Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Salah Sasaran


__ADS_3

Setelah baca, jempolnya di goyang sedikit yah buat like dan komen. Biar semangat yang nulis gulali ini. Awas baperšŸ¤—


________________________________


Dika mematung saat melihat Dinda yang sudah berdiri di depan pintu dengan menggunakan dress rumahan selutut bermodel kan sabrina polos berwarna maron, bahu mulusnya pun terpampang begitu nyata karena rambut Dinda di gelung saja di belakang.


Baru malam ini Dika melihat Dinda menggunakan dress itu dengan bagian atasnya cukup ketat karena berkaret dan membentuk sempurna. Malam itu Dinda terlihat sangat menggoda di mata Dika.


"Abang kenapa berdiri disitu?" tanya Dinda bingung karena Dika tidak juga masuk ke dalam kamar


"Ehem,,"


Dika berdehem menetralkan dirinya sendiri


"Udah selesai mandinya? abang mau siap- siap ke masjid" Jawab Dika yang kemudian masuk dan menghampiri Dinda


"Dinda sudah selesai mandi kok. Oh iya,, cantik gak bang dress nya Dinda? ini di kasih Zara loh, orang tuanya baru pulang dari Bali, Dinda di kasih ini tadi. Katanya sih katun Bali" Dinda tersenyum begitu manis saat memamerkan Dress baru nya kepada Dika


"Orang nya yang cantik, pas banget sama bajunya. Besok abang belikan banyak yang model begini ya. Tinggal tarik aja ke bawah" Dika menggoda Dinda dengan menurunkan lengan dress nya perlahan hingga merosot ke bawah, mungkin malam itu Dinda memakai strapless bra saja.


"Abang,,,, mesum ih!" cetus Dinda jadi malu


"Loh,,, kan abang cuma bilang, bajunya bagus, abang suka lihat kamu pake ini dirumah. Ukurannya juga pas, bentuknya juga pas sempurna!" jawab Dika dengan senyum nakalnya


"Ck! matanya genit banget itu! apa coba yang dilihat!" sungut Dinda dengan cemberut dibuat buat namun Dika terus saja terkekeh


"Udahhhhhh jangan cemberut, nanti cantiknya hilang. Abang ganti baju dulu ya" Ucap Dika kalem lalu menuju ke lemari untuk mengambil baju set koko dan pecinya. Sementara Dinda masih berdiri di tempatnya saja sambil terus melihat Dika


"Masih berdiri disitu? abang mau ganti baju loh. Abang sih gak masalah kalau kamu mau lihat Arjuna! Nih kalau mau lihat,,,,!" kekeh Dika sambil berpura pura melepas celana pendeknya

__ADS_1


"Kyaaaaaaa! abang!!" Dinda buru buru kabur dari kamar dengan menutup wajahnya


"Benar benar memalukan!"


blam!


"Dinda,,, dinda,,,polos banget sih dia!" kekeh Dika


Kemudian Dinda melihat Fatih yang sudah memakai peci dan menunggu di ruang tamu


"Unda,, napa lali lali?" tanya Fatih


"Ah,, sayang,,, itu gak papa,,, ayah aja sedikit jahilin bunda" Jawab Dinda saat menghampiri Fatih


"Oohhhh,,," sahut Fatih


"Sayang mau ke masjid ya?" tanya Dinda


"Unda tantik" puji Fatih dan Dinda langsung merona


"Makasih,,, " jawab Dinda


"Ayo sayang, kita berangkat" ajak Dika pada Fatih


"Ayo yah. atih pelgi ya undah" Jawab Fatih


"Iya,,,"


"Assalamualaikum" ucap Dika

__ADS_1


"Wa'alaikumsalam" Jawab Dinda.


Kemudian Dika dan fatih keluar dari rumah, sedangkan Dinda menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam.


**


Beberapa menit kemudian Dika dan Fatih sudah sudah kembali kerumah. Lalu Dinda mengajak keduanya untuk makan malam bersama. Setelah mereka duduk bersama, Dinda mengambilkan makanan untuk Dika dan setelah itu untuk Fatih lalu dirinya. Kemudian mereka makan bersama.


"Emmm macakan unda enakk!" puji Fatih


"Kalau enak, ayok habiskan, nanti bunda tambah lagi ayamnya kalau sudah habis ya" ucap Dinda dan Fatih mengangguk. Dika tersenyum saat melihat keduanya seperti ibu dan anak sungguhan. Dinda terlihat menyayangi Fatih, meski dia hanya ibu sambung.


"Abang mau nambah lauknya?" tanya Dinda


"Udah cukup, terima kasih" Jawab Dika dan dinda tersenyum kecil.


Tangan Dika kebawah bermaksud menggaruk lututnya yang gatal, tapi salah tempat malah nyasar ke paha tetangga. Alhasil membuat Dinda tersengat dan hampir tersedak.


Plaaakkk!


Dinda menepuk ringan tangan Dika yang sudah berani menggaruk pahanya meski ringan, Dika pun terkaget dan langsung melihat Dinda yang menatap geram ke arahnya


"Maaf salah sasaran!" Ucap Dika kikuk dan segera menarik tangannya dan tersenyum canggung


.


.


.

__ADS_1


.


Hahahaaha jahil banget tangannya bang Dika, kena tepuk kan jadinyaaaaa🤣


__ADS_2