiba tiba tangannya di genggam erat ketika mereka akan masuk kedalam rumah.


"Assalamualaikum, mama, papa" panggil Dimas.


"Mas,, aku takut" ucap Sekar terdengar lirih, bahkan kini tangannya sudah keringat dingin dan basah


"Tenanglah,," ucap Dimas

__ADS_1


"Tenang tenang, mana bisa aku tenang jika kita menikah tanpa restu begini!" batin Sekar


Pak Dirja keluar dari belakang bersama Ibu Nadira, keduanya terkaget saat melihat Dimas bersama Sekar berada disana


"DIMASSSS! APA APAAN INI Hah?!" teriak ibu Nadira


"Ma tenang dulu ma" ucap papa


"Apanya pa bisa tenang! dia membohongi kita! katanya dia ada kerjaan pagi ini, tapi apa ini?! dia malah datang bersama gadis itu!" mama Nadira menunjuk pada Sekar


"Mama, dengarkan dulu penjelasan anakmu!" papa Dirdja sedikit meninggi dan mama langsung Diam


"Dimas, jelaskan semuanya" pinta papa Dirdja


"Lelucon macam apa ini hah?!" ucap mama


"Ini bukan lelucon ma, Dimas dan Sekar benar benar sudah menikah. Ini pilihan Dimas, jadi tolong mama hargai itu, Dimas mohon ma" ucap Dimas


Mama Nadira menatap Dimas seolah tidak percaya, jika putranya sudah menikah dengan gadis biasa. Bahkan dia sudah membantah sang mama yang tidak menyukai Sekar menjadi mantunya. Tatapan tidak suka itu pun akhirnya tertuju pada Sekar yang sejak tadi hanya diam dan tidak bisa berkata apa apa.


"Sekarang kau pilih mama atau wanita itu?!" tanya mama


"Ma! apa yang mama katakan?! Dimas tidak akan bisa memilih antara mama dan Sekar! Tolong ma hargai keputusan Dimas. Dimas ingin mama bisa menerima sekar sebagai anggota keluarga kita" ucap Dimas mulai meninggi


"Mama tidak akan sudi satu atap dengan dia! Jika kamu tetap ingin bersama dia, silahkan angkat kaki dari rumah ini!" Mama Nadira terlihat sangat emosi, wajahnya sudah memerah, matanya pun sudah memanas ingin tumpah karena menahan tangisnya. Anak yang selama ini di banggakan dan diharapkan bisa di andalkan malah membuatnya kecewa. Mama Nadira tidak pernah menyangka jika Dimas akan Nekad melakukan hal itu

__ADS_1


"Oke! fine! Dimas akan keluar dari rumah ini! Selama ini Dimas selalu mengikuti semua keinginan mama, sekali saja Dimas ingin hidup Dimas sendiri, tapi mama malah begini. Dimas akan keluar?" Ucap Dimas sementara papa tidak ingin menahan Dimas pergi, bagi papa, Dimas sudah besar dan harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang sudah di pilihnya. Papa ingin melihat sejauh mana Dimas bertahan, apakah dia benar benar berubah, atau masih tetap sama


"Pergi! tapi jangan pernah kau bawa fasilitas yang kamu nikmati selama ini!" Ancam mama


"Tidak masalah jika itu yang mama mau!" jawab Dimas dengan tatapan sangat serius.


"Ini kunci mobil Dimas, semua barang barang dimas ada di kamar, tenang saja, Dimas tidak akan membawa semua yang papa dan mama belikan untuk Dimas. Dimas hanya akan membawa apa yang Dimas beli dengan uang Dimas sendiri!" ucap Dimas yang kemudian mengajak Sekar ke atas untuk mengambil barang barang Dimas. Semua sudah dia siapkan, bahkan Sekar sampai kaget ketika mereka sampai di kamar Dimas ternyata disana sudah disiapkan koper besar berisi barang barang milik Dimas.


"Kamu beneran mau keluar?" tanya Sekar


"Iya, bahkan aku sudah mempersiapkan semuanya, jika hal ini terjadi" jawab Dimas menatap Sekar dengan serius


"Kenapa kamu lakukan itu?! lebih baik kita berpisah saja daripada kamu bertengkar dengan mama mu" ucap Sekar


"Apa kamu mau jadi janda hah?!" tanya Dimas membuat wajah Sekar pias


Glek!


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2