Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda

Dilamar Perjaka, Dinikahi Duda
Luka yang Menganga


__ADS_3

"Sudah cukup Dimas! Sudah cukup kamu mengejar ku! Aku dan bang Dika sudah saling cinta, kami sudah bahagia! harusnya kamu juga melupakanku dan coba hubungan yang baru dengan orang lain!, aku capek jika harus berlarian! Tolong lupakan aku!" Ucap Dinda


Dimas tersenyum sinis saat melihat tatapan Dinda begitu tajam padanya


"Apa sih yang kamu harapkan dari abang ku din?!" Tanya Dimas dengan menahan emosinya


"Yang aku harapkan hidup bahagia bersama keluarga kecilku!" sahut Dinda


"Bahagia mu itu hanya sama aku Din!"


"Cukup Dimas! Mungkin dulu angan ku begitu! tapi ternyata impianku terlalu tinggi! aku terlalu berharap sehingga saat kau pergi ninggalin aku disaat kita akan menikah, itu meninggalkan bekas luka yang tidak akan pernah bisa terobati! Lukanya bahkan masih menganga dan kau dengan mudahnya datang ingin kembali! lelaki macam apa kamu?!"


Dimas yang berdiri di atas jembatan gantung tengah memikirkan semua ucapan Dinda saat mereka bertemu tadi. Ucapannya selalu terngiang ngiang dipikirannya. Rasanya Dia terlalu egois memaksakan dirinya untuk mendapatkan Dinda lagi setelah apa yang dia lakukan padanya. Meninggalkan Dinda di hari pernikahan, itu adalah kesalahan yang sangat fatal dilakukan oleh Dimas waktu itu dan karena hal itu Dinda begitu sakit hati dan tidak mau lagi kembali padanya. Kenapa Dimas ingin tetap bertahan? apa karena Dinda akan menjadi seorang dokter?! apa karena sekarang Dinda terlihat lebih cantik? Dimas berfikir keras memikirkan semuanya.


"Mas! mas! jangan bunuh diri mas! bunuh diri itu dosa! eling mas eling!"


Dimas yang mengangkat kakinya di pagar jembatan pun hampir saja kepleset dan jatuh karena kaget tubuhnya di tarik tarik oleh perempuan, terdengar dari suaranya.


Dimas menoleh kebelakang dan begitu kagetnya dia saat melihat seorang wanita memakai topi pantai dengan membawa pancing ikan lengkap dengan ember hitam


"Cepet turun mas! jangan bunuh diri!" ucapnya lagi


"Siapa sih yang bunuh diri?!" Sarkas Dimas


"La mas tadi apa?! naik di pagar jembatan?! mau bunuh diri kan?! udah lah mas,, kalau putus cinta itu ya cari lagi! rugi banyak kalau bunuh diri!" celoteh gadis itu membuat Dimas kesal


"Kamu gak tau apa apa gak usah bicara! Dasar gadis ikan!" Ucap Dimas


"Ye!! di tolongin malah menghina gitu! ngerti mas orangnya songong gitu mending aku gak tolongin tadi! biar aja njebur di sungai terus di makan buaya! bukannya terima kasih malah menghina orang ! aku sumpahin mas nanti istrinya tukang ikan!" Gadis itu terlihat kesal lalu pergi meninggalkan Dimas sendiri di jembatan gantung itu. Belum jauh, gadis itu kembali dan


"Huh!" Gadis itu menginjak kaki Dimas dan berlari sekuat tenaganya

__ADS_1


"Wooyyy! Gadis ikan Gila!!!" teriakan Dimas begitu kencang namun gadis itu tak menghiraukan Dimas sama sekali. Dimas sampai meringis merasakan kakinya sakit akibat injakan si gadis ikan itu ternyata cukup keras.


"Amit amit,, jangan sampai aku berjodoh dengan wanita penjual ikan! dasar gadis gila!" Dimas berjalan menuju mobilnya dengan terpincang pincang karena sakit yang masih dirasakannya.


"Sial banget sih aku!!" Cetus Dimas


Sementara itu,,,,


Dika dan Dinda sudah sampai di rumah, namun Dinda terlihat cemberut karena tadi mereka sempat kerumah keluarga Dika untuk menjemput Fatih, namun Fatih di bawa pergi oleh eyangnya ke rumah keluarga Tasya. Ntah ada acara apa sampai mereka pergi kesana siang itu.


Bruukkkkkkk


Dinda terduduk di lantai rasfur dan meluruskan kakinya yang terasa pegal.


"Jangan cemberut gitu dong Din" ucap Dika yang ikut duduk di samping Dinda


"Dinda kangen bang sama Fatih" jawab Dinda yang kemudian menjatuhkan kepalanya di bahu Dika


"Kencan?" Tanya Dinda mengangkat kepala dan menatap Dika


"Iya,,, Sebulan lebih kita menikah, kan kita belum pernah kencan diluar. Gimana mau gak?" tanya Dika


"Boleh,,, " Sahut Dinda


"Oke habis isya kita kencannya yah" Dika mengusap usap kepala istrinya dengan sayang


"Iya bang, dinda mau" Jawab Dinda


Begitu malam tiba, Keduanya sudah berada diatas motor vespa Dika membelah jalanan malam itu. Pastinya Dika sudah mendapatkan kabar dari papa jika Fatih akan menginap satu malam lagi dirumah mereka. Dengan begitu, Dika akan memanfaatkan waktu sebaik baiknya untuk bersama Istrinya.


Saat mereka melintasi sebuah pasar malam, Dinda meminta Dika untuk berhenti disana.

__ADS_1


"Kita kencan disini?!" tanya Dika agak syok


"Iya bang,,," Jawab Dinda dengan antusias


Bayangan Dika yang malam ini akan dinner romantis bersama Dinda di tempat yang romantis juga langsung ambyar saat melihat ramai dan padatnya pasar malam saat itu. Tapi melihat wajah Dinda yang begitu ceria dan antusias, Dika tidak tega mematahkan harapannya. Kemudian mereka turun dan memasuki area pasar malam.


"Abanggggg,,, Dinda mau gulali" Ucap Dinda seperti anak kecil saja malam itu, begitu manja dan menggemaskan


"Pak, gulalinya satu"


"Oke! 10rb aja mas"


Dika mengeluarkan uang 10ribu lalu penjual gulali itu memberikan gulalinya kepada Dinda


"Makasih" ucap Dinda


"Sama sama" jawab bapaknya


"Bang,, kita lihat permainan itu yukk" Ucap Dinda menunjuk pada permainan yang ada disana


"Baiklah" Dika menggandeng erat Dinda agar mereka tidak terpisah.


"Dika"


.


.


.


.

__ADS_1


Wah siapa ya yang panggil Dika?! lanjut besok yahh☺️ Selamat istirahat semuanya🤗


__ADS_2