Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Sudah Pengalaman


__ADS_3

Dinda dan bayinya akan di pindahkan ke ruangan Rawat inap. Dokter Dita menyarankan agar Dinda di Rawat 1 atau 2 hari sampai kondisinya kembali stabil, karena Dinda banyak kehilangan darah dan butuh penangan dokter. Setelah semuanya selesai, suster mendorong bed pasien dan akan memindahkan Dinda, Sedangkan Dika yang menggendong putranya.


Dika sudah cukup berpengalaman, jadi dia tidak terlihat singkuh saat menggendong putranya. Pintu ruangan bersalin terbuka mereka dapat melihat semua keluarga sudah berkumpul menyambut anggota baru keluarga. Wajah wajah bahagia terlihat jelas pada mereka


"Selamat ya sayang,, sekarang kamu sudah jadi ibu" ucap Ibunya Dinda


"Terima kasih bu,,,Dinda sudah tau, bagaimana perjuangan ibu dulu melahirkan Dinda. Maaf Dinda belum bisa bahagiaain ibu " jawab Dinda dengan menangis dan ibu mengangguk juga sambil ikut menangis.


"Sudah sudah,, suster silahkan jalan lagi" ucap bapak Dinda melerai tangis anak dan istrinya. Melihat ada pengunjung rumah sakit yang terhalang jalannya karena keharuan mereka. Lalu Suster kembali menjalankan tugas sebagaimana mestinya.


"Holeee,, adik aku boy, bica diajak main bola!" Fatih bersorak gembira mengikuti langkah sang ayah


"Iya,, nanti kakak Fatih jagain adik ya" ucap Dika


"Oke" Jawab Fatih


"Maasyaa Allah cucu kakek ganteng nyaaa" papa Dirdja begitu senang melihat cucu kedua nya


"Fatih uga ganteng kek!" sahut Fatih tak mau kalah


"Hehe iya iya,, Fatih juga ganteng!" kekeh pak Dirdja


"Dimas dan Sekar kemana pa?" tanya Dika


"Adikmu tadi katanya sedang menuju ke sini, ntahlah lama sekali mereka belum juga sampai" jawab papa


"Ohhh,,, ditunggu saja pa" Dika tidak melihat Sierra dan Gion lagi, dia yakin jika keduanya pasti sudah pulang dan menitipkan Fatih pada papanya


Mereka sudah sampai di ruang VVIP yang disiapkan rumah sakit untuk Dinda dan buah hatinya. Saat pintu itu di buka, semua orang di buat terkejut karena kamar itu sudah di sulap dengan dekorasi indah. Di ruangan itu juga ada Dimas, Sekar, Zara Dan Angga menyambut kedatangan mereka


"Selamat yahh kak Dinda,,," Teriak Zara kegirangan saat melihat Suster membawa Dinda masuk ke ruangan itu.


"Makasihh,, kalian yang menyiapkan ini semua?" tanya Dinda


"Iya jelas siapa lagi?! yahh mesti ada sedikit,,, percekcokan" Zara menatap Dimas dan Angga bergantian mengkode keduanya sempat cekcok mulut.


"Udah biasa" Kekeh Dinda


"Ihhh ponakan aunty cakep bener,, sini sini,, gendong aunty biar nular hehe" kekeh Sekar saat melihat baby A

__ADS_1


"Hati hati gendongnya aunty, masih merah ini" cetus Dika


"Ck! udah pengalaman kali, banyak ponakan dirumah" jawab Sekar


"Uluh uluh,, ganteng nyaaa. Mirip ciapa, mirip ciapa,,, ohhh mirip bunda yaaa" ucap Sekar menimang baby A


"Mirip ayahnya!" jawab Dika


"Siapa kak namanya?" tanya Zara pada Dinda


"Namanya Abyan Putra Mahardika" Jawab Dinda


"Baby Byan,,," ucap Sekar


"Abyan aunty!" Cetus Fatih tidak terima jika nama adiknya tidak lengkap


"Iya iya,, Abyan" Ucap Sekar, lalu Sekar mendekatkan baby Abyan pada mama Nadira


"Ma,, ini cucu mama sudah lahir,, " Ucap Sekar


"I,,ya,, ta,,m,,pan" ucap mama


"Nenek boleh gendong gak?? dari tadi gatel mau gendong" ucap ibunya Dinda


"Boleh dong nek,, ini Nek" Sekar memberikan baby A pada neneknya.


"Nanti kita buat sendiri ya" bisik Dimas pada Sekar


"Iya, kita buat yang lucu gitu ya" jawab Sekar


"Okee" kekeh Dimas


"Kok kalian bisa tau? bisa barengan lagi kesininya?" tanya Dinda pada Zara


"Um,, tadi aku mau anterin buku kak Dinda, terus nelfon nomer kakak tapi gak di angkat. Terus Zara Nelfon pak Dika juga gak di angkat. Kami datang ke rumah mertua kak Dinda, mereka bilang semua keluarga ke rumah sakit, kakak mau lahiran. Kesini deh" jawab Zara


"Ohh gitu,,, berdua?" tanya Dinda


"Hehe,, Iya soalnya panik, kalau panik kan Zara gak bisa nyetir mobil sendiri" Zara cengengesan saat memberikan alasan. Sedang Angga yang duduk di ujung Sofa terlihat canggung.

__ADS_1


"Jangan lama lama pacarannya, langsung nikah aja!" papa Dirdja menepuk pundak Angga dan membuatnya kaget


"Hehe,, masih kuliah pak" jawab Angga


"Ya gak masalah, nikah sambil kuliah,," ucap pak Dirdja


"Hehe bapak bisa saja, anak orang mau di kasih makan apa pak? " jawab Angga


"Ya ya,, kamu benar, gak mungkin cuma di kasih makan cinta kan?" kekeh pak Dirdja


Semua orang disana tampak bahagia, berbincang bersama dan melebur menjadikan suasana semakin hangat. Kelahiran Baby A membawa kebahagiaan tersendiri bagi mereka.


Duh ikut bahagiaaaaa,,,,,,



Sementara itu di tempat lain,,,


Gion dam Sierra baru saja sampai di apartemen mereka. Gion baru terasa, apa yang di katakan Dimas saat di rumah sakit itu mungkin ada benarnya. Ternyata Sierra sangat hobby belanja. Bukan kebutuhan pokok namun lebih sifatnya berfoya foya, belum lagi Gion harus membayar tagihan jika Sierra berkumpul bersama teman temannya. Andai Sierra tidak mengandung anaknya, pasti Gion sudah menceraikan wanita itu. Bisa bisa dia bangkrut jika terus terusan di peras wanita itu.


"Bisa gak sih, sebulan aja kamu gak belanja ?! coba lihat di lemari kamu! itu udah penuh baju semua! tas, sepatu, atau apalah itu! mending kalau kamu pake! ini cuma kamu letakkan saja!" cetus Gion


"Gimana aku gak belanja terus?! aku stress nikah sama kamu! kamu sibuk aja di luar! pulang tengah malam terus! aku kesepian dirumah! jadi jangan salahkan aku sepenuhnya!" jawab Sierra dan Gion langsung diam


"Kamu bilang mau bahagiain aku, tapi mana?" ucap Sierra lagi


"Aku kerja buat kita! harusnya kamu ngertiin aku juga! jangan egois!" sahut Gion


Keduanya terus ribut dan tidak ada yang mau mengalah. Gion yang terlampau kesal pun langsung keluar dan meninggalkan Sierra sendiri.


"Mending aku ke tempat hiburan! daripada dirumah mendengar ocehannya terus setiap hari! kepalaku pusing!"


.


.


.


Walahhh malah berantem bedua!😅

__ADS_1


__ADS_2