
Pagi sudah menyapa, Dika terbangun saat mendengar suara Adzan subuh berkumandang. Dika mengerjapkan mata beberapa kali dan melihat Dinda masih tertidur pulas di dalam dekapannya, Wajahnya terlihat begitu damai didalam tidurnya. Dengan jahilnya Dika bermain main dengan jarinya, di mainkan nya bulu mata Dinda yang lentik dan membuat yang empunya terganggu tidurnya
"Eemm,,, Abang,,, udah bangun?" tanya Dinda
"He'em" sahut Dika
CUP
Kecupan kecil mendarat bebas di bibir Dinda
"Selamat pagi istri abang" Dika tersenyum manis
"Pagi suamiku,,, pagi pagi udah main cium cium. Dinda malu bang, belum bersih bersih" Dinda menyembunyikan wajahnya kedalam dada Dika
"Mandi bareng yuk" ajak Dika meski sudah tau jawabannya nanti pasti di tolak
"Apa bang?!" Dinda langsung mendongak kaget dan segera duduk sedang Dika terkekeh melihat perubahan wajah Dinda
"Mandi bareng,,, " kekeh Dika
"Abang duluan aja deh, Dinda belum bersih soalnya" jawab Dinda malu malu
"Hem,, lama banget sih! Arjuna loh udah gak sabar kenalan sama Dara!" sahut Dika sambil turun dari tempat tidur Sementara Dinda masih berada di kasur sambil mengusap pipinya sendiri mendengar ucapan Dika
"Beneran nih gak mau mandi bareng?" ajak Dika lagi, mungkin berhasil
"Iya,, abang mandi dulu sana. Nanti Dinda siapkan pakaiannya" Ucap Dinda dengan tersenyum
Dengan wajah datar Dika melenggang masuk kedalam kamar mandi. kemudian Dinda turun dan menyiapkan pakaian Dika untuk ke musholah, setelah itu Dinda keluar kamar untuk melihat apa fatih sudah bangun atau belum dan ternyata Fatih masih tidur. Lalu Dinda kembali keluar dan menuju ke dapur untuk membuat sarapan.
"Dinda,,, abang ke musholah ya, Assalamualaikum" ucap Dika
"Wa'alaikumsalam bang" Jawab Dinda
Dinda membuat nasi goreng yang paling cepat dan praktis untuk di masak. Kemudian Dinda membuat gorengan tempe, tahu, telor goreng, dan tak lupa kesukaan Fatih ayam goreng cripsy juga di masaknya. Satu persatu makanan sudah terhidang diatas meja, dengan tambahan buah dan juga susu. Setelah semuanya beres Dinda pun segera membersihkan dirinya dan bersiap ke kampus.
Tak lama kemudian Dika baru pulang dari musholah, Dia masuk ke dalam kamar untuk berganti pakaian. Saat Dika masuk, Dika melihat Dinda yang sudah memakai pakaian dengan menghadap ke cermin untuk merias wajahnya
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumsalam bang,," Jawab Dinda kaget saat Dika masuk kedalam kamar, handuk di atas kepalanya pun sampai jatuh kebawah
__ADS_1
" Segitu kagetnya ya?"
"Hehe lagi fokus pakai eyeliner bang, Untung udah selesai hehe,,," Ucap Dinda yang kemudian mengambil handuk yang jatuh.
Dika melepas pakaiannya dan berganti di depan lemari pakaiannya. Dinda sedikit was was, tapi ternyata Dika memakai kaos dalam. Kemudian Dinda mengambil hairdryer dan akan mengeringkan rambutnya.
"Sini abang bantuin" ucap Dika meraih hairdryer dari tangan Dinda.
Wajah Dinda tiba tiba merona saat tatapannya bertemu dengan Dika dari pantulan cermin di depannya.
"Wangi,,," Dika tersenyum sambil terus mengeringkan rambut Dinda
"Shampoo bang yang wangi" jawab Dinda
"Dara sudah bisa di ajak kenalan ya?" tanya Dika
"Apaa sih bang, pagi pagi mikirnya udah gitu,,,,?" ucap Dinda malu malu
"Abang salah ya?" tanya Dika
"Emm,,, gak sih bang,,, tapi,,, ini masih pagi. Masak udah bahas gituan sih?" jawab Dinda
"Yah gak papa kan? toh abang bahas nya sama istri abang, bukan wanita lain" Dika mematikan hairdryer dan meletakkan diatas meja. Setelah itu Dinda meraih sisir dan merapikan rambutnya dengan cepat karena melihat perubahan di wajah Dika. Sementara Dika memilih untuk keluar dari kamar, Lalu Dinda mencegahnya
"Ada apa?"
"Abang berhak apapun atas Dinda" Dinda menatap Dika dengan tatapan serius.
Dika mendekat dan menatap Dinda dengan tatapan tak kalah serius namun hanya Diam. Tidak juga mendapat respon apapun dari Dika, Dinda jadi sebal sendiri. Dinda berjinjit dan memberanikan Diri untuk mencium pipi Dika
CUP!
Setelah melakukan hal itu, Dinda malu sendiri dan langsung kabur dari hadapan Dika. Sementara Dika hanya mematung sambil memegangi pipinya
"Dindaaaa tunggguuu!" Dika mengejar Dinda ingin meminta pertanggung jawaban, namun langkahnya terhenti saat melihat Dinda sudah bersama Fatih.
"Atih andi ulu ya yah,," ucap Fatih yang biasa saja melihat wajah ayahnya kusut, sedangkan Dinda tersenyum kecil saat melihat Dika.
"Iya sayang" jawab Dika.
Tak lama kemudian Dinda yang sudah berpakaian rapi, begitu juga dengan Dika yang juga sudah rapi karena akan mengajar di kampus, Fatih pun juga sudah rapi karena akan ikut bersama Dika. Setelah selesai bersiap, meraka pun sarapan bersama.
__ADS_1
"Abang nanti ngajar di mana?" tanya Dinda
"Kampus Tunas Bangsa sampai jam 9 , lanjut Di Kampus Harapan Bangsa sampai jam 12. Ada apa Din?" tanya Dika
"Gak bang, Dinda ada kuliah sampe siang juga" jawab Dinda
"Ohh gitu, ya sudah nanti abang jemput pulangnya ya" Ucap Dika dan diangguki oleh Dinda
"Iya bang" jawab Dinda
Setelah selesai sarapan mereka pun bersiap untuk berangkat. Dinda mengambil tasnya begitu juga Dika, lalu ketiganya pun keluar rumah.
Deg!
Ketiganya kaget saat melihat didepan rumah sudah ada Dimas yang datang sepagi itu kerumah Dika
"Pagi Dinda, Pagi bang, pagi fatih" sapa Dimas
"Pagi, ada apa Di!" tanya Dika dengan nada tegas
"Dimas mau bicara berdua dengan Dinda bang" jawab Dimas
"Bicara apa?! bicara saja disini" jawab Dika dengan nada tidak suka
"Gak bisa bang,,," ucap Dimas
"Aku tidak bisa bicara berdua saja denganmu,,," cetus Dinda
"Kamu sudah dengar sendiri kan?!" ucap Dika
"Aku hanya ingin bicara dengan Dinda bang,,, please Din ayo ikut" ajak Dimas
"Gak! abang gak akan membiarkan kamu membawa Dinda! Dinda itu istri abang dan abang berhak melarang itu!" Dika bersikap tegas pada adiknya
Dimas terlihat kesal pada Dika, ingin melawan dia tak ada kuasa. kemudian Dimas memilih untuk pergi saja dan mencari kesempatan lain untuk mengajak Dinda bicara berdua. Seperginya Dimas, Dika mengajak Dinda dan Fatih naik ke motornya. Tidak ada yang bicara lagi setelah itu.
.
.
.
__ADS_1
.
Selamat berbuka puasa🤗