
Dimas ambruk di samping Sekar dengan peluh yang masih bercucuran membasahi tu buhnya. Senyumnya mengembang saat melihat Sekar yang terlihat tak berdaya disampingnya
"Capek banget ya?" kekeh Dimas dan Sekar hanya mengangguk sambil memejamkan mata
"Haus" ucap Sekar yang sudah merasa tenggorokannya kering, bahkan suaranya hampir tak terdengar
"Ya sudah tunggu sebentar, Aku akan turun kebawah" ucap Dimas dan Sekar mengangguk
Kemudian Dimas beranjak dari tempat tidur, lalu mengambil ce lana pendek dan kaos asal saja. Setelah itu Dimas berjalan keluar untuk mengambil air di dapur.
Sementara itu, Dika juga meraih pakaian rumahannya dan akan turun mengambilkan makanan untuk bumil cantiknya yang kelaparan akibat ulahnya.
Ceklek
Dimas dan Dika sama sama membuka pintu kamar dan melangkah keluar
Deg!
Keduanya saling tatap dan meniti penampilan satu sama lain yang terlihat sama sama berantakan. Oh ya ampun, bahkan keduanya belum membersihkan diri dan langsung keluar. Terlihat kikuk dan juga canggung, Dimas mengusap tengkuknya yang tak gatal, sedangkan Dika tersenyum namun tak enak di lihat
"Ehem,, abang mau ke kebawah dulu" ucap Dika memecah kesunyian
Kemudian Dika berjalan lebih dulu dan dari belakang Dimas mengikutinya. Sekali Dika menoleh dan melihat Dimas di belakangnya
"Mau kemana?" tanya Dika
"Um, ke dapur. Abang mau kemana?" jawab Dimas dan Dika mengangguk
"Ke dapur juga" jawab Dika
"Kok bisa sama?! jangan jangan,,,," Batin Dimas
Keduanya sudah sampai di dapur dan sama sama menuju kulkas. Keduanya pun sama sama mengambil botol yang berisi air dingin dan kembali Saling bertatapan
"Abang duluan Dimas, kamu ambil yang lain" ucap Dika
"Ya, tidak masalah" jawab Dimas beralih pada botol yang lain.
"Habis olahraga ya?" Kekeh Dika meledek adiknya
"Ck! kayak situ enggak aja!" cetus Dimas dan Dika terkekeh
" Pengantin baru, lagi hangat hangatnya. Jangan terus terusan di gempur, perhatikan juga asupan nutrisinya!" Ucap Dika beralih ke meja makan dan mengambil makanan untuk istrinya. Dimas memperhatikan apa yang di lakukan Dika dan mengikutinya
__ADS_1
"Pasti dia lelah..." Ucap Dika lagi sambil mengunyah buah buahan
"Sepertinya begitu, Dimas harus banyak belajar dari abang. Hormat suhu!" kekeh Dimas sambil mengambil makanan untuk Sekar
"Hahah! lebay kamu!" ucap Dika
"Abang ke atas duluan" Ucap Dika yang kemudian pergi dari dapur membawa makanan dan minuman untuk Dinda. Sementara itu Dimas masih memilih makanan apa yang dia akan bawakan untuk Sekar. Setelah itu Dia pun segera kembali ke kamar
Dika masuk kedalam kamar dan melihat Dinda yang baru saja keluar dari kamar mandi, sudah terlihat kembali segar
"Sayang sudah selesai mandi?" tanya Dika, lalu Dika meletakkan nampan berisi piring makanan dan juga botol minum di atas nakas
"Sudah lah bang, Dinda mau lihat kondisi mama" jawab Dinda memilih pakaiannya dan memakainya
"Istirahat saja dulu sayang,, kamu pasti sangat lelah" ucap Dika menghampiri istrinya
"Nanti Dinda istirahat setelah melihat kondisi mama. " Jawab Dinda
"Ya sudah kalau begitu, abang gantian mandi ya, kamu makan dulu, pasti lapar kan?" ucap Dika
"Iya, nanti Dinda makan. Makasih yah" ucap Dinda
"Iya,, maaf sudah membuatmu lelah" Dika melabuhkan kecupan sayang di kening istrinya
Kemudian Dika melangkah menuju ke kamar mandi sedangkan Dinda segera memakai pakaiannya dan setelah itu memakan makanan yang sudah di bawakan Dika untuknya.
...**...
Ceklekk
Dimas masuk kedalam kamar dengan membawa nampan berisi makanan dan minuman untuk Sekar. Saat dia masuk, Dimas melihat Sekar masih berada di dalam selimut dan matanya terpejam sangat erat. Terlihat sekali Dia begitu lelah setelah pertempuran pertama mereka. Dimas tersenyum lalu meletakakn nampan itu di atas nakas
"Sayang,,, bangun,, makan dulu yuk,," Dimas mengusap kepala Sekar dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah manisnya
"Ayo bangun dulu" ucap Dimas
"Aku lelah,," ucap Sekar masih enggan untuk membuka mata. Rasanya sudah seperti di beri lem, belum lagi badannya terasa remuk
"Diisi dulu perutnya, ayo bangun" Dimas menyibakkan selimut dan memperihatkan kepolosan istrinya.
"Pak Dimasss iihhh! kenapa di tarik sih selimutnya?!" Sekar akhirnya bangun dan begitu malu karena terlihat sangat polos . Dengan cepat Sekar menarik kembali selimut itu dan menutupi setengah dirinya.
"Hehe, habis kamu gak bangun bangun. Ini aku bawakan makanan, biar tenagamu kembali lagi" kekeh Dimas
__ADS_1
"Makasih,," Ucap Sekar tersipu malu atas perhatian yang di berikan Dimas padanya
"Sama sama,, makanlah, aku akan menemani mu makan sampai habis" ucap Dimas
Sekar mengangguk, lalu mulai dengan meminum air terlebih dulu baru dia menyuapkan makanan kedalam mulutnya. Sedangkan Dimas juga sambil menikmati buah yang di bawanya. Tak berselang lama, makanan pun telah habis tak bersisa.
"Sudah selesai kan makannya? sekarang waktunya mandi. Mama pasti mencari kita" Ucap Dimas
"Ah iya,, Aku mandi duluan ya" Ucap Sekar yang akan bangun namun dia merasa nyeri nyeri sedap
"Uussh,,, " ucap Sekar
"Masih nyeri?" tanya Dimas dan di angguki Sekar
"Sedikit" jawab nya dengan meringis
Dimas bangun dan akan menyibakkan selimut Sekar, namun Sekar menahannya dengan sangat kuat
"Kamu mau apa?!" tanya Sekar takut jika Dimas akan meminta haknya lagi
"Ngajakin kamu mandi lah. Tadi katanya nyeri. Sini aku gendong" kekeh Dimas
"Gak usah. pasti kamu cuma modus aja! nanti minta lagi!" ucap Sekar penuh waspada
"Iihh buruk sangka banget sih! ya udah sana jalan sendiri ke kamar mandi" ucap Dimas
Sekar terlihat menimbang nimbang
"Aku,, mau di gendong" Ucap Sekar dengan lirih dan Dimas mulai menyeringai
"Sini" Ucap nya
"Awas ya kalau macem macem!" Ucap Sekar yang sudah berada di gendongan Dimas
"Enggak macem macem! paling cuma semacem!" kekeh nya
Sekar membulat, saat melihat wajah mesyum sudah tercetak jelas pada suaminya.
.
.
.
__ADS_1
"Pak Dimasssssssss!"