
Angga dan Edo memutuskan untuk bicara berdua setelah jam kuliah Angga selesai. Edo mau menceritakan hal yang terjadi pada Angga karena Angga adalah anak salah satu pemegang saham di kampus itu. Edo sedikit berharap Angga bisa membantu Dinda dan Dika mengingat Angga adalah teman sekolah Dinda.
"Bapak tolong carikan berkas tes ujian Dinda pak, karena dengan begitu akan mempermudah untuk memberikan bukti nanti" ucap Angga
"Kamu mau membantu Dinda dan pak Dika?" tanya Edo dengan semangat
"Sebisa saya pak, saya akan coba bicara dengan papa saya. Tapi saya butuh bukti-bukti yang kuat. Dan Sepertinya ada seseorang yang mencoba untuk menjatuhkan Dinda dan pak Dika. Tapi siapa ya pak?! Setau saya mahasiswa yang tau hubungan keduanya hanya saya dan Za,,,ra!" Angga langsung teringat pada Zara , karena siapa lagi yang tau soal pernikahan Dinda selain teman nya itu.
"Pak, saya pamit dulu, ada hal yang harus saya pastikan! nanti saya hubungi bapak lagi" Angga pamit dan berlarian menuju ke ruang kelas Zara, Angga berfikir Zara yang membocorkan semuanya. Namun, saat Angga sampai di kelas, Zara sudah pulang .
"Kamu tau dimana kostannya Zara?!" Tanya Angga pada salah satu teman Zara
"Iya kak, dia ngekost di Kosan Kencana Damai kamar 4" Jawab nya
"Oke, makasih" Angga tidak ingin membuang waktu, dia pun menuju ke kostan Zara.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Angga sudah berada di area kosan Kencana Damai. Dia pun meminta Izin satpam untuk menemui Zara.
Tok
Tok
Zara yang sedang berguling santai dan hampir tertidur pun kaget ketika pintu kamar kostannya di ketuk. Lalu Zara berdiri dan membuka pintu kamar kosannya
Ceklek
Deg!
Zara terkejut saat melihat Angga berdiri didepan pintu kamar kosannya.
"Kak Angga?!"
Angga langsung nyelonong masuk dan mendorong Zara masuk kembali dan Angga menendang pintu kamar Kosan Zara hingga tertutup
Blam!
"Kak,, Ada apa?!" Tanya Zara takut setengah mati melihat Angga terlihat sangat marah
"Kamu kan yang bocorin hubungan Dinda dan pak Dika! jujur aja kamu! kamu ada masalah apa sama Dinda sampai kamu sejahat ini sama dia hah?!" Sarkas Angga yang sudah mengunci Zara di dinding
"Hah?! Kak Angga bicara apa sih?! aku gak bilang sama siapa siapa kak!" jawab Zara dengan bergetar
"Jangan bohong kamu!" Sarkas Angga
"Beneran! malah aku bingung kok Dinda gak balik ke kelas tadi pagi setelah di panggil pak Dekan!" Jawab Zara
__ADS_1
"Dinda keluar dari kampus! Beasiswanya di cabut!" Jawab Angga
"Apa?!" Zara bertambah kaget mendengar ucapan Angga
"Aku beneran gk tau kak!" jawab Zara
Angga menatap Zara dan mencari kejujuran dimata gadis itu
"Jika bukan kamu, jadi siapa?!" Angga mulai melepaskan Zara
"Setau aku Dinda gak punya musuh di kampus, " jawab Zara
Angga tampak berfikir serius
"Ku pegang ucapan mu! kalau sampai kamu berbohong, aku akan memberimu pelajaran!" Ucap Angga yang kemudian akan pergi namun di cegah oleh Zara
"Kak tunggu!"
"Apa boleh aku membantu mencari orang itu?!" tanya Zara
"Terserah kamu!" Jawab Angga yang kemudian berlalu pergi dari kosannya Zara.
Dalam pikiran Angga jalan satu satunya saat ini hanya mengumpulkan bukti dan bicara pada papanya.
Sementara itu,,,,
Dika yang langsung membantu para pegawainya untuk membungkus pesanan ojol dan juga sebagai kasir, sementara Dinda hanya bertugas menjaga dan menemani Fatih di ruang tamu sambil melihat ramainya orang didepan rumah. Sembari menemani Fatih bermain, Dinda juga membungkus kecap dan saos di plastik kecil untuk mempercepat kerja Dika.
"Bang, ini udah dapet banyak lagi" Dinda memberikan plastik putih kepada Dika
"Makasih yahh" Jawab Dika dengan tersenyum
"Woy! bisa nyetir gak sih!!" ucap seorang Driver ojol yang kaget dan hampir menabrak pagar rumah Dika saat akan berhenti di depan warung itu dan ada sebuah mobil putih melintas namun tidak terarah jalannya karena yang punya sedang mengawasi rumah Dika yang terlihat ramai pengunjung.
Semua orang yang disana melihat kearah jalan karena mendengar ada keributan. Mobil itu terus melaju karena tidak ingin tertimpa masalah.
"Ada apa sih bang?" tanya Dinda
"Ntahlah,,," Kemudian Dika beranjak dan menghampiri ojol itu. Dinda tidak ingin ketinggalan, dia pun juga ikut bersama Dika
"Ada apa pak?" tanya Dika
"Itu ada mobil sembarangan aja jalan! sudah tau saya mau berhenti malah di pepet dan di senggol belakang motor saya, untung gak sampai nabrak pagar pak saya! " jawabnya
"Mungkin baru belajar nyetir pak" sahut salah seorang ojol lainnya
__ADS_1
"Bisa jadi" Jawab Bapak itu
"Tapi saya lihat memang mobil itu jalannya sangat pelan saat didepan rumah ini, mungkin lagi ngawasin rumah ini" jawabnya lagi
"Mungkin orang lihat rame rame jadi penasaran saja pak" jawab Dika
"Ohh iya mungkin ya,," Semua orang kembali ke tempatnya begitu juga dengan Dika dan Dinda
"Untung saja aku cepat kabur!" Tasya terus menjalankan mobilnya meninggalkan komplek rumah Dika.
Saat mobil Tasya keluar dari gerbang komplek, tak jauh ada mobil Dimas yang hampir berpapasan dengan Tasya. Namun Dimas mengingat plat mobil yang melintas itu milik Tasya
"Itu mobil Tasya, kenapa keluar dari komplek ini?! apa Dia baru bertemu dengan Dinda?!" Ucap Dimas yang kemudian teringat beberapa waktu lalu saat bertemu dengan Tasya.
Flashback
Tasya yang sudah berdandan cantik tengah menunggu kedatangan Dimas di sebuah cafe yang sudah mereka sepakati. Tasya begitu senang karena akhirnya Dimas memiliki inisiatif untuk bertemu dengannya lebih dulu. Tak lama kemudian Dimas tiba di Cafe dan menghampiri Tasya
"Maaf aku terlambat, tadi macet" Sapa Dimas
"Gak papa, silahkan duduk" jawab Tasya dengan ramah dan tentunya senyum manis selalu menghiasi bibirnya
"Mau pesan apa?" tanya Tasya
"Gak usah, aku gak lama" Jawab Dimas dan membuat Tasya bingung.
"Aku ke sini cuma ingin mempertegas, pertunangan ini tidak bisa di lanjutkan, aku gak cinta sama kamu dan pernikahan itu nanti juga akan percuma bila sampai terjadi ! kamu gak akan pernah bahagia! dan hanya makan hati setiap hari ! " ucap Dimas dengan tegas
Tasya meremat jari tangannya sendiri saat merasa kesal dan emosi mendengar ucapan Dimas.
"Apa karena wanita itu?! wanita yang sudah memilih kakakmu?! Harusnya kamu buka mata kamu, dia sudah melupakanmu!" jawab Tasya dengan menahan amarahnya
"Jangan campuri urusanku! karena dia ataupun bukan, tidak ada urusannya denganmu! " Jawab Dimas yang kemudian pergi meninggalkan Tasya sendiri.
Tasya mengingat jelas saat malam dia dan keluarganya berkunjung kerumah Dimas. Tasya melihat bagaimana tatapan Dimas terhadap Dinda yang terlihat berbinar seperti penuh memuja karena cinta. Tasya juga melihat Dimas yang rela pergi saat sedang berbincang bersama keluarga, dia lebih memilih mendekati Dinda saat sedang menemani Fatih bermain kala Dika sedang tidak ada. Tasya yang penasaran ada hubungan apa Dimas dan Dinda pun bertanya pada mama Dimas, dan dia baru mengetahui jika dulu keduanya hampir saja menikah. Itulah sebabnya Tasya begitu membenci Dinda. Karena Dinda membuat Dimas tidak mau menikah dengannya.
.
.
.
.
Nah jelas kan sekarang, kenapa si Tasya pengen jatuhin Dinda?!
__ADS_1
Kasih kembang kopi dong biar besok semangat lanjut lagi😍 Makasih yang sudah mampir😍