Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Menikahlah Denganku


__ADS_3

"Semua yok beres beres, kita pulang" ucap Sekar pada para pegawainya.


"Baik bu" Jawab semua orang


Malam sudah semakin larut hingga sekarang sudah pukul setengah 11 malam, pengunjung pasar malam sudah mulai sepi. Dimas pun ikut membantu Sekar membereskan barang mereka


"Ini buat kamu" ucap Sekar memberikan satu lembar uang biru pada Dimas sebagai upahnya malam itu.


"Apa ini?" tanya Dimas yang seumur umur baru kali ini dirinya di beri upah 50ribu


"Upahmu, semua juga sama" ucap Sekar dan Dimas menatapnya dengan senyum


"Terima kasih bu boss" jawab Dimas yang kemudian mengambil uang itu dan memasukkan kedalam saku celananya.


"Pulanglah, kami semua juga akan pulang" Ucap Sekar yang kemudian berlalu saja dari hadapan Dimas dan pergi ke gerobak mie ayam Dika.


Beberapa menit kemudian, semua pegawai Sekar juga sudah siap untuk pulang, Sekar pun menuju parkiran untuk mengambil motornya


"Loh, kok kempes sih bannya?! mana ada bengkel buka jam segini?!" Sekar terlihat bingung sendiri saat melihat ban motornya kempes


"Perasaan kemarin baru aja masuk bengkel, kok bocor lagi?! wahh jangan jangan aku di kerjain sama tukang bengkelnya!" ucap Sekar


Tin Tin


Mobil Dimas berhenti tepat di dekat Sekar


"Ayo aku antar" ucap Dimas


"Motorku?!" tanya Sekar


"Titip aja sama pak Tegar, besok pagi ambil lagi" ucap Dimas menunjuk ke pos penjaga tempat itu.


Tidak ada pilihan lain, karena hari juga sudah larut malam, sekar pun menerima tawaran Dimas dan menitipkan motornya pada penjaga tempat itu. Setelah motor di titipkan, Sekar pun naik ke mobil Dimas dan mereka melaju menuju kerumah Sekar.

__ADS_1


"Harusnya kamu gak usah repot repot bantuin aku" ucap Sekar memecah kesunyian diantara mereka


"Aku libur kok, lagian bosen dirumah gak ada kerjaan" jawab Dimas


"Jangan cari masalah..." ucap Sekar


"Masalah apapun akan aku hadapi" jawab Dimas


"Hem, terserah mu saja!" Sekar lelah berdebat, dia pun lebih memilih diam


Waktu terus berjalan, mobil Dimas pun sudah berhenti tepat didepan rumah Sekar.


"Kita suda,,," ucapan Dimas terpotong saat menoleh ke arah sekar ternyata dia sudah tertidur. Dimas tersenyum kecil, karena sedari tadi dia pun fokus menyetir dan sama sekali tidak melihat Sekar sedang apa.


"Pantes gak ada suara, ternyata dia tidur!" gumam Dimas


Dimas mendekat pada Sekar dan menelisik setiap lekuk wajah sekar yang terlihat begitu damai saat tidur. Sepertinya Sekar begitu pulas tidur hingga Dimas dapat mendengar dengkuran halusss dari bibir nya


"Pasti capek banget kamu ya,, pagi pagi harus mengurus empang, malem jualan di pasar malem, setiap hari kamu lakukan itu. Kapan waktu kamu istirahat? Bahkan mungkin kamu tidak punya waktu untuk dirimu sendiri" Tangan Dimas terulur menyentuk rambut Sekar yang terlihat sedikit berantakan.


Fokus nya teralihkan saat menatap benda yang sudah seperti candu bagi nya. Mulut yang tak pernah berkata manis sedikitpun jika sudah mulai berbicara. Perlahan Dimas semakin mendekat hingga berhasil meraih apa yang diinginkan nya. Apalagi mulutnya terbuka sedikit membuat Dimas semakin leluasa menjelajah. Namun Dimas bergulat sendiri karena sang lawan masih berada di alam mimpi.


"Kamu itu tidur apa pingsan sih?! diapa apain kok masih gak bangun?!" Gumam Dimas saat melepas bibir Sekar yang sempat di ajaknya bergulat


"Heh bangun" Dimas mencubit hidung bangir Sekar hingga membuatnya kaget dan langsung membuka mata


"Astagfirullah!" Sekar terbangun dan menampik tangan Dimas dari hidungnya


"Kamu mau bunuh aku?! ngagetin aja sih!" cetus Sekar dengan mata yang masih merah


"Habis di bangunin dari tadi gak bangun bangun" jawab Dimas yang kemudian menarik tubuhnya kembali ke semula


"Oh sudah sampai?! Ganggu aja, orang lagi mimpi indah juga" sahut Sekar yang kemudian melepas seat belt dan mengambil tasnya

__ADS_1


"Ohh,, lagi mimpi indah,,, ya mana ku tau. Kalau tau ya gak akan aku bangunin biar tidur di sini sampai pagi sama aku!" jawab Dimas


"Enak saja! aku gak mau tidur sama kamu! udah gak akan ada ujungnya kalau ngeladenin kamu! aku pulang, kamu hati hati. Makasih sudah kasih tumpangan" ucap Sekar membuka pintu mobil Dimas


"Udah itu aja?" tanya Dimas


Sekar berbalik dan menatap Dimas dengan sedikit kesal karena terus mengajaknya bicara


"Ya terus apa?!" Sekar masih menganga saat kecupan singkat mendarat di pipinya


"Selamat malam" Dimas tersenyum meski Sekar masih menganga kaget


"Kamuuuuu yah!! udah di bilang jangan cium cium! masih aja nyosor terussss!!! nyesel tau gak aku numpang di mobil kamu!!! ngeselinnnn!" Ucap Sekar dengan begitu kesal pada Dimas, bahkan Sekar memukul Dimas dengan tasnya


"Ampunnnnn,, ampunnnn,,, habis gemesin!" Kekeh Dimas menutup melindungi dirinya dari pukulan sekar


"Gemesin?! kamu kira aku ABG apa?! dasar bocahhh!!" Sekar sudah lelah, dia pun langsung keluar dari mobil Dimas


Duaarr


Sekar membanting pintu mobil dan mengitari mobil Dimas, dan Dimas pun menurunkan kaca mobilnya


"Jangan marah marah, nanti cepet tua loh" kekeh Dimas


"Emang udah tua! terus mau apa?!" Jawab sekar


"Menikahlah denganku" jawab Dimas menatapnya dengan tersenyum


Deg!


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2